​Panik Bakal Diciduk Ahok Karena Jadi Mafia Migas, Syahrini Kaget Mertuanya Rugikan Negara Ratusan Miliar

Pasangan kontroversial, Syahrini dan Reino Barack lagi-lagi mencuri perhatian publik.

Namun, kali ini bukan tentang kabar miring keduanya, melainkan ayah mertua Syahrini yang kini tengah dituding sebagai bagian dari mafia migas.

Sponsored Ad

Bahkan, publik sampai berharap Rosano Barack akan diciduk oleh Ahok yang kini telah menjabat sebagai komisaris utama.

Diketahui, Syahrini sering membanggakan memiliki mertua tajir seperti Rosano Barack.

Usai menikah dengan putra Rosano, Reino Barack, Syahrini merasa bersyukur bisa mendapatkan fasilitas mewah berupa jet pribadi.

Dalam sebuah artikel menyebutkan ayah Reino sendiri ternyata pernah tersangkut kasus hukum.

Situs Seword kembali mengulas soal kedekatan Rosano dengan keluarga Cendana.

Sponsored Ad

Dalam artikel soal mafia migas, Seword mengungkap kasus Rosano yang terkait dengan Pertamina dan diduga merugikan negara senilai ratusan miliar rupiah.

Sponsored Ad

Dilansir dari hukumonline.com, kasus proyek pipanisasi BBM di Jawa diawali dari laporan Pertamina yang ditindaklanjuti Kejagung bahwa telah terjadi penggelembungan klaim nilai kerja yang diajukan oleh PT TBT, saat mengerjakan proyek Pembangunan Pipanisasi BBM di Jawa.

Pihak TBT yang dalam kontrak Build and Transfer Agreement (BTA) bersedia membiayai pembangunan ternyata malah mengajukan kompensasi setelah menghentikan proyeknya kasus Pipanisasi Jawa.

Sponsored Ad

Saat itu, sosok bernama Rosano Barack yang merupakan bos PT Triharsa Bimanusa Tunggal santer diisukan sudah menjadi tersangka bersama mendiang mantan Dirut Pertamina, Faisal Abda'oe, di era 2001.

Penghentian itu karena TBT berkilah tidak mampu mencari dana luar negeri akibat lahirnya Keppres No. 89 Tahun 1991.

Atas penghentian proyek tersebut, PT TBT mengajukan klaim kompensasi berupa work value (nilai kerja) sebesar 14,5 persen dari proyek tersebut atau sekitar USD31 juta.

Sponsored Ad

Namun berdasarkan penghitungan dari Pertamina, nilai kerja TBT hanya sebesar 6 persen atau sekitar USD14 juta.

Sponsored Ad

Akibat hal itu, negara dirugikan sekitar USD17 juta atau sekitar Rp 239 miliar hingga USD20 juta atau sekitar Rp281 miliar.

Sejumlah netizen lantas menyindir mertua Syahrini bakal kena ciduk setelah Ahok terpilih sebagai komisaris utama.

"Mudah2 an ahok membuka kembali kasus korupsi migass.. bila perlu di penjara aja si sanyo yg udah pake tongkat itu.. wkwkkwkwkkw .amin .. ini akun ghibah ,,jd tolongg jgn ada yg ceramah dan komen " doa yg baik kembali kpd kita"..wkwkkwkwkw. gue paham betul soal itu tapi ini akun ghibah," kata devonaaaaaaaa_mini via akun danu99nyinyir.

Sponsored Ad

@rimapirdaus: "Allah maha adil ,, merendah kan luna maya akhirnya allah perlihatkan juga tuh keburukan2 org yg sho suci itu"

@sakura_elex: "jadi ingat ramalan mbk endang tarot waktu si bogel baru nikah kartu KARMA menghiasi hidup si bogel hidup gk tenang dlm bayang bayang karma"

Sponsored Ad

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tetap memilih mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menjadi Komisaris Utama Pertamina.

Peneliti Alpha Research Database Indonesia Ferdy Hasiman bahkan berpendapat, Ahok yang notabene-nya adalah seorang eksekutor lebih cocok menjadi Direktur Utama bukan komisaris utama.

Sementara tugas komisaris bukan di operasional, tetapi melakukan pengawasan terhadap direksi dan mengevaluasi program kerja.

Sponsored Ad

Meski demikian, Ferdy menyebut bahwa nama Ahok tetap bisa menggentarkan para mafia.

"Meskipun komut, para mafia harus hati-hati, karena penunjukan Ahok adalah upaya Jokowi berperang melawan mafia migas yang sudah lama bercokol di Pertamina," kata Ferdy dalam siaran pers, Minggu (24/11/2019) dikutip dari Kompas.com.

Menurut dia, posisi komut bagi Ahok penting untuk mencegah intervensi non-korporasi, intervensi politik, maupun intervensi mafia ke Pertamina.

Sebab Komut lah yang akan mengevaluasi dan mengawasi kerja direktur utama.

Oleh karena itu, para direktur juga disarankan untuk bekerja dengan baik, mengingat Ahok berani mengeksekusi.

"Direktur-Direktur Pertamina juga harus bekerja dengan baik, karena Ahok itu berani menelanjangi Dirut berkinerja buruk ke publik. sama seperti ia menelanjangi para koruptor ke publik," ucapnya.

Di sisi lain kata Ferdy, dipilihnya Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina karena Jokowi belajar dari kegagalan Pertamina melakukan peremajaan kilang Balongan, kilang Cilacap, Kilang Duri, dan beberapa kilang lainnya untuk mengurangi impor.

"Jokowi juga belajar, percuma saja menempatkan komisaris mantan petinggi militer dan mantan menteri BUMN di Pertamina, tetapi tidak bisa membantu dalam proses pengawasan," tutur Ferdy.

Direktur-direktur yang sebelumnya pernah menjabat, belum menunjukkan kinerja apik karena produksi minyak dan gas turun.

Padahal, Presiden telah memberikan hak kelola Blok Mahakam dari total E&P.

Begitu pun Blok Rokan dari Chevron Indonesia dan beberapa blok Migas yang dioperatori pihak asing ke Pertamina.

"Untuk itulah, Ahok yang menjadi tangan kanan Presiden Jokowi di Pertamina wajib hukumnya berperang melawan mafia," sebutnya.


Sumber: grid.id

Kamu Mungkin Suka