Asal Mula China Tuding Indonesia Penyebab Corona yang Merebak, Pasien Perempuan Diperiksa Usai Jadi Pembawa Covid-19 'Impor'

Pandemi virus corona yang kini menginfeksi lebih dari 150 negara di dunia sangat cepat menyebar.

Virus covid-19 ini kali pertama menjangkit kota Wuhan, China pada Desember 2019 lalu.

Kini, di Indonesia bahkan sudah menjangkit lebih dari 500 orang.

Namun, kabar tak sedap justru berembus soal penyebab wabah pandemi ini.

Sponsored Ad

Beredar kabar China mengumunkan jika virus ini "diimpor" dari Indonesia.

Berdasarkan warta Tribun Timur, seorang warga negara China berusia 35 tahun asal China terjangkit virus covid-19.

Zhang mengalami gejala tidak enak badan saat berada di Indonesia pada pekan lalu, sebelum didiagnosis positif pasca kembali ke provinsi Shaanxi.

Dalam situs resminya, Komisi Kesehatan Shaanxi mengumumkan pada hari Selasa bahwa Zhang adalah kasus impor pertama di provinsi tersebut.

Sponsored Ad

Dia dilaporkan menderita batuk dan demam pada 10 Maret selama dia tinggal di Indonesia.

Namun, kota mana di Indonesia yang dia kunjungi dan bagaimana dia terinfeksi tetap tidak jelas.

Sponsored Ad

Laporan itu mengatakan, Zhang menggunakan penerbangan Dragon Air KA896 dari Indonesia ke Shanghai melalui Hong Kong pada 13 Maret dan tinggal di Vienna International Hotel di Shanghai malam itu.

Keesokan harinya, Zhang melakukan perjalanan dengan mobil ke Bandara Internasional Pudong Shanghai pukul 14:00 waktu setempat, kemudian berangkat dengan penerbangan China Eastern MU2162 sekitar pukul 17:00, dan tiba di Bandara Internasional Xi'an Xianyang di Shaanxi pada pukul 19:45.

Sponsored Ad

Baca Juga: Sudah Siapkan Dekorasi Mewah dan Sebar 50.000 Undangan Resepsi, Begini Nasib Pernikahan Putri Wawali Samarinda di Tengah Pandemi Virus Corona

Setelah tiba di Xi'an, Zhang memberi tahu staf bandara tentang ketidaknyamanan fisiknya.

Saat hasil pengukuran menunjukkan suhu tinggi, ia dikirim ke Rumah Sakit Pusat Xi'an pada tengah malam.

Minggu pagi dini hari, Pusat Pengendalian Penyakit Xiʻan (CDC) melakukan uji asam nukleat dan serologis padanya.

Sponsored Ad

Tes asam nukleat tidak meyakinkan, sedangkan tes serologis negatif.

Tes asam nukleat kedua dilakukan pada hari berikutnya hasilnya positif.

Zhang juga menjalani pemeriksaan gejala klinis, tes darah, dan konsultasi ahli sebelum didiagnosis sebagai kasus yang dikonfirmasi positif.

Dia lantas segera dipindahkan ke Eighth Hospital di Xi'an untuk isolasi dan perawatan.

Pihak berwenang telah mengisolasi kontak dekat Zhang di China untuk observasi medis.

Sponsored Ad

Departemen Kesehatan Shaanxi mengatakan ada 80 kontak dekat baru di provinsi itu, 79 di antaranya terhubung dengan Zhang.

Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan dia belum menerima informasi mengenai masalah ini tetapi akan melacak kontak dekat Zhang di Indonesia.

Sponsored Ad

“Menelusuri adalah hal tertentu, tetapi itu akan sulit. Di mana kita ingin memulai jika kita tidak tahu ke kota mana dia pergi?" kata Achmad Yurianto kepada The Jakarta Post pada hari Rabu (18/03).

Dia menambahkan bahwa Kedutaan Besar Indonesia di China akan mengambil langkah awal.

Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun mengatakan dia akan menghubungi pemerintah China dan menanyakan rincian tentang Zhang sebelum menyerahkan mereka ke Jakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Memang, jumlah kasus dari transmisi internal di Tiongkok kini telah menurun. Mereka sebagian besar diterbangkan dari luar (China). Dari 13 kasus yang dikonfirmasi (pada hari Rabu), 12 diimpor,” katanya kepada The Jakarta Post


Sumber: Grid

Kamu Mungkin Suka