Tahukah Kamu? Dibalik Kostum Badut Jalanan yang Selalu Tersenyum, Ada Tangisan Kehidupan Pilu

Setiap pekerjaan mencari nafkah tentu memiliki resiko masing-masing. Begitu juga dengan yang bekerja sebagai badut. Dibalik kostum yang menghibur ternyata ada kisah pilu.

Sponsored Ad

Tidak semua orang menyukai kehadiran badut, ada juga yang langsung ketakutan melihat sosok ini. Karena terbayang riasan wajah mereka yang seram dan sering muncul di film-film horor. Seiring berjalannya waktu, saat ini lebih banyak badut yang menggunakan kostum kartun bukan merias wajahnya.

Sponsored Ad

Beberapa diantara badut ini mencari nafkah di lampu merah. Menghibur para pengendara dengan menampilkan tarian-tarian jenak khas mereka. Tapi pernahkah kalian berpikir sosok dibalik kostum yang selalu tersenyum itu mungkin saja sedang merasa sedih dan lelah juga. Salah satu cerita dibagikan oleh Ilham, seorang badut jalanan.

Sponsored Ad

Ilham mengaku mencari nafkah dalam kostum badut ini sangat melelahkan, sekalipun untuk badut profesional. Mereka harus memakai kostum yang beratnya bisa mencapai lebih dari 4 kilo kemudian beratraksi menari-nari dan mau diajak berfoto dengan berbagai gaya. Pekerjaan ini dilakukan dalam waktu berjam-jam lamanya.

Sponsored Ad

Tentu saja membawa kostum yang berat ini membuat orang di dalamnya lelah dan mandi keringat, hal ini juga disampaikan oleh Ilham. Pernah juga saking lelahnya seorang badut kostum pingsan dalam balutan kostumnya. Namun pekerjaan halal yang melelahkan ini tidak sebanding dengan upah yang mereka dapatkan karena mereka tidak mematok tarif resmi berbeda dengan badut pesta.

Sponsored Ad

Badut jalanan menerima berapapun uang yang kalian berikan meski hanya uang receh Rp 200 rupiah. Menurut pengakuan mereka, biasanya mereka mendapat penghasilan sekitar Rp 200-Rp 250 ribu per hari. Namun penghasilan itu harus dibagi 50:50 dengan pemilik kostum.

Jadi jangan meremehkan profesi sekecil apapun termasuk jasa penghibur seperti badut ini. Mungkin saja dibalik kostum yang selalu memberikan senyuman, ada peluh keringat dan raut wajah yang sedih. Mereka memilih pekerjaan ini untuk menafkahi keluarga, mungkin ini lebih baik daripada menafkahi keluarga dari uang haram. Maka jika kalian bertemu dengan salah satu diantara mereka, bersikaplah sebaik mungkin.

Tolak dengan halus jika tak ingin memberi tanpa perlu menghujat dan hargailah mereka juga bahwa mereka sedang mencari nafkah halal.


Sumber : Boombastis