Ceramah "Salib" Ustadz Abdul Somad Buat "Choky Sitohang" Angkat Bicara! "Bukan Sekedar Simbol"

Banyak yang mempertanyakan maksud dari ceramah Ustadz Abdul Somad mengenai salib, apalagi dari kalangan umat Kristiani. Salah satunya adalah Choky Sitohang.

Sponsored Ad

Tidak dengan amarah, apalagi menghina dengan kata-kata kasar, Choki Sitohang menyampaikan pesannya kepada Ustaz Abdul Somad dengan santun. Ia pun mengungkapkan pilihan iman dan memercayai Yesus sebagai Tuhan.

Sponsored Ad

Menurut Choky Sitohan, awalnya ia menjadi seorang Kristiani karena mengikuti keyakinan kedua orangtua. Namun semakin beranjak dewasa, suami Melissa Aryani itu percaya sepenuhnya terhadap keyakinannya.

"Tuhanlah yang memampukan saya menjadi orang yang menghargai perbedaan dan menghormati keyakinan orang lain," kata Choky Sitohang.

Sebagai seorang Nasrani, Choky Sitohang percaya pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib untuk semua orang.

Sponsored Ad

Sebagai seorang Nasrani, Choky Sitohang percaya pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib untuk semua orang.

Sponsored Ad

2000 tahun yang lalu Yesus meninggalkan keilahian-Nya, menjadi serupa dengan manusia dan mati di atas kayu salib, menanggung dosa kita. Karena tidak ada jalan lain bagi manusia untuk memperoleh pengampunan dari Tuhan jika Yesus tidak mengorbankan diri-Nya," sambung Choky Sitohang.

Bagi Choky Sitohang dan umat Nasrani lainnya, salib bukan hanya simbol. "Tetapi ada kuasa di baliknya, yang mampu mengubahkan hati yang penuh kebencian menjadi penuh kasih dan kelemah-lembutan.Lidah yang mengolok menjadi kata yang penuh berkat, sikap yang sombong dan arogan menjadi rendah hati, dan yang terutama: membawa kegelapan kepada terang," lanjut Choky Sitohang.

Sponsored Ad

"Karena saya tahu Tuhan saya besar dan kita terlalu kecil untuk membela-Nya. Maka saya memilih berdoa, kiranya belas kasih Tuhan ada padamu. Mengampunimu atas setiap pelecehan verbal yang engkau lakukan terhadap-Nya. Tuhan sendiri akan berperkara atas hidupmu. Kami mengasihimu, Ustad," tutur Choky Sitohang.


Sumber : matamata 

Kamu Mungkin Suka