Suku Sentinel Terkenal Ganas. Siapa Sangka "Dia" Pernah Berhasil Bersahabat dengan Mereka!

Apa kalian sempat membaca berita tentang John Chau? John Chau adalah seorang misionaris yang pada November 2018 lalu nekat memasuki pulau yang dihuni suku terpencil, dan akhirnya dihujani panah sampai kehilangan nyawa.

Sponsored Ad

Suku ini adalah suku Sentinel, suku yang paling terpencil dan terisolasi di Pulau Sentinel Utara, Kepulauan Andaman, India. 

Suku Sentinel ini adalah orang kepulauan Andaman, dimana selain terdiri dari suku Sentinel, ada suku lain Onge, Shompen, dan Jarawa. Suku Jarawa dikenal sebagai suku yang paling ramah dan terbuka, sedangkan suku Sentinel adalah kebalikannya.

Sponsored Ad

Selama beberapa dekade, banyak orang yang mencoba mengenalkan budaya luar dan teknologi modern untuk mereka, namun tidak disambut dengan ramah. Semua orang yang mencoba mendekati mereka akan disambut dengan ribuan panah dari mereka. 


Sponsored Ad

Selama bertahun-tahun, pemerintah India telah mengutus orang mengunjungi suku Sentinel untuk menjalin persahabatan, namun karena selalu disambut dengan "tidak bersahabat", pulau Sentinel utara ini pun ditetapkan sebagai daerah terlarang dan tidak ada yang diizinkan masuk. Ditambah lagi, orang-orang luar bisa membawa wabah untuk suku yang tidak pernah diimunisasi ini.

Sponsored Ad

Meskipun keganasan mereka sangat terkenal, faktanya, pada 1991, seorang wanita bernama Madhumala Chattopadhyay pernah berhasil mendekati bahkan bersahabat dengan mereka. 

Dialah orang pertama yang pergi ke pulau itu yang tidak disambut panah.

Madhumala sejak usia 12 tahun sudah memutuskan untuk menjadi seorang antropolog. Ia belajar antropologi di Universitas Calcutta. Ketika dia tiba di pulau Sentelin, ia dan pasangan serta temannya mulai melemparkan kelapa ke permukaan laut untuk menunjukkan bahwa mereka tidak berniat jahat.

Sponsored Ad

Tidak lama setelah melempar kelapa itu, orang-orang Sentinel mulai mendekati mereka dan mengambil kelapa dari air. Dia pun berhasil mendarat dengan selamat dan berkomunikasi dengan mereka.

Sponsored Ad

Pengalaman sukses Madhumala dalam pendaratan di pulau Sentinel Utara ini sangat mengejutkan. Dia adalah salah satu dari sedikit orang dalam sejarah yang dapat berkomunikasi dengan mereka. 

Sponsored Ad

Beberapa orang berpikir kalau kesuksesannya itu adalah karena dia adalah seorang wanita. Namun kunjungannya bukan hanya sekali itu saja. Ketika ia mengunjungi suku Sentinel lagi, salah satu orang Sentinel bahkan mengambil kelapa dan menghampiri perahunya.

Sponsored Ad

Pada tahun 1991, ia jugalah yang menjadi satu-satunya wanita yang pernah mengunjungi suku Jarawa. Agar tidak menakuti mereka, Madhumala hanya tinggal di kapal ketika pertama kali pergi, namun segera setelah seorang wanita suku Jawara melihatnya, wanita itu langsung berteriak "Milale chera", yang berarti seorang teman telah datang ke sini. 

Setelah mendekati Madhumala, wanita itu mengamati rambut dan kulit Madhumala, lalu menerimanya, dan bahkan membiarkannya menggendong anaknya.

Sponsored Ad

Setelah mengunjungi Pulau Sentinel itu, Madhulama merasa tidak akan kembali lagi ke sana.

"Mereka telah hidup di pulau itu selama berabad-abad tanpa masalah. Masalah mereka justru akan muncul bila melakukan kontak dengan orang luar. Mereka tidak membutuhkan orang luar untuk melindungi mereka. Yang mereka butuhkan adalah dibiarkan untuk hidup sendiri."

Sumber: hmn

Kamu Mungkin Suka