Gak Makan 97 Hari Tanpa Rasa Lapar, Gaya Hidup Perempuan Ini Bikin Orang-orang Cengo

Cara setiap orang untuk menjaga kesehatannya berbeda-beda. Tidak hanya gaya hidup sehat, beberapa orang malah ada yang memilih cara cukup ekstrem. Seperti yang dilakukan oleh Audra Bear dari Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

Sponsored Ad

Perempuan berusia 25 tahun itu menerapkan gaya hidup prana. Gaya hidup itu membuatnya tidak mengonsumsi makanan padat dan hanya meminum cairan seperti jus, smoothie, atau teh serta bernapas untuk mendapatkan energi. Audra bisa berpuasa hingga 97 hari dalam satu waktu.

Gaya hidupnya ini telah dimulai sejak 8 bulan lalu setelah sebelumnya selama 4 tahun ia menjadi vegetarian. Audra mengetahui gaya hidup prana berdasarkan cerita orang-orang. Awalnya ia tidak berani mencoba gaya hidup tersebut meskipun merasa tertarik karena suka makan.

Sponsored Ad

Kemudian Audra mulai berlatih pernapasan selama 40 menit sehari. Setelah 5 hari ia mengaku tidak lagi memiliki rasa lapar terhadap makanan padat. Sekarang ini, dirinya berlatih pernapasan di mana saja selama 1-3 jam. Latihan itu membuatnya merasa tidak lagi membutuhkan makanan untuk bertahan hidup.

Sponsored Ad

"Gaya hidup prana adalah kata lain untuk energi yang juga dikenal sebagai Qi atau Chi. Ini adalah kekuatan yang memberi kehidupan melalui segala sesuatu yang ada di sekitar. Mulai dari udara yang dihirup, sinar matahari, alam, serta koneksi dengan manusia dan semua makhluk hidup," tutur Audra seperti yang Okezone kutip dari The Sun, Jumat (28/6/2019).

Baginya, prana memiliki energi yang kuat sebagai bahan bakar dan menopang manusia. Gaya hidup tersebut mengajarkan untuk mengubah fokus dari yang tadinya memberi makan tubuh dengan makanan menjadi menggunakan energi. Meski begitu, menurut Audra prana tidak mengatakan jika makanan adalah sesuatu yang buruk. Makanan tetap bisa dikonsumsi tapi jumlahnya tidak berkelimpahan.

Sponsored Ad

"Saya masih konsumsi makanan padat sesekali. Biasanya ketika sedang berkumpul bersamankeluarga dan teman-teman, atau acara sosial lainnya. Tapi hanya sebatas itu," terang Audra.

Sponsored Ad

Selain itu, melalui latihan pernapasan Audra mendapat manfaat lain. Ia jadi lebih menyadari dirinya sendiri. Sebab latihan tersebut dianggap sebagai dasar penyembuhan serta detoksifikasi untuk tubuh fisik dan emosional,. Sebanyak 70 persen racun dalam tubuh dilepaskan melalui respirasi.

"Latihan pernapasan dengan lembut membimbing tubuh ke dalam sistem saraf simpatik yang meredakan stres, membantu pencernaan, berhenti mengidam, serta meningkatkan kejernihan mental dan kebahagiaan. Saya tidak akan merekomendasikan siapa pun untuk berpuasa, membersihkan, atau membatasi makanan tanpa terlebih dahulu belajar tentang napas," tandas Audra.

Sponsored Ad

Di sisi lain, ahli gizi Amanda Ursell menentang keras gaya hidup yang dilakukan Audra. Dia mengatakan, bagaimanapun tubuh memerlukan nutrisi yang bisa didapat dari makanan. Bila seseorang berpuasa terus menerus tanpa mengisi tubuhnya dengan makanan sehat dan bernutrisi, maka bisa menyebabkan tubuh kekurangan gizi.


Sumber: okezone.com

Kamu Mungkin Suka