Ia Ditertawakan dan Hampir Bangkrut Karena Idenya Membuat Air Minum Dalam Botol, Siapa Sangka Kini Pabrik Miliknya Merupakan Pabrik Terbesar di Indonesia!

Saat ini masyarakat Indonesia sudah terbiasa mengkonsumsi air minum dalam kemasan dan kini berbagai merk air minum dalam kemasan sudah mudah didapat dari supermarket besar hingga warung-warung kecil. Salah satu industri air minum kemasan terbesar di Indonesia adalah Aqua. Siapa yang tidak kenal Aqua?

Sponsored Ad

Bahkan jika air minum kemasan itu bukan merk Aqua, kebanyakan masyarakat Indonesia tetap menyebutkan Aqua ketika membeli air mineral. Kini nama Aqua sudah sangat melekat di kehidupan masyarakat Indonesia. Walau semakin banyak kompetitor air minum kemasan namun Aqua masih berjalan hingga kini dan terus melakukan berbagai inovasi terbaiknya.

Sponsored Ad

Namun siapa sangka perjalanan Aqua tidaklah mudah. Perjuangan Tirto Utomo sebagai penemu dan pendiri Aqua dapat melecut semangat kita untuk melangkah tanpa menyerah membangun usaha hingga tiba di tujuan. Tirto Utomo, pria kelahiran 1930 ini banyak menimba pengalaman saat bekerja di perusahaan asing. Beliau juga banyak menerima tamu asing di perusahaan tempatnya bekerja.

Sponsored Ad

Saat tamu asing berkunjung ke Indonesia, mereka mengeluhkan air minum di Indonesia, ada yang tidak suka dengan rasanya bahkan ada yang sampai sakit perut karena saat itu di Indonesia memang masih mengkonsumsi air tanah yang direbus. Di sinilah Tirto Utomo berpikir untuk mencari solusi. Ketika ia ditugaskan ke luar negeri, ternyata di luar negeri sudah tersedia air minum dalam kemasan.

Sponsored Ad

(Ibnu Sutowo / source : google)


Dari situlah, Tirto Utomo berpikir tentang peluang yang besar untuk mendirikan perusahaan air minum kemasan seperti di luar negeri. Awalnya ide ini ditertawakan oleh petinggi militer Indonesia, Ibnu Sutowo, “Tirto, Tirto, kamu itu kok aneh-aneh. Di Indonesia ini air sampai banjir-banjir, lah kok kamu mau jualan air putih?” Namun Tirto Utomo tetap pada pendiriannya untuk memulai industri air minum kemasan. Beliau pun memutuskan berhenti dari tempatnya bekerja dan membuka pabrik air minum di Bekasi pada tahun 1973.

Sponsored Ad

Tahu gak? Ternyata nama awal Aqua adalah Puritas. Nama ini dipilih oleh Tirto Utomo saat membuat logo air minum kemasan ini. Namun kemudian desainer logo memberinya saran untuk mengganti nama menjadi Aqua yang berarti air agar lebih mudah disebut. Tirto Utomo pun setuju dengan ide tersebut dan Aqua mulai diproduksi pada tahun 1974 lalu mulai dijual pada Oktober 1974. Saat semua sudah siap dengan harapan yang sangat tinggi, siapa sangka Aqua tidak laku di pasaran masyarakat Indonesia yang merasa cukup meminum air rebusan tanah.

Sponsored Ad

Pabrik Aqua harus mencari investor selama 3 tahun namun penjualan terus menurun hingga Tirto Utomo sempat berpikir pabrik ini harus ditutup jika setiap bulannya harus mengandalkan investor. Hal ini membuat tim penjualan memutar otak dan menguji konsep ekstrim dengan cara menaikkan harga Aqua dengan harapan margin semakin besar untuk menutup kerugian. Siapa sangka konsep ini berhasil dan Aqua laku keras di kalangan pekerja asing.

Sponsored Ad


Pelanggan Aqua pertama kali adalah pekerja asing dari Korea yang mengerjakan proyek tol Jagorawi. Saat pekerja Indonesia minum kopi atau teh, pekerja asing hanya minum air putih dalam kemasan merk Aqua. Barulah pada tahun 1984, Aqua mulai mencoba masuk pasar masyarakat Indonesia lewat berbagai cara. Mulai dari memberi gratis pada warung kecil hingga membuat gebrakan yang mengubah pola pikir masyarakat Indonesia bahwa Aqua adalah air minum sehat.


Melalui cara memberikan sponsor pada acara-acara olahraga dan acara anak muda, Aqua dapat dipercaya sebagai air minum kemasan yang sehat. Jadi, kalau mau sehat minumnya harus Aqua sehingga membuat penjualan Aqua semakin meningkat di masyarakat. Melihat peluang air minum kemasan semakin besar tentu Aqua mulai diserang oleh pesaing. Namun bagi Tirto Utomo hal tersebut bukan ancaman malah memberikan semangat untuk mencapai keberhasilan lebih tinggi.

Sponsored Ad

(source : google)


Jangan takut sama kompetitor, rangkullah mereka. Karena dengan kompetitor, saya yakin industri semakin maju. Berarti masyarakat justru akan semakin teredukasi tentang sehatnya air minum kemasan,” ucap Tirto Utomo. Pada 16 Maret 1994, Tirto Utomo menghembuskan nafas terakhir di usia 64 tahun dan membuat Aqua mengalami guncangan yang hebat. Kehilangan sosok pekerja keras, pantang menyerah, positif, sederhana, dan sangat menyenangkan membuat semua karyawan Aqua sangat bersedih.

Sponsored Ad

Aqua merasa mereka membutuhkan sosok kuat seperti Tirto Utomo yang dapat diandalkan sehingga niatan tersebut membawa Aqua bekerja sama dengan Danone dari Perancis. Perusahaan air minum kemasan terbesar di dunia. Melalui kerja sama inilah, Aqua mewujudkan seluruh cita-cita Tirto Utomo agar menjadi semakin nyata. Semoga sosok Tirto Utomo dengan kerja keras yang positif ini dapat bermanfaat bagi kalian yang sedang merintis usaha. Jangan pernah menyerah ya!


Sumber : Cerdasin