​Ia Disindir Miskin karena "Naik Motor"! Detik Berikutnya, Yang Nyindir NYESEL!

Jadi orang sebaiknya tidak merendahkan orang lain. Belum tentu apa yang kita lihat sama seperti apa yang kita bayangkan.

Bayu adalah seorang laki-laki dan suami yang baik. Ia punya kerja, punya istri, punya anak. Hidupnya bisa dibilang berkecukupan dan bahagia.

Sponsored Ad

Suatu hari, ia menerima undangan reuni dari teman lamanya di kampus. Sebenarnya ia tidak terlalu dekat dengan teman-teman kampusnya dulu, namun atas permohonan salah satu teman yang lebih akrab dengannya, ia pun setuju untuk hadir di reuni itu.

Sponsored Ad

Malam minggu tiba, Bayu pun menitipkan anaknya ke rumah orang tuanya, sedangkan istrinya masih harus pergi bekerja. Istrinya bekerja di bidang perhotelan sehingga sabtu minggu adalah hari dimana ia paling sibuk.

Sponsored Ad

Seusai mengantar anak-anaknya ke rumah orang tua, ia pun pulang dan bersiap-siap untuk menghadiri acara reuni. Berhubungan restoran tempat mereka reuni tidak jauh dari rumah, Bayu pun memutuskan untuk naik motor ke sana.

Sponsored Ad

Begitu tiba, teman-teman yang lain sudah pada hadir. Semuanya naik mobil. Ada sekitar 20-an orang.

Setiap kali reuni, pasti ditanya bagaimana kabar sekarang, apa pekerjaan sekarang, sudah menikah belum, dan lain-lain. Tidak sedikit orang yang membicarakan yang baik-baik tentang diri sendiri karena "gengsi". Mobil pun entah pinjam entah punya sendiri tidak ada yang tahu, yang penting harus terlihat "kaya" dan "bonafit" di depan yang lain.

Sponsored Ad


Mantan Bayu juga hadir di sana. Mereka sempat pacaran di semester pertama kuliah. Tak lama pacaran, mantannya minta putus karena Bayu cuma naik motor. Mantannya kemudian cari pria kaya yang anak bos.

Sponsored Ad

Ditambah lagi sekarang melihat Bayu datang masih pakai motor, mantannya pun tak kuasa menahan tawa. Di depan semua orang, ia pun menetawakan Bayu, "Lo masih pake motor juga? Emang gak berubah yah dari dulu! Masih aja kere!"

Teman-teman yang lain pun juga ikut ketawa dan bercanda, "Parah lu!"

Sponsored Ad

Sebenarnya disindir begitu, Bayu juga tidak tersinggung, karena dia memang sudah tahu kalau mantannya itu memang begitu, materialistik. Toh, Bayu juga sudah move on sejak lama, jadi dia tidak memasukkannya ke dalam hati.

Saat ini, seorang wanita yang berpakaian seperti manager pun masuk ke ruang VIP mereka. Ia pun menyapa, "Malam semuanya. Perkenalkan, saya Mila, istrinya Bayu. Saya direktur di sini. Senang bisa ketemu kalian semua di sini. Hari ini biar Bayu aja yang bayar semuanya. Kalian pesan saja sampai puas ya!"

Sponsored Ad


Mendengar itu, semua orang sontak melongo. "Istrinya Bayu?" "Ini hotel yang punya istrinya Bayu?" "Seriusan!?" Semuanya langsung heboh. Bayu cuma santai doang.

Sponsored Ad

Mantannya pun langsung kehilangan muka, termasuk teman-teman yang lain yang menertawakannya. Mereka tak percaya kalau orang yang barusan mereka tertawakan itu adalah orang yang lebih hebat dan di atas mereka. Cuma bisa bilang, penyesalan memang datang terakhir!

Makanya guys, jangan sembarangan memandang orang dengan sebelah mata, apalagi merendahkan orang lain! Semoga kisah ini menginspirasi!

*Gambar hanya berupa ilustrasi

Sumber: beeper