Sudah 102 Tahun, Dia Malah Masukin Anaknya ke Panti Jompo. "Alasan Dibaliknya" Mengharukan!

Zaman sekarang banyak sekali anak yang dengan alasan "sibuk kerja" menganggap orang tua yang sudah lanjut usia sangat merepotkan, sehingga memasukkan orang tua ke panti jompo. 

Tapi apa kamu pernah mendengar seorang ayah yang memasukkan anak ke panti jompo?

Sponsored Ad

Seorang ayah yang berusia 102 tahun bernama Dattatraya ingin memecahkan rekor menjadi orang yang hidup terlama di dunia. 

Dattatraya sangat menyukai kehidupannya dan suka berinteraksi dengan orang-orang. Sifatnya yang sangat ceria dan bersemangat membuat dirinya awet muda dan panjang umur.

Sponsored Ad

Dia yang masih sehat sentosa bahkan masih bisa bermain sepak bola. Dia kelihatan lebih energik dari anak-anak yah?!

Sponsored Ad

Masalah satu-satunya Dattatraya adalah anaknya, Babulal yang sudah 75 tahun. Sifat anaknya kebalikan banget dengan ayahnya. Babulal sangat melankolis, hidup dengan membosankan dan memancarkan aura negatif. 

Dattatraya merasa kalau hidup bersama Babulal yang negatif terus, dia tidak akan panjang umur. Karena itulah dia ingin menjadi "Orang pertama yang memasukkan anak ke panti jompo".

Sponsored Ad

Namun tentu saja Babulal tidak ingin ke panti jompo. Siapa sih yang bakal senang kalau dimasukkan ke perumahan yang asing?

Dattatraya akhirnya memberikan misi untuk Babulal. Bila Babulal berhasil memenuhinya, dia tidak akan dimasukkan ke panti jompo.

Sponsored Ad

Babulal harus menulis surat cinta kepada mendiang istrinya, dan harus menggunting dan merusak selimut bebek favoritnya.

Sponsored Ad

Dengan sangat tidak rela, Babulal melakukan semua misi itu demi tidak dimasukkan ke panti jompo. Namun, selama itu juga, Babulal terus mengatakan ketidakpuasannya kepada sang ayah.

Di dalam surat cinta kepada mendiang istrinya, Babulal menuliskan kegilaan ayahnya.

Sponsored Ad

Sebaliknya, Dattatraya merasa sangat gembira akan apa yang dilakukan anaknya. Selama melakukan misi-misi itu, Babulal telah berhasil menemukan kembali semangat hidup yang sudah hilang itu.

Setelah begitu banyak misi dilakukan Babulal Kini Dattatraya akhirnya memberikan Babulal misi terakhir yang membuat Babulal hampir gila.

Sponsored Ad

"Saat anakmu (anak Babulal) yang durhaka itu datang, kamu harus mengusirnya."

Sponsored Ad

Babulal mempunyai seorang anak laki-laki. Demi memberikannya masa depan yang baik, Babulal telah mengorbankan segalanya untuk anaknya. Siapa sangka, sekali anaknya ke Amerika, dalam 30 tahun ini anaknya tidak pernah pulang dan hanya akan menelepon 1, 2 kali setahun.

Bahkan pas Babulal sakit, anaknya juga tidak bersedia pulang menjenguk. 30 tahun itu bukanlah waktu yang singkat.

Siapa sangka Dattatraya yang pintar mengetahui isi hati anak dari Babulal. "Yang anakmu inginkan adalah warisan kekayaanmu saja."

Babulal sempat marah akan ucapan ayahnya, namun benar saja, begitu mengatakan "warisan", sang anak langsung mengubah jadwal kerjanya dan pulang menemui Babulal.

Babulal selalu membohongi diri sendiri, mengatakan bahwa anaknya hanyalah sibuk dan tidak bisa pulang saja. Ia menganggap Dattatrya hanyalah berniat merusak hubungan ayah anak mereka.

Dattatraya tentu saja merasa sedih melihat pengorbanan Babulal terhadap anaknya tidak dianggap sama sekali. Babulal terlalu mementingkan anaknya, segala yang baik selalu diberikan ke anaknya.

Untuk membuka pikiran Babulal inilah, Dattatraya memberikan misi-misi itu.

Babulal dan Dattatraya memang ayah anak yang sifatnya berbeda satu sama lain. Bila dibandingkan dengan kehidupan Dattatraya, hidup Babulal sangatlah kacau. 

Babulal yang di dalam TV merupakan cerminan dari kita. Semakin kita tua, kita akan semakin takut mati, tapi juga takut untuk hidup.

Hidup kita dilewati dengan sangat membosankan, tapi kita tidak berani mengubahnya. 

Kita hanya teringat akan masa lalu yang bahagia, dan tidak berani menghadapi masa depan. Karena terbayang-bayang akan keindahan masa lalu, kita pun hidup diselimuti kesuraman. 

Babulal sangat beruntung mempunyai ayah yang "nakal" seperti Dattatrya ini. Memasukkan Babulal ke panti jompo dan mengeluarkan misi,  sebenarnya hanyalah rencana Dattatraya untuk membuat Babulal menyadari makna hidup dan kembali semangat.

Menulis surat cinta untuk mendiang istri adalah agar Babulal bisa mengucapkan selamat tinggal dengan baik, mengutarakan pesan yang belum sempat diungkapkan.

Menggunting selimut yang sudah dipakai 60 tahun itu adalah agar Babulal bisa tidur nyenyak dalam kondisi apapun, tanpa selimut itu pun bisa tidur nyenyak.

Kenyataan kalau anak nggak berbakti juga pelan-pelan dimengertinya.

Awal dari film ini sih, terlihat Dattatraya hanya mengancam Babulal untuk ke panti jompo. Tapi sebenarnya Dattatraya ingin menyadarkan Babulal untuk bisa menikmati hidup ini.

Hiduplah dengan bermakna, karena siapa yang tahu apa yang akan terjadi di detik berikutnya? Syukurilah setiap momen yang sedang berlangsung, dan jangan pernah tinggalkan penyesalan.

Film ini berjudul 102 Not Out, bertema tentang kekeluargaan dan makna hidup.

Trailer filmnya:

Sumber: foyuan

Kamu Mungkin Suka