9 Cara yang Benar Saat "Beri Hukuman" Pada Anak! #4 Sering Diabaikan Orangtua!

Mendidik anak bukanlah perkara yang mudah, setuju?


Buktinya banyak orangtua berpikir bahwa mereka sudah mendidik anak dengan baik, tapi faktanya hal tersebut malah melukai sang anak. Seringkali saat orangtua mau memberikan anak hukuman, hal tersebut malah memberikan efek negatif bagi perkembangan anak.

Sponsored Ad

Berikut 9 cara yang benar saat memberi hukuman kepada anak:

1. Jangan hukum anakmu ketika melakukan kesalahan


Sponsored Ad

Seringkali anak-anak suka ceroboh melakukan kesalahan. Tapi jika anak dalam keadaan bersalah, ingat untuk tidak memarahinya atau sembarang memberi hukuman. Karena hal ini malah mendidiknya jadi anak yang tidak bertanggung jawab dan tidak mau nurut perkataanmu.

2. Jangan biarkan saran jadi perintah

Ketika Anda menyarankan “lebih baik kau tidak melakukannya” berarti kamu sedang meminta anakmu untuk membuat keputusannya sendiri. Tapi jika pilihannya tidak sesuai dengan keinginanmu, jangan menunjukkan kekecewaan dan ketidakpuasan. Jika Anda menunjukkan reaksi yang tidak memuaskan, anak akan tumbuh menjadi orang yang hanya mengikuti orang lain.

Sponsored Ad

3. Orangtua harus bisa mengendalikan emosi


Di hadapan anak-anak yang suka memberontak, apa pun yang terjadi, jangan biarkan emosi mengendalikan pikiran Anda. Sekalipun Anda benar marah, tapi Anda harus tetap menahan emosi dan berkomunikasi dengan tenang. Para psikolog mengungkapkan, anak yang suka kena marah orangtuanya, ketika besar nanti akan tumbuh jadi anak yang bermasalah.

Sponsored Ad

4. Jangan marahi anak di depan orang banyak

Dimarahi dan diberi hukuman di depan banyak orang, hanya membuat anak merasa malu dan marah. Juga jangan pernah mengeluarkan kata-kata “apa yang orang lain pikirkan tentang kamu?” Sebaliknya, puji dan banggakan anakmu di depan orang lain, hal ini akan membuat dia menjadi anak yang penurut dan percaya diri.

Sponsored Ad

5. Jika Anda mengatakan untuk menghukumnya, maka Anda harus melakukannya

Sponsored Ad

Jika Anda mengatakannya, pastikan untuk bertindak! Kalau tidak, anak akan sulit mempercayai setiap perkataanmu.

6. Jika Anda tidak tahu siapa yang salah, maka hukum semuanya


Sponsored Ad

Jika kedua anakmu bertengkar dan Anda tidak tahu siapa yang memulai duluan, lebih baik Anda menghukum keduanya. Cara ini lebih baik daripada Anda menyalahkan salah satunya yang belum tentu ia bersalah. Jika dibiarkan terus menerus, ketika ia besar nanti, ia akan jadi anak pendendam dan mempunyai masalah dengan harga diri.

7. Hukum karena kesalahan saat ini, bukan kesalahan masa lalu

Salah satu aturan terpenting dalam membesarkan anak adalah: “hukuman - pengampunan - melupakan.” Seorang anak yang terus-menerus dihukum karena kesalahan masa lalu, mereka tidak bisa menjadi orang yang kuat.  Mereka akan takut melakukan sesuatu yang baru dan lebih menyukai rutinitas. Juga sangat sulit bagi mereka untuk belajar dari kesalahan mereka sendiri.

Sponsored Ad

8. Hukuman harus disesuaikan dengan umur dan hobinya


Sistem hukuman harus jelas dan seimbang. Jangan memberikan hukuman yang sama jika anakmu memecahkan kaca dan mendapat nilai jelek. Kesalahan kecil - hukuman kecil. Kesalahan besar - hukuman serius. Seorang anak yang selalu mendapat hukuman yang sama, tidak dapat membangun sistem nilai-nilai moral yang baik karena mereka tidak dapat membedakan antara yang baik dan tidak.

Sponsored Ad

Selain itu, Anda harus mempertimbangkan usia dan hobi anak. Jika anak menyukai media sosial, Anda bisa memberi hukuman dengan membatasi waktu penggunaannya. Tapi jika seorang anak tidak menyukai media sosiali, Anda harus memikirkan cara lain untuk menghukum mereka.

9. Jangan pernah berbicara kata kasar

Banyak orangtua tidak sengaja mengeluarkan kata kasar ketika tidak dapat mengendalikan emosinya. Hal ini hanya merusak harga diri anak, apalagi anak peremuan. Para psikolog pun menyarankan orangtua untuk berkata dengan sopan dan tenang kepada anak.

Sumber: OMG

Kamu Mungkin Suka