71 Tahun Lalu Sumbang 10 Gram Emas Untuk Indonesia, Nyak Sandang Terima Imbalannya di Tahun Ini

Catatan sejarah kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari partisipasi seluruh penduduk Indonesia pada zaman itu. Salah satunya adalah Nyak Sandang, kakek berusia 91 tahun yang berasal dari Aceh.

Sponsored Ad

Dirinya sempat viral di bulan Maret 2018 lalu karena Nyak Sandang merupakan satu dari sekian banyak warga Aceh yang menyumbang uang untuk membeli pesawat pertama di Indonesia.


Kisah Nyak Sandang ini berawal saat Soekarno berkunjung ke Aceh di tahun 1948 silam guna mencari dana untuk pembelian pesawat pertama Indonesia setelah kemerdekaan. Mendengar maksud Soekarno, Nyak Sandang bersama orangtuanya menjual sepetak tanah dan 10 gram emas untuk disumbangkan.

Sponsored Ad


View this post on Instagram

Bertemu Nyak Sandang, orang tua kita bersama yang menjadi salah satu orang yang ikut andil menyumbangkan harta kekayaannya untuk membeli pesawat pertama Indonesia. Tahun 1948 Presiden Sukarno berkunjung ke tanah Aceh mencari dana untuk pembelian pesawat pertama setelah Indonesia merdeka. Nyak Sandang yang kala itu berusia 23 tahun bersama orang tuanya menjual sepetak tanah dan 10 gram emas. Hartanya yang dihargai Rp100 pun diserahkan kepada negara. Presiden Sukarno pun menerima sumbangan dari masyarakat Aceh sebanyak SGD 120 ribu dan 20 kg emas murni untuk membeli dua pesawat terbang yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Dua pesawat tersebut merupakan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia Airways. Foto: Biro Pers Setpres

Sponsored Ad

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on


Pada Maret 2018 lalu, Nyak Sandang diperbincangkan lantaran keinginannya bertemu Presiden Jokowi akhirnya terwujud. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Nyak Sandang mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.


Kisah pertemuan ini diunggah oleh Presiden RI yang ke tujuh melalui akun Instagramnya @jokowi kemarin, pada Rabu (21/03/2018). Dalam postingan itu, Jokowi mengatakan bahwa saat itu Presiden Soekarno menerima sumbangan dari masyarakat Aceh sebanyak 120 ribu dolar Singapura (Rp 1,2 juta) dan 20 kg emas murni.

Sponsored Ad

Hasil dari sumbangan itu digunakan untuk membeli dua buah pesawat terbang yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Dua pesawat itulah yang akhirnya menjadi cikal bakal maskapai Garuda Indonesia Airways. Nyak Sandang yang saat itu berusia 23 tahun, harus menunggu 70 tahun untuk mendapat kesempatan bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Sponsored Ad


Satu tahun pasca bertemu Jokowi, Nyak Sandang kembali mendapat hadiah istimewa dari presiden Indonesia.  Dilansir dari Grid.Id, pada Maret mendatang, Nyak Sandang akan melaksanakan ibadah umroh dan dibiayai oleh Jokowi. Nyak Sandang yang merupakan pemilik surat obligasi pembelian pesawat RI 001 Seulawah dijadwalkan akan berangkat umroh pada bulan Maret mendatang dengan dibiayai langsung oleh Presiden Jokowi. Hal ini disampaikan langsung oleh Nyak Sandang kepada wartawan dalam konferensi pers di Banda Aceh, Senin (18/2/2019) kemarin.

Sponsored Ad

"Alhamdulillah saya akan menunaikan ibadah umroh yang dibiayai oleh Presiden Jokowi pada awal bulan depan, saya sangat berterima kasih kepada presiden yang telah memenuhi permintaan saya untuk umroh" katanya. Kini, Nyak Sandang telah mendapatkan tiket keberangkatan dan berbagai perlengkapan dari travel di Banda Aceh. Nyak Sandang juga mengatakan jika semua administrasinya sudah selesai dan tinggal menunggu jadwal berangkat.

Sponsored Ad


"Semua administrasi keberangkatan telah selesai, hanya tinggal menunggu jadwal berangkat termasuk perlengkapan ibadah umroh seperti pakaian, kopor dan lainnya sudah siap" lanjutnya. Nantinya, Nyak Sandang akan menunaikan ibadah umroh bersama Khaidar, anaknya dan menantunya Nailis Safwati. Seluruh biaya keberangkatan umroh Nyak Sandang dan kedua anggota keluarganya itu ditanggung sepenuhnya oleh Presiden Jokowi.

Sponsored Ad

Selain mempersiapkan keberangkatan umroh Nyak Sandang, ternyata Jokowi juga telah mengutus beberapa stafnya untuk melakukan survei ke lokasi pembangunan Masjid di Desa Lheut, Lamno, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Pembangunan masjid ini untuk menepati janji Presiden Jokowi kepada Nyak Sandang saat mereka bertemu awal Maret 2018 lalu. Sebagai tambahan informasi, pada bulan Maret 2018 lalu Nyak Sandang mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Jokowi.

Sponsored Ad


Dalam pertemuan itu, Nyak Sandang mengajukan tiga permintaan kepada Jokowi. Pertama adalah Nyak Sandang meminta bantuan agar ia bisa mendapatkan layanan operasi katarak. Yang kedua, Nyak Sandang meminta Presiden agar mendirikan masjid di kampung halamannya, Lamno, Aceh. Dan yang terakhir adalah Nyak Sandang mengutarakan keinginannya untuk bisa menunaikan ibadah haji.

Namun, untuk permintaan yang ketiga ini Jokowi mengatakan bahwa ibadah haji memerlukan sejumlah persyaratan. Saat itu, Jokowi mengatakan ia akan mengkomunikasikan hal ini dengan Menteri Agama terlebih dahulu. Lalu hari ini, Jokowi sudah memenuhi semua permintaan Nyak Sandang sang penyumbang pembelian pesawat pertama Indonesia.


Sumber : Grid