Bocah Ini Jadi Pedagang Asongan di Lampu Merah, Kondisinya Tuai Kontroversi Netizen

Tidak dapat dipungkiri meski perekonomian sebuah negara dibilang sudah maju, tetap saja masih ada penduduk yang mengalami kesulitan ekonomi bahkan ada yang sampai harus mengemis.

Sponsored Ad

Sebenarnya hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja namun setiap individu juga. Seandainya pemerintah bersedia menyediakan dana besar agar penduduknya mandiri keuangan, tentu harus dibarengi dengan niat berusaha dan pantang mengemis dari setiap orang karena kalau tidak tetap saja akan ada pengemis.


Berbicara soal pantang mengemis, beberapa waktu sempat viral seorang anak laki-laki yang berpakaian seragam sekolah sedang berjualan kerupuk di perempatan jembatan layang Summarecon, Bekasi. Foto bocah ini pun tersebar di media sosial dan mengundang berbagai komentar netizen.

Sponsored Ad

Namun dapat dilihat bahwa anak laki-laki itu sama sekali tidak merasa malu dan gengsi saat menjajakan dagangan sederhana itu. Padahal ia masih menggunakan seragam lengkap dan terlihat seperti sudah remaja. Tidak diketahui nama dan alasan bocah itu harus berjualan kerupuk di siang hari yang terik.

Sponsored Ad

Beruntung, saat itu ada seorang penumpang di mobil membuka pintu kacanya dan membeli dagangan itu. Mungkin saja berkat caranya berjualan atau pembeli yang kasihan melihat bocah ini. Tapi setidaknya bocah ini memilih untuk berusaha sendiri daripada menjadi pengemis. Di saat teman-teman seusianya mungkin bermain sepulang sekolah, bocah ini sudah memulai belajar sebagai wirausahawan.

Sponsored Ad


Namun tidak semua memberikan kesan baik dan memuji tindakan bocah ini tapi ada juga yang mengecam karena sama saja seperti mempekerjakan anak di bawah umur. Seorang netizen dengan akun @ampnjr31memberi komentar, “Anti gengsi gengsi club.”


Ada juga yang menuliskan, “Keren jiwa wirausahanya tinggi semoga dapat menjadi contoh. Ini pola pikir orang kaya sesuai buku Robert Kiyosaki Rich Dad Poor Dad..," kata akun @ipankuspandi18. Beberapa juga mendoakan agar rezeki bocah ini semakin dilancarkan.

Sponsored Ad


Sayangnya, sebuah komen dari @adakepri tidak setuju dengan apa yang dilakukan bocah ini. “Giliran anak anak yang jualan dipinggir jalan dibilang hebat.. Lebih baik daripada mengemis.. Padahal sama saja mengharapkan belas kasihan dari pembeli.. seharusnya di berikan solusi agar sianak tidak berjualan lagi.. Apa salutnya?? Bukankan ini namanya mempekerjakan anak dibawah umur.. Bisa kena hukuman pidana,” tulisnya.


Bagaimanapun tindakan yang dilakukan bocah ini patut diacungi jempol dan tidak ada salahnya belajar mandiri keuangan di usia yang masih sangat muda karena semakin berkembangnya zaman, semakin banyak generasi muda yang akan berpikir kreatif. Selama itu dalam jalur yang positif, ada baiknya kita juga mendukung mereka.


Sumber : Brilio