Pernah Jadi Calon Walikota Medan, Ternyata Pablo Benua Seorang Preman Pasar, Ini Faktanya

Beberapa tahun lalu, Kota Medan sedang heboh dengan persiapan Pilkada yang diselenggarakan di Bulan Desember 2015, dan yang menjadi hal mengejutkan dalam hal ini adalah muncul beberapa Tokoh-Tokoh di Kota Medan yang selama ini dikenal sebagai Preman Berdasi, terutama tokoh-tokoh politik yang pernah menduduki Jabatan sebagai Anggota DPRD tingkat I dan Tingkat II. Salah satunya adalah Pablo Putera Benua.

Sponsored Ad

Saat itu nama Pablo Putera Benua muncul sebagai Bakal calon Walikota Medan 2015 - 2020, dengan menduduki peringkat ke 2 didalam survei Tribun Medan, sontak hal itu mengejutkan sebagian Pihak dikota Medan, ditambah munculnya Pencitraan-pencitraan yang kerap dilakukan oleh beberapa Media yang mendukung Pablo Putera Benua sebagai Bakal Calon Walikota Medan, ntah apa maksud dan tujuan dari Media-media yang membuat berita-berita yang seolah-olah seorang Pablo Putera Benua bak seorang Malaikat yang turun dari langit untuk kota Medan, maybe this about price.

Sponsored Ad

Tetapi tulisan saya hari ini bukanlah untuk mengulas tujuan dari Media-Media yang bagi saya membantu Pencitraan sang Jagoan mereka, dan berikut saya akan mengulas beberapa Rekam Jejak seorang Pablo Putera Benua.

Pablo Putera Benua mengawali karier premannya di Pasar Petisah Medan dengan bergabung dalam Organisasi Kepemudaan Ikatan Pemuda Karya yang dimiliki oleh seorang Alm Olo Panggabean (Tokoh Preman paling ditakuti di Sumatera Utara).

Berbagai Jenis Kekerasan dan Kehidupan Premanisme pun sempat dialami oleh dirinya yang menurut kabar dari teman-teman saya di Media ataupun Ormas menyebutkan bahwa Benua pernah masuk Penjara sebanyak 22 kali Dengan berbagai kasus, lalu hal itu membuat diri saya penasaran dan mencari tahu kebenaran hal tersebut.

Sponsored Ad

namun setelah saya mencoba mencari tahu di Data Reskrim Poldasu, saya mendapatkan 7 Kasus Besar yang melibatkan Pablo Putera Benua didalamnya, dan yang mengejutkan, tidak ada satupun kasus yang melibatkan Pablo Putera Benua dengan Hukuman yang Berat, padahal 7 kasus yang saya dapatkan informasinya adalah kasus Kriminal Berat.

Sponsored Ad

Berikut kutipanya :

1. Kasus Penganiayaan berat, Pengerusakan Rumah dan Pengerusakan Fasilitas Umum terhadap warga Medan Barat, yang mengakibatkan kematian pada korbanya. Akibat hal itu, Benua harusnya mendapatkan Hukuman Minimal 5 Tahun Penjara dan Denda 500jt, karena itu merupakan kekerasan yang mengakibatkan kematian terhadap seseorang, akan tetapi Benua hanya dikenakan Sanksi sebagai Tahanan Kota selama 2 bulan dan denda 2,5jt rupiah. 2005

2. Kasus Penganiayaan terhadap seorang Anggota Kepolisian (Aparatur Negara) yang harusnya Benua dihukum dengan Pasal Berlapis yakni Kekerasan dan Penganiayaan terhadap Aparatur Negara, akan tetapi pada saat itu Benua dinyatakan Bebas Bersyarat dan menurut kabar yang beredar, Anggota Polisi yang menjadi korbanya dipindah tugaskan dan di Skorsing selama 6 Bulan. 2005

Sponsored Ad

3. Kasus Pembunuhan terhadap seorang Reporter sebuah surat kabar yang hingga saat ini masih menjadi misteri dan belum diketahui siapakah pembunuhnya, korban mengalami tusukan Pisau di leher dan beberapa lebam di sekujur tubuhnya, menurut kabar yang beredar, 2 hari sebelum kejadian, korban bertemu dengan Benua dan sempat dipukul dan diancam akan dibunuh, tetapi setelah kematian korban tidak lebih dari 2 bulan pengembangan kasus tersebut, kepolisian memutuskan untuk menutup Kasus tersebut. 2006

Sponsored Ad

4. Kasus Narkoba, Benua tertangkap tangan sedang Pesta Narkoba jenis Sabu-sabu di Kantor PAC Ikatan Pemuda Karya, dan seperti biasanya, harusnya Benua mendapatkan Hukuman Penjara 5 tahun minimal, tetapi dalam kasus ini, ia hanya direkomendasikan mengikuti rehabilitasi "HANYA selama 7 hari". 2006

5. Kasus Pengerusakan dan kekerasan sebuah Pabrik Baja di Kawasan Industri Medan (KIM) Belawan Dan dalam kejadian itu ia didapati menggunakan senjata Api ilegal, dan harusnya seperti Hercules, Benua wajib dihukum dan dipenjara sepantasnya, tetapi dalam kejadian ini Benua hanya diberikan Sanksi Denda dan Ganti Rugi Kerusakan senilai 1jt rupiah. 2007.

