"Aku Ambil Barangmu Dulu, Kalau Gak Laku, Boleh Dibalikin?" Jawaban Bos NGENA!

Dalam kenyataan, siapapun yang bersama kamu itu sangat penting dan bahkan bisa mengubah jalan hidup kamu. Sukses dan gagalnya hidupmu itu sangat bergantung dengan siapa kamu hidup.

Jika kamu hidup dengan orang yang rajin, maka kamu tidak akan malas. Jika kamu bersama dengan orang yang aktif, maka kamu akan lebih bersemangat. Bersama dengan orang yang bijak, kamu akan menjadi seseorang yang luar biasa, hidup ditemani orang high class juga akan membuat hidup kamu menjadi ikut naik. Ada satu kalimat yang sangat benar: "orang yang bisa bersikap dengan baik, dijamin bisnis yang dijalankannya pun tidak akan buruk."

Sponsored Ad

Ada seorang pelanggan bertanya: Aku ambil barangmu buat dijual sendiri, kalau tidak terjual, bolehkah aku kembalikan?

Kalau begini, saya sarankan sebaiknya kamu tidak mengambil barangnya karena dengan sikap seperti ini, kamu berarti yakin bahwa barangmu gak bakal terjual. Kamu aja gak yakin pada diri sendiri dan tidak ada keberanian untuk mengambil barang, ada alasan lain apa yang bisa membuat saya yakin bahwa kamu bisa menjual barang itu?

Sponsored Ad

Kalau kamu ingin beruntung, maka kamu harus bisa menerima dirimu sendiri terlebih dahulu. Jadi, bagi kamu para pelanggan yang ingin menghasilkan uang, kamu harus memastikan dulu targetmu seperti apa baru memposisikan diri sendiri. Karena pengembalian itu perlu dibayar terlebih dahulu. Kalau kamu saja tidak punya keberanian untuk membayar terlebih dahulu, maka janganlah bermimpi lagi untuk punya banyak uang, dll.

Karena kita berharap dengan adanya pelanggan yang memiliki keberanian dan ambisius untuk maju, kita baru bisa bekerja sama dengan baik dan juga saling menguntungkan.

Sponsored Ad

Ada kalimat seperti ini: uang itu dihasilkan oleh kita sendiri, gak ada barang yang tidak laku, yang ada hanyalah orang yang tidak bisa menjual barang.

Semua pelanggan itu gak hanya membeli barang kamu, tapi juga menjual sikap kamu. Karena dengan sikap dan keyakinan kamu, pelanggan akan percaya padamu dan juga sama barang yang kamu jual. 

Banyak penjual yang mengalami hambatan terhadap diri sendiri di awal-awal menawarkan produk mereka. Pada saat ini yang kamu butuh penyesuaian waktu yang tepat, baru bisa sukses menjualkan produkmu.

Sponsored Ad

Contoh:

Adit adalah seorang salesman yang ditugaskan untuk pergi ke perusahaan minyak. Suatu hari, dia mengunjungi seorang bos yang awalnya berkarir di bidang sales juga. Bisa berhubungan dengan klien seperti ini gak hanya bisa meningkatkan performanya, tapi juga bisa meminta klien ini untuk berbagi pengalaman tentang pekerjaannya dulu sebagai salesman.

Sesampainya dia di depan perusahaan klien ini, sebelum mengetuk pintu, Adit berpikir: hari ini bisa masuk apa gak ya? Karena sebelumnya dia sudah mengunjungi sebanyak 5x dan sebanyak 4x ia ditolak dengan alasan kliennya ini sibuk. Awalnya, Adit merasa ragu, tapi dia teringat akan pencapaiannya yang sangat sedikit. Kalau ia tidak masuk sekarang, maka ia bakal menyesal nantinya.

Sponsored Ad

Karena sebelumnya sudah ditolak 4 kali, meskipun Adit sangat ingin mendapatkan kesempatan ini, tapi di lubuk hatinya tetap ada perasaan takut ditolak. Adit berpikir: kalau nanti ditolak lagi, itu sudah dipastikan bahwa dirinya tidak akan memiliki kepercayaan diri lagi untuk menjual barang. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk mencoba sekali lagi dan kalaupun gagal, ia tidak boleh patah semangat.

Hasilnya, semua berjalan lancar! Adit dapat pesanan besar dari klien ini. Ia pun bertanya: mengapa Anda menolak saya 4x?

Sponsored Ad

Kliennya berkata: karena aku melihat bayangan diriku di masa lalu ada di dirimu yang sekarang. Aku juga berjalan selangkah demi selangkah untuk sampai di tahap ini. Karena jika kita menyerah saat ditolak sebanyak 4x, maka sudah pasti tidak ada kerja sama di antara kita, apalagi pembicaraan saat ini. Kamu mungkin berpikir saya mempermainkan kamu, tapi sebenarnya saya sedang menguji kamu. Jadi, selamat kamu sudah melewati ujian ini, kamu sudah sukses melewati ujian tahap awal.

Sponsored Ad

Setelah itu, pekerjaan Adit semakin lancar dan berkembang. Terakhir, dia akhirnya bisa buka perusahaan sendiri.

Oleh karena itu, kita tidak boleh membiarkan diri kita berhenti di satu atau dua keberhasilan dan kegagalan saja. Salesman yang sukses itu akan belajar dari kegagalannya dan terus menjadikan dirinya lebih baik lagi di masa depan.

Sponsored Ad

Saat kegagalan itu terjadi, bukan produknya yang gagal, tapi penjualnya. Banyak fakta membuktikan bahwa sulit untuk berhasil tanpa mengalami kegagalan besar, kecemasan dan kesulitan lainnya.

Saat menjadi penjual, kita harus bisa sabar dan terus melakukan penawaran ke orang-orang. Walaupun ditolak, janganlah berkecil hati, tapi terus lakukan upaya untuk membuat produkmu laku terjual. Kalau kamu sudah menerapkan ini semua, dijamin kamu pasti berhasil dan sukses.

Sumber: dmadvanced