Syyokk dan Stres Lawan Nikita Mirzani, Elza Syarief Panggil Psikolog! Netter: Lebay

Pengacara Elza Syarief mati-matian ingin membuat aktris Nikita Mirzani mendekam di penjara. Bahkan ia telah menyambangi Mabes Polri untuk melaporkan tindakan Nikita padanya dalam sebuah acara talkshow.

Usai secara terang-terangan dimaki-maki oleh Nikita di acara talkshow tersebut, Elza mengaku langsung jatuh sakit hingga saat ini. Bahkan untuk memulihkan rasa stresnya lantaran menghadapi amarah Nikita Mirzani, pengacara 62 tahun ini sampai harus memanggil psikolog guna memulihkan kesehatannya yang langsung drop seketika.

Sponsored Ad

"Saya memang sakit ya. Kejadian itu membuat saya syok jadi trauma dan mengalami stres berat, hingga saya memanggil psikolog untuk kembalikan kesehatan saya, kejiwaan saya, traumatik ini karena kejadian itu. Saya kan korban, akibatnya saya hampir setiap hari muntah, enggak bisa makan," ungkap Elza Syarief saat ditenui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

Sponsored Ad

"Sekeluarga juga jadi nangis terus melihat kondisi saya. Untung saya selalu mendekatkan diri kepada Allah, sehingga saya selalu dibuat kuat untuk terus bisa melakukan upaya-upaya hukum, pengembalian harga diri saya, saya juga mulai menyiapkan setelah ke dokter, besok atau lusa di pidana umum," sambungnya.

Sponsored Ad

Sementara itu, Elza mengungkap bahwa dirinya tak akan membawa kasusnya dengan Nikita Mirzani hingga ke presiden. Sebab, ia merasa permasalahannya dengan Nikita bukanlah hal berat yang harus turut dipikirkan oleh Orang Nomor Satu Indonesia.

Sponsored Ad

Namun, Elza akan mempermasalahkan perlakuan serta kalimat dari mulut Nikita hingga ke presiden. Pasalnya, Nikita dianggap melontarkan kata-kata kasar serta ingin menyakiti fisik Elza dengan melemparkan telepon genggam serta kacamata.

Sponsored Ad

"Ya kan bukan dia yang dilaporin (ke presiden), aduh ketinggian, siapa musti dilaporin, urusan polisi lah. Ini kan masalah penyelenggaraannya dan saya yakin Dewan Pers dan KPI akan bertindak sesuai aturan hukum," tuturnya.

"Ini yang mau saya lapor kepada presiden, jangan sampai bikin cerita bahwa ngelempar orang dengan HP walau enggak kena, terus itu kan pengancaman pada diri saya. Saya sendirian di sana dan tidak di-stop dan malah ditayangkan. Itu kan pelecehan perempuan dan ke profesi advokat, jadi ya suruh belajar lagi deh soal pidana," pungkasnya.


Sumber: LineToday

Kamu Mungkin Suka