Inilah "Alasan" Mengapa Pria Memilih Untuk Main Dibelakang daripada Bercerai, Bener-bener Nusuk!

Ketika pernikahan tidak mulus, mengapa pria memilih untuk main dibelakang dan bukan bercerai?


Sponsored Ad

Mungkin ini pertanyaan yang ada di benakmu saat ini. Sebenarnya, pria bisa saja memilih untuk bercerai, tetapi kebanyakan pria memilih untuk cari wanita diluar.

Alasannya hanya satu: Pria yang cerai itu pria yang egois. Mereka tidak mau kehilangan keluarga yang sudah dipunyainya sehingga pria memilih untuk main dibelakang. Mereka tidak berpikir untuk bertanggung jawab di hubungan luar nikah. Mereka ingin memastikan hubungan dengan wanita lain ini pasti atau tidak, baru bercerai.

Sponsored Ad

Ketika pernikahan timbul masalah, mereka yang tidak menyelesaikan dan memilih untuk main dibelakang adalah seorang yang tidak bermoral dan konyol. Memilih untuk menyakiti pasangan dengan cara main dibelakang adalah perilaku yang tidak manusiawi.

Sponsored Ad

Orang-orang yang main dibelakang itu serakah. Dia ingin mempunyai pasangan baik dalam maupun luar pernikahan. Pria yang benar-benar mencintaimu tidak akan melakukan hal seperti ini. Jika dia melakukannya, maka dia mencintai diri sendiri lebih dari dia mencintai dirimu. Ketika ada masalah, yang dipikirkannya hanyalah diri sendiri. Inilah mengapa pria yang main dibelakang tidak dapat dimaafkan.

Sponsored Ad

Ada seorang wanita berkata, "Aku sedang hamil dan 2 bulan lagi akan melahirkan. Namun dia malah menggunakan kesempatan ini untuk main dibelakang. Pria seperti ini harus aku maafkan atau tidak?"

Ini bukannya berarti wanita itu kurang baik atau salah wanita itu. Tetapi pria itu terlalu kejam. Pria yang berani main dibelakang saat istrinya sedang hamil itu adalah pria teregois dan terserakah yang pernah ada. Pria semacam ini tidak merasa malu. Disaat dia mulai main dibelakang, dia sudah tidak bisa dipercayai dan dimaafkan.

Sponsored Ad

Untuk pria yang telah mengkhianati pernikahan, pernahkah kamu berpikir berapa besar kerusakan yang kamu berbuat demi diri sendiri? Kamu seperti sedang menaburkan garam diatas luka orang lain. Tindakan kamu sangat memalukan.


Sponsored Ad

Seorang pria setengah baya juga pernah mengatakan kebenaran yang tidak diketahui para wanita. Panggil saja Hanhan. Hanhan sudah berusia 40 tahun dan telah melihat segala sesuatu dengan jelas.

Ketika ditanya pertanyaan yang sama, Hanhan menjelaskan bahwa perilaku main dibelakang terkait dengan nafsu dan keserakahan pria itu sendiri.

Sponsored Ad

Pria hanya bisa berbicara tentang hubungan ketika hubungan mereka stabil. Namun ketika ada masalah, mereka akan merasa bahwa rumput tetangga terlihat lebih indah dan mulai mencari sesuatu di luar sana. Ini adalah caranya untuk menghindari tanggung jawab dan memaafkan dirinya.

Hanhan sendiri juga berkata bahwa pria yang main dibelakang tidak dapat dipercaya. Orang-orang seperti ini hanya memikirkan diri sendiri sehingga mudah untuk berkhianat.

Sponsored Ad

Dia juga mengatakan bahwa laki-laki berani main dibelakang untuk mencari kesegaran dan sensasi yang berbeda. Pada awalnya, mereka tidak berniat untuk cerai, namun semakin dalam hubungan mereka, perceraian pun semakin mendekat.

Bagi wanita yang pernah dilukai oleh laki-laki, jangan memikirkan untuk mengampuni mereka. Pria yang sudah main dibelakang tidak layak untuk dimaafkan. Pria yang bertanggung jawab kepada rumahnya tidak akan memilih untuk main dibelakang.

Sponsored Ad


Selain itu, orang-orang yang berani main dibelakang memiliki karakteristik khas yaitu egois, mudah dikendalikan oleh keserakahan, kurangnya kemampuan pengendalian diri, mencintai diri sendiri lebih dari istri dan anak-anak cinta, menempatkan kebahagiaan mereka di atas rasa sakit orang lain, suka berbohong dan bahkan menikmatinya.

Apakah seorang pria yang memenuhi karakteristik ini dapat dipercaya? Tentu saja tidak. Ini juga alasan mengapa pria yang main dibelakang tidak layak untuk dimaafkan.

Hanhan mengucapkan satu kalimat yang membuat semua wanita berpikir, "Orang-orang yang main dibelakang itu sangat egois. Mereka bahkan tidak berpikir tentang memberi kekasih tanggung jawab. Mereka hanya ingin mendapatkan kenyamanan dari sang kekasih. Tentu saja, mereka juga tidak ingin kehilangan istri mereka. Jika mereka tidak ingin berhubungan dengan istri mereka, maka perceraian sudah dilakukan dari awal."

Para wanita yang pernah diduakan oleh suaminya itu sangat kasihan. Yang salah sang suami, namun yang sengsara adalah istri. Setelah itu, mereka juga susah untuk berjalan keluar dari kesedihan mereka.


Disini, kami ingin mengingatkan mereka yang ingin atau sedang main dibelakang:

Jika hubungan pernikahan kamu dengan istrimu sudah tidak bisa diselamatkan lagi, maka bercerailah. Jangan main dibelakang hanya untuk kesenangan sendiri. Jika kamu benar-benar ingin bercerai, lakukanlah dengan jantan. Bercerai terlebih dahulu baru cari pasangan yang baru. Jangan menempatkan kebahagiaan kamu diatas kesengsaraan orang lain. Cara ini sangat tidak manusiawi.

Kami juga ingin menghibur para istri yang terluka. Ini bukan kesalahan kamu, tetapi pria yang egois itu ingin mendapatkan semuanya. Bagaimanapun juga, jangan menggunakan kesalahan orang lain untuk menyiksa diri sendiri. Jika suamimu menyakitimu, terimalah dan cintailah diri sendiri.

Sumber: gtpositive

Kamu Mungkin Suka