Sponsored Ad

6. Kasus Pemerasan terhadap Pabrik Tekstile di Kota Binjai, dan didapati kembali sebuah senjata Api ditanganya, yang mengejutkan Pablo Putera Benua tidak di hukum apapun dan dinyatakan tidak bersalah, pada saat itu kepolisian menyatakan tidak adanya senjata api yang ditemukan ditangan Benua, tetapi banyak saksi dilokasi kejadian yang mengatakan Benua menembak di dalam Pabrik sebanyak 2 kali, dan tetap saja polisi tidak mendengarkan saksi mata dan tanpa peduli membebaskan benua begitu saja. 2007.

Sponsored Ad

7. Kasus Pemukulan dan Penganiayaan terhadap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera utara, meski pada saat itu ia menjabat sebagai salah satu anggota DPRD fraksi Gerindra di Provinsi Sumatera Utara, Penganiayaan pun tetap ia lakukan bahkan korbannya adalah seorang Pejabat Pemerintahan Daerah, dan yang lebih mengejutkan adalah Kepala Dinas Kesehatan yang menjadi Korban Penganiayaan Pablo Putera Benua di copot dari Jabatan juga sebaliknya malah ia yang harusnya sebagai korban malah ditetapkan sebagai tersangka dan divonis 2 Tahun Penjara serta denda 100jt rupiah.

Sponsored Ad

Itulah yang membuat sebagian Pihak Bingung, siapakah Pablo Putera Benua, siapakah orang berkuasa yang berdiri dibelakangnya, melindunginya serta bersama sama dengannya menelanjangi Hukum di Republik Indonesia ini.

Pablo Putera Benua dikenal sebagai salah satu Politisi Partai Gerindra yang cukup disegani oleh banyak orang, terutama para tokoh kepemudaan, tokoh Masyarakat, Beberapa Walikota dan Bupati di Sumatera Utara, ia juga memiliki kedekatan dengan Gubernur Sumatera Utara yaitu Gatot Pujo Nugroho (mungkin karena Benua merupakan orang yang paling berpengaruh dalam memenangkan Gatot Pujo Nugroho sebagai Gubernur pada saat Pilkada lalu)

Ketika saya telusuri alasan dari beberapa Pihak itu, dapat saya simpulkan bahwa Benua memiliki Massa dengan jumlah yang fantastis dan dapat dipercaya dalam memenangkan beberapa Calon Kepala Daerah serta mampu mendulang suara yang banyak bagi partai dalam ajang Pemilu.

Awalnya saya berpendapat bahwa Benua mungkin mampu melakukan pendekatan-pendekatan secara emosional terhadap masyarakat sehingga Masyarakat mau mengikuti usulan Benua dalam memilih pada saat Pemilu dan Pikkada, tetapi setelah kami telusuri lebih jauh, menurut beberapa informasi bahwa Masyarakat Takut bila tidak memilih sesuai dengan usulan Benua, daerah Mereka akan mengalami Teror Premanisme, dan ada juga informasi yang mengejutkan menyebutkan bahwa Benua adalah sosok yang ditakuti oleh Ketua KPUD Provinsi Sumatera Utara, sehingga ada bentuk permainan didalam Instansi KPUD dibawah interfensi seorang Pablo Putera Benua.

Kembali lagi pada pertanyaan penting disini, Siapakah Sebenarnya Pablo Putera Benua, siapakah orang - orang yang berdiri dibelakangnya?

Di surat kabar Medan Pos milik Ibrahim Sinik, pernah memunculkan sebuah berita yang membahas tentang kekayaan para Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, dan didalam berita itu menuai kontroversi seorang Pablo Putera Benua yang menyebutkan bahwa Pablo Putera Benua adalah Anggota DPRD terkaya di Provinsi Sumatera Utara dengan Jumlah Harta bergerak dan tidak bergerak mencapai 800 Milliar, tetapi hal itu pernah disangkal oleh Pablo Putera Benua.

Tetapi setelah Sangkalan darinya disampaikan di Surat Kabar Harian Analisa, Medan ada sebuah hal aneh yang dialami oleh Medan Pos, yaitu Medan Pos di Berhenti Terbitkan selama 1 Minggu, dan setelahnya Ada kabar pertemuan terselubung antara Pablo Putera Benua dengan Ibrahim sinik di kediaman Benua dikawasan Perumahan Elit Cemara Asri.

Meski pemberitaan tentang kekayaannya disangkal oleh Benua, ada informasi juga yang menyatakan bahwa Lahan sebesar 50 Hektare di depan bandara Internasional Koalanamu adalah milik dari Pablo Putera Benua, dengan harga Pasaran mencapai 250jt / Meter, dan jika kabar ini benar, berarti pemberitaan oleh Medan Pos tentang kekayaan Pablo Putera Benua dapat dipastikan Benar.

