Dibalik Ibu yang Berjuang Melahirkan, Ayah Pun Alami 10 Perasaan Kalut yang Tak Pernah Ia Ungkapkan!

Mengandung selama sembilan bulan dan melahirkan adalah perjuangan serta pengorbanan terbesar dalam hidup seorang wanita.

Sponsored Ad

Tapi, jika selama ini kita hanya menganggap bahwa pihak ibu saja yang berjuang selama masa kehamilan dan melahirkan, ternyata kita salah. Meskipun ibu merasa bahwa ayah hanya bisa melihat dan membantu tanpa merasakan kesulitan yang dialaminya, tapi faktanya ayah adalah orang yang paling khawatir akan kondisi ibu, apalagi saat kehamilan anak pertama. Jadi, jangan heran kalau ayah mendadak jadi posesif dan berlebihan.

Sponsored Ad

Hal tersebut juga dialami oleh Muhamad Putra (@mputrasetia) yang merupakan suami dari seorang selebgram hijab Dwi Handayani (@dwihandaanda). Saat istrinya melahirkan dan merasa begitu kesakitan, dia sangat khawatir bahkan pasrah saja ketika rambutnya dijambak untuk melampiaskan rasa sakit sang istri. Momen itu diabadikan dengan sangat manis di Instagram mereka. Beginilah potret lengkap bagaimana perasaan campur aduk ayah saat harus mendampingi ibu dari masa kehamilan hingga melahirkan.

Sponsored Ad

1. Sebenarnya ayah merasa sangat khawatir kalau ibu mual-mual dan susah makan di awal kehamilan. Ayah akan memaksa ibu makan demi kesehatannya.

Sponsored Ad

2. Karena antrean dokter kandungan sangat panjang, ayah tidak mau ibu kelelahan menunggu. Maka dari itu, ayah rela mengambil nomor antrean lebih dulu.

Sponsored Ad

3. Ayah adalah orang yang sangat penasaran pada kondisi janin setiap kali kontrol dan melakukan USG. Apalagi saat bisa mendengar detak jantungnya dan tahu jenis kelaminnya.

Sponsored Ad

4. Jangan heran kalau ayah berubah jadi lebih posesif. Ibu tidak boleh kelelahan, tidak boleh pergi sendirian, dan wajib selalu memberi kabar.

Sponsored Ad

5. Ayah selalu rindu saat berpisah dengan ibu dan calon jabang bayi. Rasanya ingin segera bertemu dan mengelus perut ibu lalu berbicara dengan janin di dalamnya.

Sponsored Ad

6. Saat kehamilan makin besar, ayah nggak tega lihat ibu badannya mulai pegal dan tidur tidak nyaman. Ayah rela sesekali memijat ibu agar lebih enakan.

Sponsored Ad

7. Mendekati waktu melahirkan, ayah sebenarnya cemas. Dia ingin bisa selalu siaga untuk ibu jika sewaktu-waktu harus diantar ke rumah sakit bersalin.

8. Sepanjang perjalanan ke rumah sakit bersalin, perasaan ayah sebenarnya tidak karuan. Segala rasa panik dan pikiran buruk menghantuinya.

9. Melihat ibu merasa kesakitan karena kontraksi dan mengejan, ayah merasa sangat khawatir dan tidak tega. Tapi, ayah juga tidak bisa berbuat banyak kecuali mendampinginya

10. Ketika bayi akhirnya lahir ke dunia, tidak hanya ibu saja yang bahagia, ayah akan merasa sangat terharu setelah mengalami prosesnya dan melihat perjuangan istrinya.


Sumber: hipwee


Kamu Mungkin Suka