TKW Ini Hanya Diberi Nasi 1 Rantang Untuk 1 Minggu, Tak Disangka Nasibnya Kini Bikin Heboh Masyarakat Indonesia dan Hongkong!

Tidak semua TKI mempunyai nasib baik, banyak juga yang mengalami nasib buruk dan pulang dengan tangan kosong bahkan dalam keadaan fisik buruk karena penyiksaan. 

Salah satu kasus yang sempat ramai adalah kasus Erwiana Sulistyaningsih. TKW yang bekerja di Hongkong dan mendapat tindakan kekerasan yang paling sadis di tahun 2013 lalu.

Sponsored Ad

Erwiana bekerja di Hongkong selama 8 bulan dan dari awal ia sudah mendapatkan perlakuan semena-mena dari majikan perempuannya, mulai dari diberi nasi 1 rantang untuk 1 minggu, minum dibatasi, kerja selama 20 jam setiap harinya. Erwiana hanya diberi waktu 4 jam untuk tidur dan makan. Namun lama kelamaan, perlakuan majikannya semakin menjadi bahkan untuk ke toilet pun dibatasi sehari 2x.

Sponsored Ad

Tindakan kekerasan fisik mulai diterima Erwiana. Rambut dijambak, dipukul, dan tidak boleh menggunakan sarung tangan selama membersihkan lantai. Melihat hal tersebut, anak-anak majikan tidak peduli bahkan mengacuhkan Erwiana. Selama 8 bulan, Erwiana disekap oleh majikan dan tidak digaji. Namun orang luar tidak ada yang mengetahuinya karena polisi juga sulit menembus rumah majikannya.

Sponsored Ad

Akhirnya, fisik Erwiana sudah tidak memungkinkan lagi untuk bekerja. Ia terbaring lemah di tempat tidur dengan luka yang dideritanya. Merasa tidak berguna lagi, Erwiana diantarkan majikannya ke bandara saat tengah malam. Untuk menutupi keadaannya, ia dirias dan dipakaikan jaket sebanyak 6 lapis.

Sponsored Ad

Sesampainya di bandara, majikannya hanya memberikan paspor dan uang Rp 100,000 dan meninggalkannya sendirian di bandara. Foto Erwiana saat di bandara disebarkan oleh seorang buruh migran yang prihatin dengan kondisinya sehingga ia viral di Hongkong. Bantuan dan pembelaan berdatangan hingga membuat majikannya dituntut dan akhirnya dipenjara selama 6 tahun juga denda sekitar 1,3 milyar.

Sponsored Ad

Dengan bantuan berbagai pihak, Erwiana bangkit menata kembali hidup dan kondisi psikologisnya. Tujuan utamanya untuk kuliah juga terpenuhi berkat beasiswa yang ia terima dari sebuah yayasan. Ia lulus kuliah dengan nilai yang memuaskan dan kini ia bergabung dengan organisasi yang menangani kasus-kasus TKI yang perlu pendampingan.

Semoga kisah inspiratif Erwiana dapat menjadi contoh bagi setiap TKI yang sedang bekerja di negeri orang. Jadilah TKI yang cerdas dan bisa membela diri jika mendapat majikan yang semena-mena.


Sumber : Trans7

Kamu Mungkin Suka