Sejarawan Membuka Peti "Bao Zheng" yang Pergi 900 Tahun Lalu: "Mengerikan"

Bagi kalian pecinta sejarah China, pastinya kalian pernah mendengar nama Bao Zheng atau Hakim Bao. Bao Zheng adalah seorang hakim dan negarawan pada jaman Dinasti Song Utara. Karena kejujuran dan bersih kelakuannya, Bao Zheng mendapat julukan Bao Qingtian, yang artinya Bao si Langit Biru.

Sponsored Ad

Karena keadilan dan kejujurannya itu, kisahnya difilmkan oleh sebuah perusahaan film di Taiwan dengan judul Film Justice Bao. Film ini meraih popularitas dan kesuksesan di era 90-an. Bahkan film Bao Zheng pernah ditayangkan di Indonesia yang disiarkan di beberapa stasiun TV. Film ini berisi nilai-nilai tradisional Tiongkok, seperti rasa bakti kepada orang tua, kesetiaan pada negara, dan kehormatan.

Sponsored Ad

Berbicara tentang kisah hidup Bao Zheng, ia sendiri lahir tahun 999 di Luzhou China. Ia lahir dari keluarga pas-pasan, namun bersyukurnya orangtuanya masih mampu menyekolahkan dirinya.

Sponsored Ad

Dari kecil Bao bertekad memberikan kesetiaan dan rasa cintanya terhadap kerajaan, negara, dan rakyat. Akhirnya pada usia 29 tahun ia lulus ujian kerajaan tingkat tertinggi dan menyandang gelar Jinshi. Ia pun sempat diangkat menjadi pejabat kehakiman namun ia mengundurkan diri karena ia mau menunjukkan rasa bakti sebagai anak kepada orangtuanya sebelum mereka meninggal.

Sponsored Ad

Setelah orangtuanya meninggal, Bao kembali menjabat jadi pejabat kehakiman. Dan selama Bao bekerja, ia dikenal dengan seseorang yang adil, berani, dan berpegang pada kebenaran. Bahkan kecerdasan dan bakatnya membuat banyak orang kagum. Dia juga dikenal tidak kompromi pada masalah korupsi.

Sponsored Ad

Sejarah mencatat selama 30 tahun ia memerintah, terdapat 30 orang pejabat dan mentri yang dipecat oleh Bao akibat mereka suka korupsi, kolusi, atau tidak melakukan tanggung jawabnya dengan baik.

Sponsored Ad

Selama Bao hidup ia dikenal sebagai hakim yang adil, yang bisa membedakan mana yang benar dan yang salah. Dan ia juga bisa menjunjung tinggi keadilan tanpa rasa takut.

Sponsored Ad

Akhirnya Bao meninggal tahun 1062 dan dimakamkan di makam keluarganya di Hefei. Di kota tersebut juga dibangun kuil untuk mengenangnya jasa Bao Zheng.

Sponsored Ad

Kaisar juga sempat menganugerahi Bao dengan 3 buah alat penggal dalam tugasnya sebagai hakim. Alat penggal kepala anjing untuk menghukum rakyat jelata, alat penggal kepala macan untuk menghukum pejabat, alat penggal kepala naga untuk menghukum bangsawan dan kekaisaran.

Sponsored Ad

Namun karena semasa hidup Bao dikenal tegas dan tidak segan-segannya menghukum orang yang bersalah, tak sedikit orang yang membenci dirinya. Pernah ada sekelompok orang datang mengepung kuburan Bao dan menghancurkan patung, potret, silsilah, dll. Bahkan Bao pun diyakini sebagai "pejabat yang paling kejam".


Akhirnya pemerintah meminta makan Bao dipindahkan ke kawasan tanah pabrik, walaupun sungguh tidak masuk akal! Untungnya sekelompok orang yang masih menghargai sejarah datang untuk menyelamatkan peninggalan budaya ini, dan secara diam-diam mencari tulang-belulang Bao Zheng, dan menunggu sampai ‘badai berakhir’ mereka memindahkan ke pemakaman Bao yang baru dibangun.

Sejak saat itu nama Bao menjadi legenda dan banyak orang menghormati sejarah dan kisah hidupnya. Makam Bao juga dijaga sangat baik dan membiarkan generasi selanjutnya untuk bisa mengingat dan belajar dari kisah Hakim Bao.

Sumber: Foyuan