Dipecat Karena Korupsi 8,1 M, Begini Nasib Jendral Susno Duadji Di Kampung, Jatuh Miskin?

Usai purna tugas, Komisaris Jederal (Purn) Susno Duadji jarang terekspos.

Purnawirawan Komisaris Jenderal Susno Duadji kini terlihat tinggal di kampung halaman dan memilih bertani.

Sponsored Ad

Kegiatan Purnawirawan Komisari Jenderal Susno Duadji tampak dibagikan di akun Facebook pribadinya.

Baru-baru ini, Komjen Susno Duadji tinggal di kampung halamannya, Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri ini dikenal memiliki karier yang cukup gemilang.

Namun, lulusan Akademi Polisi tahun 1977 itu sempat tersandung kasus korupsi, sehingga dipecat dari jabatan Kabareskrim.

Melansir dari laman Kompas.com, Susno Duadji dianggap bersalah lantaran terbukti menerima suap Rp 500 juta dari Haposan Hutagalung melalui Sjahril Djohan dalam penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari.

Sponsored Ad

Tak hanya itu, Susno Duadji juga sempat dinyatakan bersalah saat menjabat Kepala Polda Jabar dengan memerintahkan pemotongan dana pengamanan Pemilihan Kepala Daerah Jabar pada tahun 2008.

Sponsored Ad

Perbuatan Susno tersebut telah merugikan negara sebesar Rp 8,1 miliar.

Akibat perbuatannya itu, Susno dijatuhi hukuman 3 tahun 6 bulan pnjara dan membayar uang ganti rugi Rp 4,2 miliar.

Usai menjalani hukuman, Susno memilih tinggal di kampung halamannya di Sumatera Barat.

Bahkan ia mengaku kini berprofesi menjadi petani dengan menggarap sawah peninggalan orang tuanya.

Sawah yang berukuran tak begitu luas itu digarap sendiri oleh Susno Suadji.

Hal ini seperti yang terlihat pada unggahan di akun Facebook dan Instagram Susno Duadji, via Kompas.com berikut ini.

Sponsored Ad

"Sejak purna tugas sy lbh banyak di kampung halaman bertani ngerjakan lahan warisan orang tua, kebun, sawah, dan pekarangan, sedikit kolam ikan. sawah ini adalah warisan org tua saya yg juga petani, luasnya tidak seberapa. sekarang saya garap sendiri, benaran loh !!!," tulis Susno Duadji.

Sponsored Ad

Tak hanya menggarap sawah, Susno ternyata juga berkebun dan memiliki kolam ikan, warisan dari orang tuanya.

Foto pria kelahiran Pagar Alam, 1 Juli 1954 saat memanggul cangkul layaknya petani itu sempat menjadi perbincangan warganet.

Tak hanya itu, potret Susno saat sedang berbelanja di pasar dan berbaur dengan masyarakat juga tak luput dari perbincangan warganet.

Pada 10 Juni 2019 lalu, Susno mengunggah rutinitasnya saat sedang memanen pisang dari perkebunannya.

Sponsored Ad

"NEGERI KU SUBUR NIAN

Pagaralam, Senin 10 Juni 2019, pagi tadi saya panin pising, jinis pisang kampung yang banyak ditanam masyarakat, pohon nya memang dirawat baik, dibersihkan dan curah hujan lbh dari cukup, alhamdulillah pisang nya tumbuh subur tandan nya panjang, buahnya besar,

Sponsored Ad

Diolah jadi pisang goreng dan pisang rebus enak sekali, manis dan aromanya ,, aduhai, apalagi dinikmati sambil menyeduh kopi robusta Pagaralam," tulis Susno Duaji.

Tak berhenti sampai di situ, pria paruh baya yang mengincar jabatan gubernur Sumatera Selatan dalam Pilkada 2017 lalu itu juga ingin mendorong pertanian negara.

"Pertanian harus dikedepankan untuk meningkatkan kesejateraan petani desa,,
Kita tidak boleh ketinggalan dengan Thailan, Malaysia, dan Vietnam,, produksi pertanian kita kealitas dan kwantitasnya harus lebih baik,

Sponsored Ad

Produksi pertanian harus diolah menjadi industri agro guna meningkatkan kesejahteraan petani,, pertaniaan tidak boleh stagnan pada pertanian konvensional harus beribah menjadi agro industri dan agro bisnis,,

Negeri ini sangat subur, jangan disia-siakan, tangan pemuda dinantikan untuk mengolah negeri ini,,
Bangkitlah wahai kaum
Muda,
Jangan malu

 bertani,,,Susno duadji, " tulis Susno Duadji.

Sumber : Tribun

Kamu Mungkin Suka