Walau Sudah Dihemat kok Uang Selalu Habis Ya? #3 Dilakukan 90% Orang di Dunia!

Kalian semua pasti pernah mengalami hal seperti ini, dimana pada awalnya kamu cuma ingin membeli sebuah roti, tapi ternyata begitu keluar dari swalayan malah membawa berkantong-kantong barang belanjaan. Atau yang awalnya pergi ke mall hanya untuk melihat-lihat dan cuci mata, ternyata malah pulang membawa banyak belanjaan. Sebenarnya beberapa dari kita sudah membuat daftar belanjaan, tapi pada akhirnya tetap saja tergoda untuk membeli barang yang tidak diperlukan.

Sponsored Ad

Untuk menghindari pengeluaran yang tidak perlu, sebelumnya kita harus berpikir lebih dalam lagi, sebenarnya apa yang membuat kita begitu mudah tergoda untuk membeli barang yang tidak diperlukan?


1. Efek diderot

Sponsored Ad

Efek diderot adalah suatu kondisi yang membuat orang terus membeli barang baru demi melengkapi atau menyempurnakan barang yang sudah dimiliki. Kemudian kamu pasti pernah berpikir,”Hidup hanya sekali, aku harus membelinya!”. Pemikiran ini pasti muncul saat kamu tengah ingin membeli barang baru di saat barang lain yang dimiliki sudah tampak tua. Efek diderot pun membuat seseorang selalu melihat hal yang baru menjadi tua dalam waktu cepat, sehingga membuat kamu ingin terus membeli barang yang baru. Proses ini tidak akan pernah berakhir.

Sponsored Ad

Lalu, bagaimana caranya keluar dari situasi ini? Kamu harus mulai dengan tegas mengatur kebutuhan hidup yang menjadi prioritas. Kamu harus peka menetapkan skala prioritas saat berbelanja. Saat kendaraan pribadi, pakaian atau barang lain yang dimiliki masih sangat layak, tentu saja kamu tidak perlu membeli barang baru hanya untuk melengkapinya.

2. Efek Snob

Sponsored Ad

Efek snob adalah kondisi di mana konsumen tertarik untuk membeli produk yang eksklusif dan mahal untuk mendongkrak gengsi, namun akan dijauhi saat produk high class ini banting harga. Jika dikatakan lebih sederhana, efek snob sering kali terjadi pada orang-orang yang sangat mengutamakan gengsi dan penilaian di depan orang lain. Seperti contohnya adalah membeli baju mahal. Sering memakai baju baru yang mahal akan membuat dirimu mudah menjadi pusat perhatian.

Sponsored Ad

Lalu bagaimana caranya keluar dari situasi ini? Kamu harus mulai merubah pola pikirmu, sekali lagi beli barang sesuai dengan apa yang benar-benar kamu butuhkan, bukan hanya sekedar untuk memenuhi gengsi pribadi saja. Selain itu, kamu harus mulai sadar bahwa kamu bisa menarik perhatian orang bukan hanya dengan barang-barang mewah saja, tapi cukup dengan menjadi apa adanya dirimu dan bersikap natural, justru membuatmu lebih mudah diterima oleh orang-orang.

Sponsored Ad

3. Mengikuti tren

Banyak orang pun sering kali jadi melakukan pengeluaran yang tidak perlu saat sedang terjadi tren baru. Contohnya, saat tren sepatu crocs, walau sebenarnya masih memiliki banyak sepatu yang bagus, tapi karena takut tidak kekinian dan ketinggalan zaman, lalu langsung memutuskan untuk ikut membeli sepatu crocs juga. Kebanyakan barang dibeli hanya untuk mengikuti tren, bukan karena dibutuhkan.

Sponsored Ad

Bagaimana caranya keluar dari situasi ini? Sebelum membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri mengapa harus membeli barang tersebut, apakah benar-benar menyukainya dan membutuhkannya. Jangan sampai hanya karena pengaruh lingkungan sekitar akhirnya membuatmu melakukan pengeluaran yang tidak perlu.

