Alami KDRT, Karen Idol Grebek Apartemen Marshanda Usai Tuding Slingkuh Dengan Suaminya, Begini Kronologinya : "Saya Disiksa"

Marshanda disebut-sebut menjadi selingkuhan suami Karen Idol, Arya Claproth. Saking kesalnya, Karen bahkan sampai menggerebek apartemen Marshanda belum lama ini.

Saat ditemui  di kawasan Taman Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (26/11) Karen pun buka-bukaan. Ia mengungkap kronologi kecurigaan suaminya berselingkuh hingga menggerebek apartemen mantan kekasih Baim Wong itu.

Sponsored Ad

"Kejadiannya tanggal 8 September saya dan suami cekcok, ada tindakan KDRT yang sudah saya laporkan juga ke Polrestabes Bandung," ungkap Karen. "Pada saat itu, baju saya dirobek, saya dibekap dengan baju yang dirobek dari badan saya."

Kejadian itu berlangsung cukup lama. Beruntung, aksi penganiayaan itu berakhir saat dihentikan anaknya.

"Intimidasi itu dilakukan dari jam 11 malam sampai jam 05.30 pagi, berakhir saat mbak saya ambil video itu, ada bukti saya mendapatkan tindak KDRT," lanjut Karen. "Lalu mbak saya bangunkan anak saya, anak saya menyelamatkan saya, bangunkan saya dari tangga, berteriak minta bapaknya untuk stop aniaya saya."

Sponsored Ad

Alih-alih amarah Arya mereda, ia malah naik pitam hingga membawa pergi anak mereka. Tak ingin kehilangan sang anak, Karen terus menghubungi sang suami.

Sponsored Ad

"Lalu saat itu juga, dalam keadaan syok dan tertekan, suami bawa anak saya pergi dari rumah orangtua saya di Bandung," terang Karen. "Setelah anak saya dibawa, saya cari. Saya diputus kontaknya, enggak diangkat telpon saya, enggak bisa cari anak saya kemana-mana."

Karen lantas meminta bantuan saudara-saudaranya. Ia ingin tahu dimana Arya membawa pergi anak mereka.

"Sebagai ibu saya kehilangan anak saya. Dari 8 September sampai 28 Oktober mereka berada di apartemen Aspen di Fatmawati," lanjut Karen. "Saya sangat mengenal tempat itu dan tahu siapa yang tinggal di tempat itu."

Sponsored Ad

Karen sempat mengonfirmasi kebenaran info tersebut di penjaga keamanan apartemen. Tidak sendirian, ia ditemani adik, polisi hingga perwakilan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) (lembaga perlindungan anak indonesia).

"Saya telepon intercom di atas, sudah tahu itu apartemen milik Marshanda atas nama ibu Rianti Sofyan, ibunya," kata Karen. "Jadi saya sangat terkejut saat itu, karena mobil itu diikuti dari rumah ayahnya, akhirnya berhenti di Aspen, saya langsung datang ke Aspen."

Sponsored Ad

"Tapi enggak langsung gerebek, saya persiapkan dulu. Saya datang besoknya, saya tunggu dari pagi, saya telepon intercom di atas 'pak arya ini ada istrinya dibawah mencari anak'. Dia bilang, 'saya enggak ada urusan dengan orang itu' padahal saya masih istrinya," kenang Karen. "Walau sudah sekapat berpisah. Kalau merasa benar kenapa kabur, ke parkiran kabur saya loncat ke depan mobil. Saya ditabrak mobil saat itu. Kejar-kejaran di parkiran. Akhirnya dipalang sama adik dan mbak saya."

Sponsored Ad

Akhirnya Karen berhasil mengambil anaknya. Aksi saling tarik pun terjadi, tapi Karen bersikeras membawa anaknya.

"Akhirnya saya berhasil untuk mengambil anak saya pada saat itu. Saya buka pintunya, saya tarik anak. Anak saya sudah nangis-nangis di dalam karena sudah lama enggak ngelihat ibunya," ujar Karen. "Anak saya saya ambil terus dia langsung turun . Tidak, ini anak saya, anak saya."

Kini Karen tidak ingin anaknya merasa trauma dengan perbuatan sang suami. Kendati demikian ia tidak habis pikir mengapa sang suami dan anaknya bisa ada di apartemen Marshanda.

Sponsored Ad

Netizen : "Semoga tdk menjadi orang ketiga di dunia nyata ya marshanda. Cukup jadi orang ketiga di SCTV,,🤔, Coba dipikir ulang. "Kenapa dia gak pulang ke rumah ortu?" Kalo misalnya dia bawa anaknya doang,kalo pulang pasti ditanya "kok gak dibawa istrinya? Lagi ada masalah?" trus itu piye jawabnya?? Yo mosok jawabnya "lagi cekcok", pasti si suami langsung dimarahi habis-habisan. Kalo lagi marah ditambah dimarahin bisa nambah kacau. "Kenapa tempatnya si mba marshanda?". Lah katanya mba nya temenan. Kalo orang marah pikirannya kacau,orang pertama yang terpikir mungkin si mbanya, jadi dia minta tolong., Ya kalau sahabatan, terus ngerasa sahabatnya butuh tempat ya pasti dikasih lah. Disewain murah. Masa kayak gitu enggak masuk akal 😐, Lah gimana sih, semuanya ga masuk akal kalo lagi emosi. Yang namanya nyewa mah masuk akal aja bukannya?"

Sumber : Line Todaywow keren

Kamu Mungkin Suka