Dulu Hidup Susah, Kini Pria Asal Sumatera Ini Jadi “Raja Snack” Indonesia Dengan Kekayaan Rp 2,7 Triliun!

Jika kamu sedang mengembangkan bisnis, banyak belajarlah kisah orang-orang sukses yang akan memotivasi kamu untuk terus belajar dan pantang menyerah untuk mencapai kesuksesan itu.

Sponsored Ad

Seorang pengusaha makanan ringan bernama Shindo Sumidomo bisa menjadi salah satu contoh bagi kamu. Namanya terdengar asing di telinga namun setelah mendengar merk makanan ringan yang ia dirikan pasti kamu kenal bahkan sering mengkonsumsinya. Shindo Sumidomo adalah pendiri Siantar Top.

Sponsored Ad

Nama Siantar Top sendiri diambil dari kota kelahiran Shindo yaitu Pematang Siantar. Pria kelahiran tahun 1953 ini terlahir dengan nama Heng Hok Soei dengan nama panggilan Asui. Shindo bukanlah berasal dari keluarga kaya raya, namun karena keluarganya memiliki usaha makanan dan berkat kegigihannya, ia  bertekad menekuni usaha makanan ringan ini.


Tahun 1972, Shindo merantau ke Pulau Jawa dan membuka usaha makanan ringan di rumah tepatnya di Surabaya, Jawa Timur. Pepatah Tiongkok “Rakyat utamakan makan, makan utamakan rasa” jadi salah satu landasan Shindo Sumidomo dalam berbisnis. Kerja keras Shindo berbuah manis, tahun 1987 ia mendirikan PT. Siantar Top Industri.

Sponsored Ad

Walau didirikan di Jawa Timur, Shindo memilih memakai nama kota kelahirannya begitu juga di berbagai anak perusahaannya. Produk yang diluncurkan oleh Siantar Top antara lain snack, snack mi, biskuit, wafer, dan permen. Kamu pasti kenal dengan snack 2000, Mi Gemez Enaak, Twistko, dan Go! Potato.

Sponsored Ad


Beberapa tahun kemudian perusahaan ini masuk ke bursa efek Indonesia sehingga namanya menjadi PT. Siantar Top Tbk. Pabriknya mulai didirikan di berbagai kota seperti Bekasi, Makassar, Medan. Kesuksesan pun berlanjut setelah Siantar Top mendapatkan penghargaan karena memiliki standar internasional berupa sertifikat ISO.

Sponsored Ad

Bisnis Shindo pun mulai berkembang bukan hanya makanan ringan saja namun ada perusahaan distribusi, properti, bahkan stasiun televisi bernama STTV dengan rumah produksi Siantar Production. Gak heran, Shindo masuk ke dalam deretan 150 orang terkaya di Indonesia. Melalui Siantar Top Group, kekayaan Shindo diprediksi mencapai 190 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,7 triliun.


Dari kisah sukses Shindo, kita dapat belajar 3 hal darinya yaitu berani keluar dari zona nyaman dengan merantau hingga ke Pulau Jawa, berbisnis sesuai dengan kemampuan dan passion, dan selalu berinovasi juga menuangkan ide baru dalam bisnisnya. Semoga jadi inspirasi buat kalian yang ingin merintis bisnis ya.


Sumber : MoneySmart