Ia Didenda 3 Juta Karena Izin Jenguk Ibu. 5 Hari Kemudian, Malah Bosnya Nyesel!

Eko sudah bekerja di perusahaannya selama 10 tahun. Secara teknis dia adalah pegawai yang baik. Dia orangnya introvert dan jujur. Selama 10 tahun, dia sudah bekerja dengan keras.

Sponsored Ad

Suatu hari, ibunya Eko masuk RS. karena cemas, Eko minta izin 3 hari sama bosnya untuk pulang kampung, kalau ibunya sudah membaik, dia akan segera kembali.

Tapi, wajah bosnya tampak tidak senang. Bos malah berkata bahwa Eko menyulitkan dirinya. Bos berkata bahwa akan ada Pak Andi, bos besar yang akan mengunjungi bengkel mereka dan ia ingin Eko yang melayani bos itu untuk menunjukkan proses teknologi inti dari perusahaannya. Semuanya bergantung pada Eko.

Sponsored Ad

Eko berkata dengan yakin agar bosnya tenang. 2 orang yang pernah diajarinya juga bisa menunjukkan proses ini dengan baik, jadi pasti tidak akan ada masalah. Ia minta izin 3 hari karena ibunya sudah 78 tahun dan ia jarang izin dari kantor. Bosnya dengan berat hati menandatangani surat izin tidak masuk kerja Eko.

Sponsored Ad

Setelahnya Eko bergegas pulang kampung untuk menjenguk ibunya yang berbaring di kasur. Saat Eko sedang berada di kampung, bosnya terus menelpon Eko untuk membujuknya segera kembali, bahkan bosnya tidak menanyakan kondisi ibu Eko sama sekali. Akhirnya, Eko harus memanggil adik perempuannya untuk menjaga ibunya dan dia tidak membeli tiket di hari ketiga, jadi dia kembali ke perusahaannya keesokannya.

Sponsored Ad

Saat Eko kembali ke kantor, Pak Andi sedang mengunjungi bengkel. Bos melihat Eko datang dengan keringat mengucur di sekujur tubuhnya dengan raut wajah kesal dan tidak memedulikannya. Dua pegawai ajaran Eko sedang memperkenalkan prosesnya. Pada saat ini, Pak Andi mengusulkan bahwa proses ini dapat ditingkatkan lagi dan beban materialnya bisa dikurangi sampai 2%. Dua pegawai itu berkata mereka bisa melakukannya.

Sponsored Ad

Bos juga mengangguk setuju dan berkata, "ya, bisa bisa. Cuma perusahaan kita yang bisa melakukannya."

Eko mendengar hal itu dan langsung berpikir bahwa hal yang diusulkan Pak Andi itu tidak bisa karena akan merusak proses keempatnya. Kalau ini terjadi, itu akan merusak produk yang akan dihasilkan.

Eko langsung menghampiri bosnya dan berkata bahwa ini tidak bisa dilakukan. Tapi, bosnya malah marah dan mendorong Eko keluar dari tempat. Semua orang melihatnya dan bahkan bos mengatai Eko yang tidak mengerti apapun. Seketika wajah Eko berubah merah dan malu.

Sponsored Ad

Setelah Pak Andi pergi, bos berkata pada Eko, "kamu melanggar aturan izin sehari dari yang seharusnya! Kamu akan didenda 3 juta rupiah dan bonus akhir tahun kamu dipotong 20%!"

Sponsored Ad

Eko segera mengejar bosnya dan memohon agar bonusnya tidak dipotong karena ibunya butuh biaya pengobatan. Tapi, bosnya berkata, "kamu lihat aja tadi, kamu gak berkemampuan! Kalau kamu gak terima, kamu boleh keluar dari sini. Posisi kamu bisa digantikan sama dua murid kamu!"

Sponsored Ad

Perkataan bos bagaikan air dingin yang dituang dari ujung kepala sampai kaki bagi Eko.

Eko segera kembali ke asrama dan menelepon Pak Andi. Dia mengatakan bahwa proses modifikasi yang diinginkan Pak Andi itu tidak bisa dilakukan karena akan merusak produk jadi di akhirnya. Tak disangka, Pak Andi segera menemui Eko dan berkata, "aku mengerti bidang ini sejak lama dan aku sedang menguji teknologi yang kalian buat dan juga integritas dari perusahaan ini. Kamu benar, sales bisa membodohi orang, tapi orang teknik, dia tidak akan membohongi customer."

Sponsored Ad

Lalu, Pak Andi berkata, "sejak lama aku ingin membangun perusahaan di bidang ini. Bantulah aku di perusahaanku dan kamu langsung jadi manajernya, gaji kamu 20 juta per bulan dan bawalah dua orang bawahan kamu. Gajinya sesuai standar dan bisa kamu naikkan selama kamu merasa itu beralasan. Aku percaya padamu."

Pak Andi menyuruh Eko untuk kembali ke perusahaannya sampai bonus akhir tahunnya dipotong sambil ia membangun perusahaannya. Setelah Eko menerima bonus akhir tahunnya, ia pun memberikan surat pengunduran diri kepada bosnya.

Dengan begitu, bos lama Eko pun mengalami kerugian hingga 9 miliar rupiah karena kehilangan karyawan terbaiknya. Ia menyesal dan meminta Eko kembali, tapi Eko menghiraukannya dan bekerja dengan Pak Andi hingga sukses.

Kisah ini mengajarkan kita untuk jadi orang yang jujur. Meskipun prosesnya sulit, tapi jika kita berpegang teguh pada pendirian, hasil baik pasti akan berbuah di belakang. Bos yang baik adalah yang menghargai karyawannya dan juga menjaga karyawannya.

Sumber: micelle0926