"Surat Pengakuan" dari Suami yang "Menyeleweng" ke Istrinya Ini Bikin Hati Teriris!

Istriku:

Mungkin sudah tidak sepantasnya aku menyebutmu seperti ini. Setelah kita bercerai selama lebih dari setahun, aku masih sulit melupakanmu…

Kamu tidak tahu seberapa menyesalnya aku selama setahun perceraian kita.

Sponsored Ad

Aku menyesal waktu itu terpengaruh oleh nafsu, tidak menepati janji, main sama wanita lain di belakang kamu, melukai hatimu.

Sebelum mengkhianatimu, aku selalu merasa pernikahan kita sangat hambar, aku bosan mendengar keluhanmu seputar rumah tangga saja, sedikit jijik.

Aku ingin mencari sesuatu yang baru, jadi saat kesempatan itu muncul, aku lupa dengan janjiku untuk setia padamu saat hari pernikahan.

Sponsored Ad

Tapi, setelah bercerai aku baru mengerti bahwa rasa baru itu hanyalah sesaat, itu tidak menjamin kebahagiaanku.

Hari-hari setelah menikah lagi tidak seperti yang aku bayangkan atau bahkan jauh dari kata bahagia.

Aku menyesal karena tidak cukup tahu seberapa besar pengorbananmu untuk keluarga kita dulu dan tidak pernah menyadari seberapa lelahnya kamu.

Sponsored Ad

Ketika bersamamu, kamu akan mengurus semuanya. Ketika aku pulang kerja, meja makan masih penuh dengan masakan hangat. Ketika aku bangun pagi, aku cuma perlu ganti pakaian dan kamar itu akan jadi bersih dan rapi lagi…

Aku tidak pernah memikirkan ini sampai perceraian terjadi. Ketika aku bersama wanita itu, setiap pulang kerja, aku cuma menemukan panci dingin, juga tidak ada orang yang mengingatkanku untuk bawa payung, bahkan menyalahkanku sudah membuat lantai kotor lagi. Aku mencoba berpikir: bagaimana seorang wanita sekurus kamu bisa menangani semua pekerjaan rumah tangga setelah seharian bekerja?

Sponsored Ad

Karena dulu aku tidak terlalu peduli padamu, aku bahkan tidak memikirkan seberapa besar kamu berkorban untuk aku dan keluarga ini.

Dulu aku merasa kamu sangat menyebalkan, cerewet dan merepotkan. Tapi, sekarang aku baru sadar bahwa itu adalah hal paling hangat di dunia ini dan aku telah kehilangan itu.

Sponsored Ad

Kamu tidak tahu betapa aku merindukanmu, betapa aku rindu melewati hari bersamamu.

Aku menyesal tidak memperlakukanmu dengan baik, aku selalu mengingkari janji. Saat bersamaku, kamu pasti selalu makan hati dan gak pernah bahagia.

Sponsored Ad

Saat kamu bersamaku, aku masih seorang bocah malang yang tidak punya apa-apa, sangat miskin.

Tapi, kamu sedikitpun tidak peduli, kamu selalu menyemangatiku. Walaupun orang lain bilang aku buruk, kamu selalu mendukungku.

Setelah kehidupan kita membaik, kamu masih juga takut aku kelelahan dan menghemat uang seperti dulu. Semua pakaianku dibeli yang bermerk, sedangkan pakaianmu dibeli seadanya saja.

Sponsored Ad

Dan wanita yang hidup bersamaku sekarang, dia tidak melewati hari susah bersamaku, dia tidak tahu seberapa susahnya aku dulu, cuma menganggapku sebagai mesin ATM berjalan, selalu menghamburkan uang. Aku bukan sayang uang, tapi aku menyayangkan tindakan dia yang tidak dapat menghargai susah payahku.

Dulu aku merasa kamu pelit, tidak mengerti cara merapikan diri, tapi sekarang aku baru sadar bahwa sebenarnya kamu merasa sangat bersalah sama aku, jadi kamu selalu menghemat. Tidak ada wanita lain selain dirimu yang amat mencintaiku di dunia ini.

Sponsored Ad

Kamu memberikan semua yang terbaik untukku, tapi aku malah menghancurkan kebahagiaan itu. Jika kamu mau memberikanku kesempatan satu kali lagi, aku pasti akan menjagamu dengan baik dan tidak akan mengecewakanmu.

Kamu juga sudah bekerja keras setiap hari setiap malam lembur, tapi gaji yang kamu dapatkan masih tidak cukup membelikan barang yang aku mau, makanan yang aku suka, tapi kamu masih selalu mencoba memenuhiku.

Sponsored Ad

Tapi sekarang tidak ada gunanya mengatakan apapun. Aku tahu bahwa aku sudah membawa luka besar di hatimu, aku tidak mengharapkan kamu memaafkanku. Aku cuma berharap kamu akan menemukan pria yang bisa menjagamu, menghargaimu dan mencintaimu dengan tulus.

Kamu berhak mendapat pria yang lebih baik. Orang-orang baru akan sadar bahwa sesuatu itu berharga setelah semuanya hilang.

Banyak pria yang tidak bisa menghargai kebaikan wanita, malah menganggapnya sebagai pengganggu dalam hidup, menyalahkannya tidak secantik wanita di luar sana. Menganggap wanita itu tidak pantas berdiri dengannya lagi.

Seperti yang semua orang tahu, seorang wanita mau mengatur kamu karena dia mencintaimu. Dia juga pernah memiliki wajah cantik yang membuatmu bermimpi, hanya saja ketika mengurus rumah ini, dia jadi tidak punya waktu lagi untuk mengurus dirinya. Jadi, kamu pun cuma bisa tergoda oleh wanita lain.

Bukan dia tidak pantas untuk kamu, selera kamu, temperamen kamu ini semuanya diolah olehnya.

Wanita lain cuma mencintai ketampananmu, dia tidak mau memikirkan soal rumah, setelah menikah pun belum tentu dia mau menemanimu melewati hari susah.

Tapi, cinta istri padamu itu tulus, tanpa kamu sadari, dia selalu menjagamu, memaafkanmu, memenuhi keinginanmu.

Tapi, jangan kamu pikir setelah dia pergi, dia jadi tidak bisa hidup lagi. Wanita itu bisa menerima segala kebiasaan hidupmu yang buruk, tapi dia sama sekali tidak akan bisa menerima jika kamu main belakang bersama wanita lain.

Ketika hatinya sudah dingin padamu, itulah saat dia akan menyerah darimu dan memilih mundur.

Sumber: pretties