"Anak Merengek" Gak Dibelikan Mainan. Tapi Ibu Membalas dengan "1 Kalimat SAKTI"!

Banyak ibu sering berbagi pengalaman di media sosial, dimana mereka tidak berani membawa anaknya pergi ke supermarket.

「child in mall」的圖片搜尋結果

Pasalnya ketika anak dibawa ke supermarket, maka anak akan meminta ini dan itu. Jika permintaan anak tidak diikuti, maka anak akan merengek nangis.

Sebenarnya banyak orangtua yang tidak tahu bagaimana cara menenangkan saat anak menangis. Yang pada akhirnya orangtua hanya bisa menyerah dan menuruti keinginan anak.

Oleh karena itu, pertama kita harus memahami dulu mengapa anak berusia 3-5 tahun sukanya menangis.

Sponsored Ad


Memasuki usia 3-5 tahun perkembangan pikiran anak relatif baik. Mereka sudah mengerti akan sebuah kebenaran dan alasan.

Sponsored Ad

Anda harus mengerti bahwa sebagian besar anak menangis bukan karena sebuah alasan, melainkan mereka menangis dengan disengaja. Mereka tahu saat menangis, hal itu akan membuat Anda menyerah dan mengalah. Ini adalah senjata yang anak gunakan untuk 'mengalahkan' orangtuanya.

Sebuah cerita dari seorang ibu bernama Ibu Yani. Ia memiliki seorang anak laki yang menyukai Transformers.


Sponsored Ad

Baru 2 minggu yang lalu Ibu Yani membelikan pajangan Transformer kepada anaknya.

Namun saat ia pergi ke mall, anak itu meminta Ibu Yani untuk membelikan mainan lagi. Sontak Ibu Yani menolak dan anak itu memulai aksinya dengan menangis.

Tahukah respon apa yang Ibu Yani lakukan?

「ibu gendong anak」的圖片搜尋結果

Dengan tegas Ibu Yani menggendong anaknya dan membawa ia pulang ke rumah. Tangisan putranya itu sempat membuat banyak orang di mall prihatin. Tapi Ibu Yani belajar untuk tidak berkompromi dalam mendidik anak.

Sponsored Ad

Sesampainya di rumah, keadaan semakin sengit. Saat sang anak sudah mulai tenang, dan Ibu Yani memandanginya dari jauh, anak itu akan kembali menangis.

 

Sponsored Ad

Hal ini menandakan bahwa sebenarnya anak itu tidak mau menangis, tapi semata-mata ingin melakukan kompromi dengan ibunya.

Setelah beberapa menit, tangisan anak itu mulai reda. Ibu Yani pun membawanya jalan-jalan sambil membelikan makanan ringan.


Sponsored Ad

Di situlah Ibu Yani memberikan perhatian dan rasa sayangnya, sambil mengevaluasi peristiwa tadi di mall. Ibu Yani juga mengajarkan apa yang benar dan salah kepada anaknya.

Anak itu pun tersadar bahwa menangis tidak memberikan jalan keluar apapun. Anak itu mulai berbalik dan menjawab setiap pertanyaan Ibu Yani. Bahkan anak itu mau memberikan alasan mengapa ia menginginkan mainan tersebut.


Sponsored Ad

Dengan kejadian yang dialami Ibu Yani, para psikolog memberikan pujian kepada Ibu Yani. Ia bisa memiliki komunikasi yang dan bisa menyelesaikan masalah dengan tegas.

Setiap kali menemukan masalah, pasti Ibu Yani akan berkomunikasi baik dengan anaknya. Sehingga ketika anak itu tumbuh dewasa, ia akan jadi pribadi yang mempertahankan komunikasi dan mudah bergaul.

Cara berkomunikasi dengan anak:


Sponsored Ad

1. Ketika anak menangis, ingatlah 3 hal : jangan pukul, jangan meninggalkannya, jangan ceramah.

2. Rasa marah pada anak harus diredakan dengan waktu yang tepat. Dan rasa kemarahan anak harus dituntaskan secara menyeluruh.

3. Biarkan anak-anak mengerti bahwa nangis itu tidak ada gunanya. Hanya komunikasi yang baiklah dapat menyelesaikan masalah secara efektif.

Sumber: Micelle 

Kamu Mungkin Suka