"Ujung Rambut" Anakku Bisa Gerak Sendiri, Pas Dokter Periksa, Ditemukan "Benda Ini"!

Suatu sore aku menemani anakku bermain di taman. Namun sesampainya di rumah, anakku langsung lesu dan demam.


Sponsored Ad

Hal ini terus terjadi, sampai puncaknya tengah malam. Ia mengatakan bahwa kepalanya pusing tak tertahankan, sontak aku segera membawanya ke UGD.

Saat dokter memeriksa, ia menemukan sebuah benjolan kecil di atas kepalanya. Lalu dokter mengatakan "jangan khawatir, kulit kepala anakmu hanya memar atau lebam saja!"


Meskipun dokter mengatakan bahwa hal ini adalah masalah kecil, tapi anakku terus mengeluh pusing.

Sponsored Ad

Keesokan harinya, sebelum anakku masuk kelas, aku menitipkan pesan pada wali kelasnya "Sejak semalam anakku lesu, demam, dan pusing. Tolong bantu perhatikan kesehatan anakku ya!"


Baru saja beberapa jam setelah anakku sekolah, tiba-tiba guru menemukan benjolan di kulit kepala anakku sudah berda-rah. Benjolan itu mengeluarkan rambut kecil dan bisa bergerak!


Sponsored Ad

Dengan cepat guru membawa anakku ke dokter sekolah. Dan dokter mengatakan penyebabnya adalah kutu caplak yang menggerogoti kulit kepala anakku.

Dokter pun segera mengeluarkan kutu caplak dengan sangat hati-hati dan memberitahu bahaya dari kutu tersebut.


Sponsored Ad

Kutu caplak dikenal dengan kutu anjing atau kucing yang bisa menghisap da-rah. Selain bisa menghisap dan menggigit, caplak juga bisa mengeluarkan kuman dan bakteri yang bisa berujung fatal.  Terutama bagi anak-anak yang kekebalan tubuhnya masih lemah dan para orangtua lanjut umur.


Apa yang harus dilakukan jika digigit kutu caplak?

1. Jangan langsung dicabut dengan tangan atau dibilas dengan air. Melainkan oleskan alkohol pada bagian tubuhmu yang terkena caplak.

2. Gunakan pinset untuk mengangkat caplak. Atau juga bisa gunakan udara panas untuk mengusik ekornya.

Catatan: Jika tubuhmu mulai demam, lesu, dan terjadi radang, kamu bisa segera pergi ke rumah sakit untuk memeriksa apakah tubuhmu terkena infeksi atau tidak.

Sumber: Todayspot