Ibu Tidak Mau Membelikanku Komputer Baru, Namun Hal Tragis Ini Terjadi dan Aku Menangis Menyesali Semuanya

Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah. Mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan cerita Sompop, seorang anak laki-laki dari Thailand ini.

Ia hanya tinggal berdua dengan ibunya. Hanya menjadi penjual di kantin sekolah membuat mereka hidup pas-pasan. Ibu Sompop sibuk bekerja setiap hari bahkan sampai di rumah.

Sponsored Ad


Sompop rupanya anak yang pintar di sekolah. Hari itu ia mendapat nilai 90 untuk tugas menggambar. Ia menggambar wajah ibunya. Betapa bahagianya saat pulang ke rumah dan memperlihatkan gambarnya ke sang ibu. Sampai rumah, bukannya senyuman yang ia terima, ibu Sompop hanya melihat gambarnya sebentar tanpa berkata apa-apa.

Bocah itu kecewa berat. Ia merobek kertas gambarnya dan mengeluh “ibu gak pernah memperdulikan ku, ia gak punya waktu buat ku”.

Sponsored Ad

Ia bahkan tidak pernah merayakan ulang tahunnya. Ia selalu sabar dengan kehidupannya dan sikap sang ibu yang sangat cuek.

Sponsored Ad

Saat SMA, ia suka menghabiskan waktu di warnet, bukan untuk bermain komputer tapi berlatih menggambar. Namun ibunya datang marah-marah dan bilang kalau Sompop hanya bermain terus.

Ibunya yang marah membuat Sompop ingin menjawab. Pertengkaran pun terjadi di depan teman-temannya.

Sponsored Ad

“Sudah jangan menjawab kamu!” kata ibu Sompop.

Sompop langsung membentak ibunya, “Ibu yang gak pernah dengerin aku!” ia langsung pergi meninggalkan ibunya yang kaget dan hanya bisa mengelus dada.


Hari-hari berlalu, Sompop minta dibelikan komputer untuk menunjang bakat menggambarnya. Namun sayang ibunya yang miskin tidak punya uang untuk komputer. Semua uang habis untuk kehidupan sehari-hari.

Sponsored Ad

“Aku gak pernah minta apa-apa ke ibu, masa sekarang aku minta komputer saja gak boleh.” tanyanya kesal.

“Ibu gak akan belikan kamu komputer.” Jawab ibunya.

Sponsored Ad

Sompop yang murka pun meninggalkan ibunya dengan sebuah perkataan “Ibu gak pernah tau apa yang aku kerjakan, ibu cuma peduli diri sendiri, lebih baik ibu tinggal sendiri saja.”

Sompop pun keluar dari rumah. Ia memulai usaha desainnya dengan meminjam laptop temannya. Dari desain lah ia mendapatkan uang dan hidup mandiri.

Sponsored Ad

Suatu hari, Sompo mendapat telepon bahwa ibunya meninggal. Ia terduduk menangis di pinggir jalan. Ia pulang ke rumah dan menemukan simpanan ibunya di lemari. Di sana ada uang digulung karet dan dilabeli. Salah satu labelnya adalah “Uang Komputer”. Tangis Sompop pecah. Ia mengulang memori bersama ibunya. Bagaimana ia selalu membentak sang ibu. Di situ juga ia melihat gambarannya yang dulu ia sobek, disatukan lagi dengan selotip.

Sponsored Ad

Sompop sekarang sadar bagaimana cintanya sang ibu padanya dulu. Ibu bekerja keras setiap hari untuknya supaya jadi anak sukses. Tapi sayang Sompop tak melihat itu. Sampai akhirnya ia harus kehilangan ibunya selamanya. Ia menangis menyesal dengan semua perbuatannya.

Maka dari itu, sayangilah orang yang menyayangi kita selama jantung ini masih berdetak.

Sumber: YouTube

 

Kamu Mungkin Suka