Ingin Punya Anak Sukses? Ternyata Mendidik Anak Harus Dengan 3 Cara Ini, Pantas Anak Orang Kaya Kok Pada Berhasil!

Apakah kalian tahu apa bedanya orang tua yang kaya dan miskin? Kebanyakan orang pasti akan menjawab ‘UANG’. Namun, apakah benar uang adalah perbedaan yang paling tepat antara orang tua yang kaya dan miskin? Lalu, apakah menjamin kalau anak-anak orang kaya pasti akan jauh lebih sukses dibandingkan anak orang miskin?

Bagi setiap anak, faktor keluarga memang memiliki pengaruh yang paling besar dalam proses tumbuh kembangnya. Namun, bukan masalah UANG yang memegang peranan utama, melainkan CARA PIKIR. Tanpa disadari, cara pikir orang tua kaya dan miskin terkadang memiliki kesamaan dan akhirnya berdampak buruk pada proses pembentukan karakter anak. Lalu, cara pikir seperti apa yang sebenarnya menunjukkan cara pikir ‘orang miskin’? Mari kita simak bersama-sama…

Sponsored Ad

1. Orang tua adalah yang paling benar

Beberapa orang tua merasa bahwa dirinya adalah yang paling benar dan yang memegang kendali penuh atas kehidupan anaknya. Oleh karena itu anak selalu mendapat doktrin dari orang tuanya dan tidak pernah bisa memiliki kebebasan untuk menjalani hidup sesuai keinginan. Anak akhirnya hanya menjadi robot yang selalu menjalani perintah orang tua.

Sponsored Ad

Hal ini membuat anak menjadi rendah diri, tidak memiliki kepercayaan diri dan selalu pesimis. Walau lahir di keluarga kaya raya, tapi mereka tidak akan pernah merasa ‘benar-benar hidup’. Mereka pun menjadi pribadi yang selalu bergantung pada orang lain dan tidak bisa mengambil keputusan sendiri.

2. Orang tua melarang anak mencoba banyak hal

Sejak kecil anak harus dikenalkan terhadap banyak hal, sehingga anak bisa langsung merasakan sendiri dan berguna untuk melatih tumbuh kembang anak. Jangan terlalu melarang anak melakukan berbagai hal, seperti misalnya melarang bermain hujan-hujan agar tidak sakit, jangan bermain lumpur karena takut kotor, jangan bermain di taman umum karena takut terjatuh atau diganggu anak-anak lain.

Sponsored Ad

Jika sejak kecil anak dilarang untuk mencoba sesuatu, pada akhirnya anak akan menjadi pribadi yang penakut dan pasif. Terlalu banyak melarang anak sebaiknya dihindari, apalagi jika melarang dengan cara menakut-nakuti anak. Hal ini hanya akan membuat semua potensi dari anak tidak dapat tergali, beberapa kemampuan dan kelebihan menjadi terkubur begitu saja. Maka, orang tua harus mulai mengajari anak untuk belajar dari setiap aktivitas yang dilakukan.

Sponsored Ad

3. Orang tua selalu membela apapun yang dilakukan anak

Orang tua memang adalah sosok pelindung dan memiliki kewajiban untuk memberikan rasa aman pada anak. Namun, bukan berarti orang tua harus selalu menjadi ‘tameng’ dan membela anak dalam kondisi apapun. Orang tua seharusnya mengajari anak untuk bertanggung jawab atas hidupnya sendiri.

Sponsored Ad

Jangan sampai mengatakan pada anak,”Tidak apa-apa nilaimu jelek, gurumu saja yang mengajarnya tidak benar,” atau kalau anak terjatuh yang disalahkan adalah orang lain atau bahkan benda mati. Tidak sedikit orang tua yang saat anaknya tersandung meja akan mengatakan,”Jangan nangis ya, nanti mama pukul mejanya.” Hal ini membuat anak akan selalu menyalahkan situasi, lingkungan, orang lain dan nasib, padahal persoalan sebenarnya ada pada diri mereka sendiri.

Sponsored Ad

Itu dia 3 CARA PIKIR yang sebenarnya menentukan apakah orang tua akan membantu anak menjadi sosok yang sukses ketika dewasa nanti atau tidak. Sekali lagi ditegaskan bahwa UANG bukanlah faktor penentu utama. Mengutip dari perkataan Bill Gates,”If you born poor, it isn’t your fault. But, if you die poor, it’s your fault. (Bukan salahmu jika kamu terlahir miskin, tapi jika kamu meninggal dalam keadaan miskin, itu baru salahmu). Maka dari itu orang tua sekarang harus lebih fokus untuk menanamkan cara pikir yang benar pada anak-anaknya, bukannya hanya mendidik menggunakan UANG semata. Didiklah anak-anak menggunakan CARA PIKIR orang kaya, bukan dengan materi belaka!


Sumber: Sohu