Pecahkan Termos, Ibu Ini Marahi Anaknya! Tak Terduga Seorang Pengunjung Katakan Hal Mengagetkan Ini!

Anak adalah cerminan orang tua. Sikap anak kemudian hari ditentukan oleh cara orang tua mendidik anak. Jika dididik terlalu keras, maka anak kan tumbuh menjadi pribadi yang minder dan penakut.   

Sebaliknya jika dididik terlalu lembut maka dia akan tumbuh menjadi pribadi yang manja dan serba bergantung pada orang tua.

Pada video berikut seorang ibu penjual kopi keliling sedang berdagang dibantu oleh anaknya di suatu taman. Namun siapa sangka sang Ibu terus memarahi anaknya tanpa henti hanya karena hal sepele. Bagaimana reaksi orang di sekitar taman? Apakah masih ada orang yang peduli? Yuk kita simak sama-sama.

Sponsored Ad

Uya Pinta berumur 35 tahun sedang berjaja kopi keliling bersama anaknya yang masih berumur 10 tahun. Tiba-tiba saat sedang melayani seorang pelanggan, Uya mendapati termos yang dia bawa rusak sehingga memperlambat pekerjaannya. Anaknya tidak sengaja merusak termos tersebut.

Meskipun sudah meminta maaf, Uya tetap memarahi anaknya sepanjang jalan hingga mereka berhenti di sebuah taman. Uya memarahi anaknya di depan pelanggan.

Sponsored Ad

"Kamu itu nyusahin aja, disuruh bantu kerja nggak bener."

Mendengar Ibu yang mengomel tersebut, pengunjung taman mulai memerhatikan. Uya tidak berhenti memarahi anaknya meskipun pelanggannya memintanya untuk bersabar dan jangan terlalu galak terhadap anaknya.

Hingga kopi yang dibuatnya terjatuh, sang Ibu tetap tidak mau mengakui kesalahannya. Menurutnya anaknya lah yang salah karena hanya berdiam diri dan tidak membantu Ibunya. Anaknya pun menangis.

Sponsored Ad

Meskipun demikian dia tetap membentak anaknya. Hingga seorang pengunjung berkata, "Bu, termosnya Saya ganti, tapi anak ibu saya bawa pulang ya."

Melihat hal itu pengunjung taman tidak tinggal diam mereka bergerombol menyelamatkan anak itu dari amarah Ibunya sementara yang lain berusaha menasehati Ibunya. Namun gagal, si Ibu malah semakin mengamuk dan mengeluarkan kata-kata kasar.

Hingga akhirnya, kru "Siapa Peduli" melerai dan memberitahukan bahwa itu hanyalah sosial eksperimen. Dan mereka membuktikan bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap orang lain. Mereka semua setuju bahwa mendidik anak tidak harus dengan kekerasan mental apalagi fisik, karena itu hanya akan membuat anak menjadi rendah diri dan tertutup.

Sumber: youtube