Pulang Sekolah Lakukan"3 Hal Gampang" Ini ke Anak, Niscaya Dia Akan Jadi Orang Sukses Kelak!

Apa sih yang terpenting dari pendidikan anak? Nilai / Pengalaman?

Biasanya, orangtua zaman now sangat menjunjung tinggi nilai anak kita. Sering sekali kita mengukur standart anak tersebut pintar atau tidak, hanya dari nilai di sekolah. Semakin tinggi, semakin "cemerlang" masa depannya [kesannya...]

Sehingga anaknya di les ini les itu, pas anaknya pulang dari sekolah, bukan pertanyaan "mau makan apa nak? mau main apa nak?", melainkan "Tadi sekolah belajar apa aja? ada PR gak? Kerjain dulu sana!"

Benar gak sih pendidikan seperti ini?

Inilah Cerita Seorang Ayah yang Berhasil Mendidik Anaknya dengan Benar

Saat perjalanan ke Jakarta, aku duduk di sebelah seorang bapak - bapak. Cerita demi cerita, ternyata dia seorang ayah dari 2 anak yang sudah kuliah.

Dengan bangga, bapak ini bercerita kalau putra putrinya 3 tahun yang lalu masing - masing masuk ke universitas ternama! Ajaibnya, bapak ini hanya seorang petani biasa.

"Dua anakmu masuk ke univ ternama lho! Apa sih pak resepnya?", tanyaku penasaran. Namun siapa sangka sih, jawaban bapak ini mengagetkan!

"Aku tak sekolah nak, tak ngerti resep - resep pendidikan, oleh karena itu, sedari mereka kecil, aku membiarkan diriku diajar oleh anak - anakku"


Cara Mendidik yang Benar Adalah Membiarkan Anak "Mendidik" Kita

Karena tidak sekolah tinggi, hanya orang desa, jadi dia juga tidak memiliki pengetahuan yang cukup bagaimana mendidik anak dengan dengar, tapi dia juga tidak bisa membiarkan anaknya telantar dibiarkan begitu saja! Karena itulah dia kepikiran cara satu ini.

Setiap hari, ketika anak - anaknya pulang, bapak ini pasti ajak ngobrol dengan anak - anaknya. Ketika anaknya bikin PR, papanya ikut bikin PR mereka di buku kosong, kemudian kalau ada pertanyaan yang sulit, papanya akan tanya ke anak - anaknya. Kalau anaknya tahu, papanya akan "merendahkan hati", tidak gengsi, membiarkan anaknya mengajarinya.

Tapi kalau dua - duanya gak bisa? Bearti anaknya kurang memperhatikan atau ada bagian yang tidak mengerti. Besoknhya anaknya akan tanya ke gurunya bagaimana memecahkan persoalan tersebut.

Saling Mengajar, Lebih Efektif Dalam Pendidikan!

Sampai sekarang, anaknya terbiasa dengan "budaya belajar" seperti ini, terbawa sampai dia dewasa dan menjadi seorang murid yang benar - benar aktif, teladan, cekatan! Dibandingkan murid yang hanya diperintah - perintah secara otoriter oleh orangtua mereka.

Banyak Orangtua Mengeluh, Tidak Punya Waktu Menemani Mereka Belajar

Banyak orangtua dengan jutaan alasan mereka, capek setelah bekerja seharian, gak akan punya waktu lebih untuk menemani anak - anaknya belajar, jadi suruh bikin PR aja sendiri.

Konsep seperti ini salah besar! Anak adalah seorang pribadi yang sedang belajar, belajar meniru apa yang dia lihat, dia rasakan, sehingga jika kita bersikap cuek seperti itu, anak kita akan belajar menjadi "manusia super cuek" sejak dia kecil.

Jadi, Pulang Sekolah, Lakukan 3 Hal Ini, Hanya 20 Menit Saja!

1. Komunikasilah Dengannya. Biarkan Anakmu Mengajarimu Apa yang Sudah Dia Pelajari

Jangan lakukan hal ini ketika mereka pulang : Dengan sikap dingin, kamu tanya sudah bikin PR belum? Kalau belum, bikin dulu sana! Kalau kita capek bekerja, anak kita juga capek sekolah seharian. Yang mereka mau adalah, menceritakan apa yang mereka alami di sekolah dan jadilah pendengar yang baik. Jangan biarkan anakmu mengecap kalau "Papa Mama Hanya Pentingin Nilai, Bukan Aku!"

Tanyalah bagaimana sekolahnya... Tanyakan komunikasinya dengan teman sekitar. Tanyakan apa saja yang sudah dia tanyakan di sekolah. Itu akan membuat dia merasa diterima, dihormati, dan kepercayaan dirinya akan bangkit seiring berjalannya waktu!

2. Biarkan Dia Berpikir, Makan Dulu atau Bikin PR Dulu

Terkadang guru membiarkan anak - anak membawa pulang PR adalah biar mereka dipaksa mengingat apa saja yang sudah dipelajari hari ini. 

Nah biasanya, ketika anak - anak pulang, tentu saja mereka lapar... Ada banyak sekali orangtua di luar sana, yang tidak akan membiarkan anak - anak makan kalau PR belum selesai. Tanpa kita sadari, hal ini akan membuat anak kita ketika besar kelak, akan jadi anak yang selalu menuntut dan kejam!

Karna itu, biarkan dia yang memilih: Makan Dulu / Kerjain PR Dulu?

Jika dia pilih makan dulu, biarlah kita sebagai keluarga, makan dulu, berceloteh satu sama lain.

Jika dia pilih bikin PR dulu, hargailah dia dengan kita juga tidak ikut makan, melainkan menemani dia bikin PR.


3. Saat Anak Sedang Belajar, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

pertama, berikan susana belajar yang mendukung. Jangan disamping mereka kalian nonton atau main HP.

kedua, Ketika anak tidak fokus, bersabarlah dan pelan - pelan beri pengertian untuk menyelesaikan pekerjaannya baru melakukan aktifitas lainnya.

ketiga, Jangan menggangu mereka. Biarkan mereka belajar untuk konsentrasi tanpa diganggu.


Itulah yang harus kita perhatikan. Niscaya dengan beberapa langkah ini, anak kita akan menjadi bibit unggul untuk keluarga, negara, dan dunia ini!


Sumber : clicknews