Orang India Tak Gampang Punya Rumah Di Singapura! Syaratnya Dinilai Rasiis! Viral!

Belakangan ini kabar adanya syarat yang kurang mengenakan untuk sebagian orang yang ingin memiliki rumah di Singapura Viral di media sosial.

"Bagaimana perasaan kalian jika diperlakukan seperti "tidak diinginkan" atau "lebih rendah" di negara kalian sendiri, hanya karena ras atau warna kulit?" keluhnya yang kini viral hingga dikomentari ribuan warganet.

Sponsored Ad

Diskriminasi rasial itu terjadi ketika ia dan teman-temannya menanyakan pada agen properti tentang rumah yang disewakannya. Namun, bahkan tanpa mengatakan bahwa mereka keturunan India, agen tersebut menolaknya dengan alasan "pemilik tidak ingin menyewakan kepada orang India".

Ia menduga agen tersebut telah melihat foto profilnya dan mengambil kesimpulan sendiri. Karena tak ingin berdebat, ia pun mencari rumah lainnya.

Hal serupa terjadi pada Jay, yang juga WN Singapura keturunan India, ketika mencari apartemen untuk disewa. Yang membuatnya heran adalah karena agen properti tak hanya menanyakan pekerjaan, namun juga rasnya.

Sponsored Ad

"Bisakah saya tanya profesi dan rasmu?" Kalimat itu ditanyakan dua kali padanya oleh agen properti yang berbeda, "Maaf mau bertanya, kamu keturunan India atau Singh?"

Meski diskriminasi sangat dirasakan oleh warga keturunan India, namun faktanya hal tersebut tak berlaku pada satu golongan ras saja. Hal ini telah menjadi masalah sosial sejak lama di Singapura, dan terjadi pula pada warga keturunan Melayu dan orang dari Tiongkok.

Buktinya, tak sulit untuk menemukan daftar properti disewakan di internet dengan penjelasan "no Indians, no PRC" (tidak terima orang India dan asal Republik Rakyat Tiongkok), atau juga "no Malay".

Sponsored Ad

Banyak orang menduga peraturan yang ditetapkan pemilik properti itu bukan karena mereka membenci golongan tertentu, melainkan pernah memiliki pengalaman buruk karena kebiasaan ras tertentu. 

Sejumlah agen properti menyebutkan berbagai macam alasan, seperti orang keturunan India biasa memasak kari dengan bumbu yang menyengat hingga mengganggu tetangga, atau asal RRT yang dicap jorrok dan tak merawat rumah dengan bersih.

Sponsored Ad

Masalahnya muncul lebih umum dengan properti yang lebih murah dan di situs di mana konten diposting langsung oleh pengguna. Namun tak diketahui berapa banyak pekerja asing yang terpengaruh, sebab banyak juga ekspatriat yang tak pernah mengalami hal tersebut.

Pasal 12 ayat 2 dalam Konstitusi Singapura melarang diskriminasi atas dasar ras bagi warga negara Singapura. Namun berdasarkan pakar hukum, UU tersebut tak melindungi warga negara asing, dan hanya berlaku untuk menuntut lembaga pemerintahan, tak bisa digunakan untuk memersekusi seseorang atau perusahaan.

Sponsored Ad

Kementerian Pembangunan Nasional dan Dewan Agen Properti Singapura bersama mengatakan, "Kami tidak memaafkan diskriminasi rasial. Ada peraturan yang mengatur penulisan iklan. 

"Beberapa tuan tanah telah menjelaskan mereka menghadapi pertimbangan praktis dalam menyewakan properti mereka, yang mengarah ke persyaratan tertentu dalam transaksi sewa. Pemerintah akan melanjutkan edukasi dan penyuluhan tentang pentingnya saling menghormati untuk menjaga kerukunan masyarakat."


Sumber : linetoday 

Kamu Mungkin Suka