Bawa Pulang Batu yang Penuh "TELUR SERANGGA", Ibunya Kaget: "Ini Bisa Dijual Mahal!"

Suatu hari saat pergi memancing di tepi sungai, seorang pria tiba-tiba melihat bulir-bulir merah yang sangat banyak di antara rerumputan. 

Sponsored Ad

Pria itu merasa sangat aneh lalu mencoba menyentuh bulir-bulir aneh itu dengan ranting pohon. Saat itu juga dia sadar bahwa bulir-bulir itu ternyata keras. Pria itu kemudian memungutnya lalu mengamati dengan lebih dekat.

Sponsored Ad

Ternyata itu adalah sejenis batu yang permukaannya penuh dengan bulir-bulir berwarna kemerahan. Karena merasa batu ini unik, pria itu pun membawanya pulang. Saat dibawa pulang, ibu pun terkaget-kaget dan berkata, "Ini batu manakara!"

Sponsored Ad

Di Indonesia, batu ini adalah batu sejenis batu Manakkara atau biasa disebut juga dengan Grape Agate. Batu ini adalah batu yang unik dan bertekstur spesial. Untuk membuat tekstur bergelembung seperti ini, perlu kondisi alam yang tidak biasa. Karena itulah, di luar negeri batu ini bisa dijual mahal. Namun di Indonesia, khususnya di daerah Sulawesi, batu ini tersedia banyak dalam versi berwarna ungu, dijual murah dan dijual kiloan.

Sponsored Ad

Batu grape agape ini muncul karena letusan gunung merapi bawah laut pada 200 juta tahun yang lalu. Warnanya biasa merah, ungu, dan ungu transparan. Karena bentuknya bergelembung-gelembung seperti anggur, maka batu ini pun dinamakan sebagai grape agate. Batu ini ditemukan pada tahun 1995 dan langsung dicari-cari oleh para kolektor batu dari segala penjuru dunia. 

Sponsored Ad

Batu grape agate yang berwarna ungu banyak ditemukan di Sulawesi, sedangkan batu grape agate yang lebih merah atau kuning banyak ditemukan di daerah Mongolia. Kebanyakan batu ini terdapat di endapan batuan vulkanik. Batu yang ditemukan kebanyakan telah terkena gesekan pasir dan batu sehingga punya permukaan yang kasar. Oleh karena itu setelah ditemukan, batu itu perlu menjalani proses perendaman untuk menghaluskan permukaannya.

Sponsored Ad

Selain batu grape agate, masih ada lagi satu jenis batu yang hanya ada di Mongolia. Bentuknya kecil seperti kismis dan jumlahnya sangat langka. Penduduk lokal menyebut batu ini sebagai batu kismis(葡萄乾瑪瑙). Warnanya berbeda-beda, guratan pada batu sangat jelas, bentuknya juga berbeda-beda. Batu ini sangat keras, dan harganya tidak murah.

Sponsored Ad

Batu ini perlu menjalani proses ribuan bahkan sampai jutaan tahun untuk terbentuk seperti ini. Orang lokal percaya bahwa batu ini menghirup hawa dari lingkungan sekitar untuk bisa berwarna indah. Mereka yakin bahwa setiap butir batu ini punya jiwa, melambangkan kekayaan dan dapat mengusir roh jahat. 

Sumber: beeper