Bila hal itu benar, lalu apa motivasi dari seorang Pablo Putera Benua menutup-nutupi hal tersebut? mungkinkah ada bentuk konspirasi tingkat tinggi yang dilakukan oleh Pablo Putera Benua dengan Pihak Angkasa Pura? Atau adakah hubungannya dengan Pajak Bumi dan Bangunan milik Pablo Putera Benua? yang pasti itu semua merupakan pertanyaan besar bagi saya dan sebagian Pihak yang merasa perlu adanya sebuah tindakan dari Pihak-pihak terkait untuk menelusuri Harta Pablo Putera Benua, jangan sampai adanya Mafia yang mengotori Birokrasi Di Indonesia terutama Kota Medan.

Menurut informasi saat ini Pablo Putera Benua tinggal menetap di Jakarta, dan sesekali kerap Pulang keMedan mengurusi Pasar Tradisional Miliknya di Tandem Hillir Deli Serdang, dan ini juga menjadi pertanyaan kita semua, jika Pablo Putera Benua Niat membangun kota Medan, mengapa ia harus menetap di luar dari kota Medan? Apakah karena ketakutannya terhadap Pihak - Pihak tertentu yang mungkin memiliki dendam terhadapnya? Apakah ia takut terjadi balas dendam yang dapat berimbas terhadap anak dan istrinya? Hanya dia dan Tuhanlah yang mengetahui Jawabanya.

Nah jika kita lihat dari beberapa profil Pablo Putera Benua yang diberitakan oleh beberapa Surat Kabar di Kota Medan, jujur saya melihat itu merupakan tindakan pencitraan yang berlebihan, sebab, mengapa daftar keterlibatan Benua terhadap beberapa organisasi yang di cantumkan, tidak dicantumkan juga bahwa dirinya adalah Ketua Harian DPP Ikatan Pemuda Karya (organisasi yang kerap melakukan tindakan Premanisme di Kota Medan), atau harusnya dicantumkan juga bahwa dirinya adalah ketua umum LION (Laskar Indonesia Operasi Negara) yang merupakan organisasi Premanisme yang sangat menakutkan di beberapa Daerah di Indonesia

Berikut bukti Struktur Organisasi LION yang saya dapatkan melalui kesbang.

1. DAUD REFRA KEI : adik kandung John Refra Kei (John Kei), preman yang cukup dikenal dan ditakuti juga Terdakwa Kasus Pembunuhan Bos PT. SANEXTILE.

2. HERMANTO SIMANGUNSONG : Pernah dipenjara 1 Tahun akibat terbukti sebagai gembong pengedar Narkoba di Sumatera Utara.

3. PHILIP HATALAIBESSY : Pemuda Asal Ambon yang Pernah menjadi Terpidana Kasus Pembunuhan terhadap Hendrik Sudirman. SH, Seorang Pengacara di Medan Sumatera Utara.

4. IRJEN. POL BOBBY SITEPU. SH. MH : Pernah menjabat sebagai Kabid Serse Polri.

5. EDO WIMANUSIWA : Pemuda Asal Maluku yang Sering memimpin Demo Anarkis disejumlah kesempatan.

6. DAENG. H SULAIMAN. SH : Pemuda Bugis dan Ketua LBH SATRIA Asal Makasar.

7. DONNY MELESOBWA : Pemuda Asal NTT yang baru saja keluar dari Penjara karena kasus pemerasan di Jakarta Barat bersama Hercules Rosario Marshal (Hercules Tanah Abang).

8. IBRAHIM JULLA : Pemuda Asal Bugis dan kerap memimpin demo anarkis bersama Organisasi Islam, ia juga seorang Habeib.

9. GERRY YOSUA BARE : Pemilik Perusahaan Jasa Keamanan PT. ANGKASA RAYA SEJATI.

10. BILLY MANURUNG. SH. MH : Pria Asal Medan dan seorang Pengacara.

Mari kita bayangkan dan cermati bersama, bila orang orang yang penuh dengan kekerasan seperti yang baru saja saya sebutkan diatas dapat dipimpin oleh seorang Pablo Putera Benua, Siapakah Pablo Putera Benua? Samakah dengan mereka?

Jelas di dalam perpatah menyebutkan, gerombolan Singa akan menjadi ganas bila singa yang berada didepan menunjukan keganasanya terlebih dahulu. itulah yang harus kita cermati saat ini.

Apakah pantas Kota Medan dipimpin oleh seorang Preman Bertopeng Politik?

Apakah anda Mau hidup penuh teror? hidup penuh ketakutan? Karena dipimpin oleh seorang Preman.

Mari kita tegakkan Demokrasi di Negeri ini, jangan biarkan para Gerombolan Mafia menguasai kota kita tercinta, jangan biarkan kita diperbudak oleh Preman Berdasi, biarlah orang miskin yang memimpin kota Medan, Biarlah orang Bodoh yang Memimpin Kota Medan, asal martabat Kota Medan tidak dirusak oleh orang kaya dan pintar.


Sumber: Medan Pos

Kamu Mungkin Suka