Putra Pasangan Artis Ini Dibui Karena Dugaan Terorisme, "Alasan di Baliknya" Menampar Jutaan Ortu di Dunia!

Aktor Sun Peng dan aktris Di Ying sudah menikah selama lebih dari sepuluh tahun, tapi mereka hanya memiliki seorang putra tunggal yang diberi nama  Sun An Zuo.


Sponsored Ad

Mereka berdua sangat menyayangi putra semata wayangnya itu, sehingga sejak dini putranya sudah diberikan pendidikan serta lingkungan yang terbaik. Mereka bahkan mengirimnya ke Amerika Serikat untuk melanjutkan jenjang pendidikan sekolah menengah atas. Namun, beberapa waktu yang lalu, Sun An Zuo dilaporkan telah ditangkap karena dicurigai melakukan serangan teroris di Amerika Serikat. Dia ditahan selama lebih dari sembilan bulan sebelum akhirnya dipulangkan ke Taiwan.

Sponsored Ad


Mendengar berita ini, banyak netizen yang berasumsi bahwa kedua orang tua Sun An Zuo telah salah mendidik sehingga anaknya bisa melakukan perbuatan tersebut. Sedangkan sebagian lagi berasumsi bahwa perbuatan Sun An Zuo itu disebabkan oleh tuntutan sang ibu yang terlalu tinggi sehingga membuat dia tertekan.


Sponsored Ad

Menurut berita, pernah suatu kali Sun An Zuo membawa pulang nilai 60 dalam ujian. Melihat itu, sang ibu segera menemui guru untuk menanyakan apakah nilai itu didapatkan karena putranya tidak berkonsentrasi dalam belajar. Guru kemudian menjawab bahwa itu semua karena tingkat kesulitan ujian yang semakin tinggi dan bukan hanya Sun An Zuo saja yang mengalami penurunan, nilai teman-teman lainnya di kelas juga menurun.


Insiden Sun An Zuo ini sebenarnya memberikan pelajaran pada para orang tua untuk lebih berhati-hati dalam mendidik anak-anaknya. Berikut ini ada 11 hal yang harus dihindari oleh orang tua jika tidak mau kehidupan anaknya kelak akan hancur.

Sponsored Ad


1. Tidak memberi anak kesempatan untuk membela diri

Hal yang paling ditakuti anak-anak adalah tidak adanya kesempatan untuk menyanggah atau membela diri dan langsung menerima hukuman.

Sponsored Ad


2. Keluarga yang tidak rukun, orang tua tidak mau mengalah, dan seringkali saling menyalahkan

Kondisi keluarga yang tidak rukun akan membuat psikologis anak-anak menjadi tertekan, terutama bagi mereka yang usianya masih kecil sehingga tidak berdaya dan hanya bisa menangis diam-diam di sudut ruangan.

Sponsored Ad

3. Perilaku orang tua yang tidak beradab

Anak-anak menerima pendidikan di sekolah dan diajarkan untuk bertingkah laku sesuai dengan norma serta peraturan yang ada. Tapi, sesampainya di rumah, orang tuanya malah melakukan hal yang berkebalikan dengan apa yang diajarkan di sekolah. Hal ini tentu akan membuat anak menjadi bingung dan serba salah.


4. Orang tua tidak menemani pertumbuhan anak

Anak-anak sebenarnya sangat berharap orang tuanya bisa menemani dirinya bermain dan melakukan aktivitas lainnya bersama-sama. Tapi, jika orang tua ternyata selalu sibuk sendiri dan mengabaikan anak-anaknya, hal ini akan berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan psikologis anak-anak. Hubungan orang tua dan anak pun akan menjadi sangat jauh.

Sponsored Ad


5. Kebiasaan buruk orang tua seperti merokok, mabuk-mabukan, dan judi

Sponsored Ad

Kebiasaan buruk orang tua akan berdampak buruk juga pada perilakunya. Orang tua seharusnya memberikan contoh yang baik pada anak-anak dan bukan memberikan contoh yang buruk.


6. Orang tua boleh melakukan segalanya

Seringkali orang tua melarang anak untuk melakukan banyak hal, tapi di satu sisi mereka sendiri malah melakukan hal tersebut. Hal ini akan membuat anak merasa tidak adil.

Sponsored Ad

7. Orang tua sering berkata kasar pada anak

Semarah apapun orang tua, sebaiknya tetap menghindari untuk memarahi anak menggunakan kata-kata kasar, karena itu akan sangat melukai perasaan mereka. Carilah pilihan kata yang lebih baik agar anak-anak pun bisa menerima.



8. Tidak memberikan privasi pada anak

Selalu mengawasi anak dengan ketat dan tidak memberikannya privasi sama sekali adalah cara yang salah. Jika orang tua takut anak-anaknya akan melakukan hal yang salah, maka cara yang paling efektif, adalah dengan memberikan contoh dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam dirinya sejak dini agar anak-anak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang salah. Kedekatan dan kepercayaan yang diberikan orang tua pada anak juga bisa menjadi sebuah tindakan pencegahan yang efektif.

9. Menuduh anak tanpa bukti

Meskipun anak-anak memiliki kekurangan dalam segi akademis, tapi ketika dia mendapatkan nilai bagus, jangan pernah meragukannya apalagi menuduhnya berbuat curang tanpa ada bukti. Hal ini tentu akan menjatuhkan rasa percaya diri dan juga melukai perasaannya.


10. Orang tua sering ingkar janji

Orang tua yang sering tidak menepati janji atau perkataannya akan membuat rasa percaya anak pada orang tua menjadi rusak. Hal ini akan berdampak langsung pada perkembangan psikologi anak.

11. Kurangnya toleransi dan pengertian

Kurang adanya toleransi dan juga pengertian pada kegagalan anak juga akan berdampak langsung pada perkembangan kepribadiannya. Anak-anak, terutama yang usianya masih kecil, patut diberi kesempatan lebih untuk mencoba kembali andaikata dia mengalami kegagalan.


Sumber: micelle


Kamu Mungkin Suka