4. Persiapan masa mendatang

Sponsored Ad

Memang, mempersiapkan segala sesuatu demi masa depan itu baik, tapi tidak pada barang-barang yang tidak tepat. Contohnya seperti jika kamu membeli baju. “Saya bisa memakai baju ini saat saya kurus nanti,” begitu kata kebanyakan wanita saat sedang mencoba baju. Walau ukuran baju yang dicoba terlalu kecil, tapi karena sudah jatuh hati, akhirnya menggunakan alasan untuk persiapan di masa datang untuk membelinya. Mungkin baju ini memang bisa menjadi motivasi agar menurunkan berat badan, tapi apakah benar harus membeli baju pada saat itu?

Sponsored Ad

Lalu, bagaimana caranya keluar dari situasi ini? Kamu harus berpikir lebih realistis dan hanya dengan membeli baju kekecilan saja tidak akan membuatmu menjadi kurus dalam waktu singkat. Kamu juga harus mulai sadar bahwa di dunia ini tidak ada yang instan, kamu harus berusaha untuk mencapai semua yang kamu inginkan. Jangan membohongi diri dengan alasan-alasan yang tidak masuk diakal.

5. Emosi sesaat

Saat seseorang sedang dalam suasana hati yang buruk, salah satu cara untuk meluapkannya adalah dengan berbelanja atau makan. Tidak hanya saat sedih atau marah, saat sedang bahagia, misalkan saat mendapat hadiah atau penghargaan, tanpa ragu kamu akan langsung mengeluarkan uang untuk merayakannya. Entah untuk berbelanja, memanjakan diri atau mentraktir teman-teman. Kamu harus lebih bisa mengontrol emosimu, karena biasanya setelah lewat beberapa hari, kamu akan menyesal saat menyadari ternyata telah mengeluarkan uang dengan gegabah.

Lalu, bagaimana caranya keluar dari situasi ini? Kamu harus mencari lebih banyak kegiatan positif yang bisa membantumu meringankan beban atau mengembalikan emosimu. Jangan sampai uang yang kamu miliki habis percuma begitu saja oleh hal-hal yang tidak penting.

6. Kurangnya kemampuan mengendalikan diri

Saat melihat ada teman memesan es krim setelah makan, tanpa sadar kamu pun akan ikut memesan es krim. Melihat teman yang tiba-tiba membeli roti, kamu yang sebenarnya baru saja makan pun tanpa sadar berkata,”Aku juga mau beli roti.” Atai yang tadinya hanya ingin membeli roti, tapi ternyata begitu bayar di kasir malah membawa satu keranjang penuh barang lainnya.

Lalu, bagaimana cara keluar dari situasi ini? Agar tidak mudah terpengaruh teman, kamu bisa mendengarkan musik dengan menggunakan headset, sehingga kamu tidak bisa mendengar apa yang orang lain ingin beli. Atau kamu bisa dengan cepat meninggalkan lokasi sehingga kamu tidak mudah tergoda dengan tawaran-tawaran yang datang. Kamu juga bisa berbelanja dengan membawa daftar belanjaan untuk melatih diri agar bisa berbelanja sesuai kebutuhan.

7. Pengaruh diskon

Dikson membuat orang merasa bahwa barang menjadi sangat murah. Saat barang menjadi murah, sungguh sangat disayangkan jika tidak segera membelinya. Tapi apakah benar demikian? Diskon atau promo-promo yang diadakan oleh toko memang sangat efektif untuk mempengaruhi kita segera melakukan pembelian dan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak kita perlukan.

Lalu, bagaimana cara keluar dari situasi ini? Caranya cukup mudah, lihatlah baik-baik kondisi lemari pakaian atau barang-barang yang ada di rumah. Jangan lakukan pembelian jika sudah tidak lagi memiliki tempat untuk menyimpan barang. Selain itu, pikirkan kembali dengan matang apakah benar membutuhkan barang tersebut.

