Jangan Pernah Ngatain Anak "Pemalu"! Begini "Cara Tepat" Mengatasinya!

Sekarang ini, anak-anak yang tidak suka menyapa teman atau kerabat itu akan membuat orang tua jadi gugup dan beberapa teman dan kerabat akan terbiasa berkata "Gak apa-apa, mungkin malu ya" Ternyata kalimat ini bisa bikin anak jadi malu beneran!

Sponsored Ad

Malu adalah kepribadian. Anak yang pemalu biasanya akan merasa tidak nyaman berada di lingkungannya, tapi mereka mampu belajar untuk beradaptasi. Mungkin kata-kata "dimasak perlahan" paling tepat untuk menggambarkan mereka. Kalau mereka dilabeli "pemalu", mereka akan merasa bersalah dan jadi makin pemalu.

Sponsored Ad

Bagaimana membimbing anak yang pemalu? Cara penanganan tiap usia anak juga berbeda-beda yah! Berikut ini cara penanganan anak TK

1. Beri anak sedikit waktu. Jangan paksa mereka harus berinteraksi dengan orang lain dan juga jangan biarkan orang dewasa yang tidak dikenal untuk segera melakukan kontak fisik dengan anak-anak. Kamu bisa mendorongnya dengan menemaninya, bermain dan menunggu anak sampai siap.

Sponsored Ad

2. Dalam lingkungan sosial, disarankan orang tua menemani anak-anak terlebih dahulu dan mengenalkan anak sepenuhnya pada situasi saat ini, dan kemudian mendorong anak untuk menjelajah. Ketika anak merasa lebih alami, orang tua sedikit menjauh dari anak, tapi ingat harus tetap kembali untuk menemani mereka. Dengan begitu, anak jadi punya pengalaman yang positif.

3. Jangan menyemangati anak secara berlebihan seperti, "jangan panik! Mama sama kamu kok". Kalimat penyemangat yang berlebihan akan membuat anak malah menerima pesan yang buruk dan membuatnya semakin negatif.

Sponsored Ad

4. Puji aksi keberaniannya seperti inisiatif anak untuk merespon orang lain, kontak mata atau mau pergi bermain sejenak, pujilah dia. Atau kamu juga bisa memberikan sedikit ingatan spesial kepada anak seperti, "nak, ingat gak tante yang kamu sapa tadi? Tantenya kelihatan senang, kan?"

Sponsored Ad

5. Orang tua harus jadi model untuk anak-anaknya karena anak akan mengikuti kamu, jadi orang tua juga harus lebih memperhatikan soal menyapa.

6. Tunjukkan pada anak bahwa kamu sebagai orang tua sangat percaya diri untuk menangani semua interaksi sosial, meskipun kamu sedikit panik, jangan tunjukkan itu.

Sponsored Ad

7. Kalau orang lain mengatakan anak kamu pemalu di depannya, segera koreksi di hadapan anak kamu juga bahwa anak kamu tidak pemalu, dia cuma butuh waktu untuk adaptasi. Sebentar saja dia akan mengikutimu.

Untuk anak yang sudah SD:

Sponsored Ad

1. Mendorong pertemuan anak dengan teman-temannya entah di rumah sendiri atau di rumah temannya. Misal kamu berkunjung ke rumah temannya, disarankan orang tua harus ada di samping anak untuk pertama kali. Saat anak sudah merasa tidak cemas, tentu orang tua boleh perlahan menjauh.

2. Jika anak kamu harus tampil di panggung, latihan terlebih dahulu, supaya anak merasa lebih terbiasa.

Sponsored Ad

3. Dorong anak untuk terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, terutama kegiatan yang memiliki kesempatan lebih besar untuk berinteraksi dengan sosial seperti pramuka, olahraga dan lain-lain.

4. Ketika melatih anak, ingatkan anak untuk menghadap orang saat berbicara dan saat menjawab juga harus biarkan orang itu mendengar.

5. Jangan bandingkan anak dengan teman kelasnya, kamu harus bangun kepercayaan diri anak kamu supaya hasilnya lebih sempurna dan maksimal.

Sumber: coco02