Dulu Ia Miskin, Kini Dijuluki "Bapak Perabot Dunia" Dengan Total Kekayaan 58 Triliun Dolar AS

Merk perabotan IKEA mungkin sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia dan sudah menjadi favorit bagi sebagian masyarakat. Namun tahukah kalian siapa pendiri merk perabotan ini? Dia adalah Ingvar Kamprad, pria miskin dari Swedia.

Sponsored Ad

Kini kehidupannya telah sukses dan kaya raya namun ia tetap berpegang teguh pada kesederhanannya dan tampil apa adanya. Ingvar yang lahir pada tahun 1926 di Smaland telah akrab dengan kemiskinan sejak kecil. Kondisi keluarganya yang miskin membuat dirinya menjadi sosok  mandiri dan pekerja keras.

Sponsored Ad

Mulai dari berjualan korek, pensil, biji-bijian, kaus kaki hingga bekerja memerah susu pernah dilakukan Ingvar sejak usia 5 tahun. Penghasilan yang ia dapat digunakan untuk membiayai sekolahnya. Saat dewasa ia mencoba peruntungan di dunia perabotan. Tahun 1943, ia mendirikan IKEA. Ketika itu Ingvar baru berusia 17 tahun.

Sponsored Ad

Nama IKEA sendiri diambil dari nama ladang milik keluarganya (Elmtaryd) dan nama desa tempat tinggalnya (Agunnaryd). Sejak awal didirikan, IKEA fokus pada pembuatan perabotan rumah tangga dan untuk menjadikannya terkenal seperti saat ini, Ingvar mengerahkan segala usahanya.

Sponsored Ad

Seiring kemajuan usahanya, Ingvar mulai meluaskan jangkauan bisnisnya. Pada 1953, Ingvar membuka showroom di Almhult yang akhirnya menjadi toko IKEA pertama pada 1958. Setelah itu berlanjut di Norwegia (1963), Denmark (1969), Swiss dan Jerman menyusul pada 1973 dan 1974. Amerika Utara (1976), toko IKEA dibuka di Kanada. Baru pada 1985 toko IKEA dibuka di Amerika Serikat. IKEA sendiri telah masuk pada 1991 di Indonesia, dan baru membuka toko pertama mereka di tahun 2014.

Sponsored Ad

IKEA telah membawa Ingvar kepada hidup mewah bergelimang harta hingga ia masuk pada urutan orang terkaya ke-8 di dunia menurut versi Bloomberg Billionaires Index dengan jumlah pendapatan mencapai 58,7 triliun dolar AS. Bahkan Forbes pun menempatkan Ingvar sebagai orang terkaya ke-4 di dunia. Namun Ingvar sudah tidak terlibat dalam tugas operasional lagi dan hanya menjadi penasihat senior saja.

Sponsored Ad

Meski Ingvar disebut sebagai orang terkaya, namun ia tak pernah merubah gaya hidupnya. Ia hanya memiliki rumah sederhana dan mobil volvo tua. Saat bepergian, ia naik pesawat kelas ekonomi dan gerbong kelas dua dengan kereta. Ingvar pun berbagi prinsip hidup selama ia menjadi pengusaha yaitu rendah hati, rapi, dan berbudi.

Sponsored Ad

Tiga hal yang disebut dengan “Wasiat Pedagang Perabot” ini telah ditanamkan sebagai nilai-nilai IKEA hingga saat ini. Ingvar tutup usia dengan tenang di Smaland saat dirinya berumur 91 tahun.

Sukses tidak hanya diukur dari materi namun bagaimana kita menyikapi hidup dengan kekayaan yang berlimpah tersebut. Seperti Ingvar Kamprad yang tetap sederhana dan tampil apa adanya. Bagaimana ia memaknai kekayaan dengan lebih bijaksana.

Sumber : Boombastis

Kamu Mungkin Suka