8. Membeli barang harga murah

Perlu diingat bahwa kebanyakan harga barang menentukan kualitasnya. Apalagi untuk barang-barang elektronik, jangan mengejar harga yang terlalu murah. Hal ini justru malah berakibat pada pengeluaran yang besar di kemudian hari. Contohnya seperti biaya perbaikan dan pada akhirnya malah harus membuatmu membeli barang baru lagi.

Lalu, bagaimana cara keluar dari situasi ini? Daripada terburu-buru membeli barang dengan harga murah, lebih baik menahan diri terlebih dahulu dan menabung lebih banyak uang. Dengan demikian kamu bisa membeli barang dengan kualitas yang lebih baik dan awet.

9. Rayuan para penjual

Setiap penjual pasti memiliki mulut yang sangat manis untuk mempromosikan barang yang dimiliki agar dibeli oleh konsumen. Kata-kata seperti,”Barang ini keluaran terbaru!” atau “Barang ini adalah yang terbaik,” sering kali berhasil menaklukan konsumen.

Lalu, bagaimana cara keluar dari situasi ini? Jika memang tidak berencana untuk membeli barang, jangan pernah menanyakan hal apapun pada penjual. Saat kamu mulai bertanya, penjual akan merasa kamu tertarik dan akhirnya mengeluarkan berbagai jurus untuk membuatmu mau membeli barang yang ia jual. Atau, kamu juga bisa membawa beberapa orang teman, dengan demikian teman-teman bisa membantumu menahan diri atau membuat keputusan.

10. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan

Manusia sering kali khawatir dengan apa yang akan terjadi di masa depan. Maka dari itu, saat ia sudah jatuh hati pada suatu barang, ia langsung merasa takut. Jika tidak dibeli sekarang, apakah barang itu masih ada saat uangnya sudah cukup. Atau, apakah ia masih memiliki cukup uang untuk membeli barang itu di kemudian hari? Ditambah lagi, jika waktu kecil kamu bukanlah tipe yang selalu dikabulkan keinginannya oleh orang tua, begitu dewasa dan memiliki uang, kamu tidak akan mau menyia-nyiakan kesempatan untuk membeli barang yang disukai.


Lalu, bagaimana cara keluar dari situasi ini? Saat hendak membeli barang, kamu harus membayangkan jika kamu harus pindah ke suatu tempat. Kamu tentu saja tidak akan membawa semua barangmu bukan? Kamu hanya akan membawa barang yang diperlukan saja. Sekali lagi, kamu harus bisa membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan belaka.

Pada intinya agar kamu bisa efektif menghindari hasrat belanja berlebihan adalah:

1. Ingat seberapa sulit kamu bekerja untuk mendapatkan uang

2. Jangan bawa semua uang atau kartu kredit saat keluar rumah

3. Jangan memiliki banyak akun di situs belanja online

4. Atur skala prioritas kebutuhan setiap bulannya

5. Lebih baik uang tersebut ditabung daripada dibelanjakan

Selain itu, kamu harus mulai melatih diri agar bisa menggunakan uang dengan bijak. Berapapun penghasilan yang dimiliki, tentu harus sebanding dengan jumlah pengeluaran yang  dilakukan setiap bulannya. Hal ini pasti bisa menjadi sebuah pekerjaan yang sangat sulit untuk dilakukan, jika ternyata kamu tidak memiliki kemampuan yang baik dalam mengatur pembelanjaan. Kelola keuangan dengan bijak, selalu hindari hasrat belanja yang besar dan tidak terkontrol, sehingga sejumlah uang yang dimiliki tersebut bisa bermanfaat dengan baik di dalam kehidupan.


Sumber: Omgtw

Kamu Mungkin Suka