Apa yang "Dikorbankan" Wanita Demi Pernikahan? Artis Ini Ungkap "Kebenarannya"!

Banyak orang yang merasa iri kepada artis Taiwan, Matilda Tao.


Sponsored Ad

Setelah menikah dengan suaminya, Li Liren, kehidupan Matilda Tao tampak bahagia dan harmonis. Matilda sering mengunggah fotonya bersama dengan suami dan kedua anaknya Doudou dan Xiaolong.


Sponsored Ad

Namun apakah kebenarannya seperti itu?

Di acara 妻子的浪漫旅行 (Perjalanan romantis istri), Matilda mengungkapkan kebenaran dari pernikahannya.

Ketika berbicara sampai kedalaman hatinya, Matilda tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menangis.

Sponsored Ad

Di acara tersebut, artis Lisha Cheng mengaku bahwa dia merasa sangat tertekan. Dia tidak syuting selama 10 tahun demi keluarganya.

Sponsored Ad

Matilda seakan-akan bisa mengerti perasaan Lisha dan berkata kepada suaminya Lisha, Guo Xiaodong, "Lisha pasti sangat mencintai kamu. Dia juga merasa bahwa hal yang dilakukannya ini sangat menyenangkan dan bahagia. Tetapi kita para wanita cenderung menyegel mimpi kita dan menempatkannya di sudut ruangan."

Semakin berbicara, suara Matilda semakin memberat, "Orang-orang bertanya mengapa kamu ingin begitu lama baru mengadakan konser. Aku hanya bisa menjawab karena selama ini, aku harus merawat anak-anakku."

Sponsored Ad


Matilda kemudian mengingat proses dia hamil dan melahirkan. Dia berkata bahwa dia bahkan tidak ada tenaga untuk bernyanyi. Dia merasa seperti orang yang gagal di studio.

Sponsored Ad

Perutnya sudah longgar, tetapi dia masih harus merawat anak-anak. Dia sudah tidak punya waktu untuk pergi ke gym dan mendapatkan tubuhnya yang seperti dulu.

Matilda tidak menyangkal upaya para pria, tetapi dia hanya berharap bahwa para pria dapat lebih peduli terhadap istri mereka, "Aku pilih itu seperti penyesalan tetapi tidak tidak menyesalinya karena dia mencintaimu."

Sponsored Ad

Mendengar kata-kata Matilda, Guo Xiaodong berkata, "Aku harap aku adalah orang yang layak baginya."

Sponsored Ad

Pria, wanita dapat memberikan kamu keluarga dan segalanya. Mereka tidak berharap kamu memberi lebih, selama kamu peduli dan perhatian, maka semuanya sepadan.

Wanita selalu harus memilih satu antara karir atau keluarga. Ini bukan hanya dilema pribadi wanita, tetapi dilema seluruh masyarakat dan budaya yang diberikan kepada wanita.


Sponsored Ad

Ada buku yang menuliskan bahwa wanita di Prancis membawa anak-anak mereka ke tempat kerja. Ketika mereka ingin melakukan sesuatu, masyarakat dan negara berjuang untuk membantu mereka, bukannya menyuruh mereka berkorban dan bersabar.

Jika masyarakat membuka kursus, mereka juga akan membuat layanan penitipan bayi sehingga ibu dapat belajar dan beristirahat sementara dari peran ibu mereka.


Di hari kerja, suami istri juga dapat menitipkan anak untuk menonton film dan menghadiri pertemuan.

Mereka terbiasa menitipkan anak kepada tetangga, ini juga dapat menghasilkan uang saku buat gadis yang membantu menjaga anak.


Namun, hal ini tidak populer di keluarga Asia. Banyak ibu yang khawatir jika anaknya dititipkan ke orang lain. Mungkin karena ini juga, wanita harus pilih salah satu antara karir atau menjadi seorang ibu.

Apa yang paling ditakuti oleh masyarakat adalah pria mengatakan bahwa wanita tidak melakukan apapun di rumah, padahal wanita sudah membuang impian dan masa depan mereka.


Pada kenyataannya, menjaga anak itu tidak mudah, tetapi sangat melelahkan. Wanita bahkan tidak punya waktu untuk membaca buku.

Semoga para pria bisa memahami kesulitan wanita menjaga anak-anak. Wanita juga harus belajar untuk mencintai diri dan beristirahat.

Sumber: fun01.live

Kamu Mungkin Suka