450 Santri di Aceh Alami Krisis Air Bersih, Hingga Datanglah Penyelamat Tak Terduga Ini

Air bersih merupakan kebutuhan utama setiap makhluk hidup khususnya manusia. Pasti sangat tidak nyaman ketika kita mengalami krisis air bersih karena akan menghambat pekerjaan rumah tangga kita.

Seperti yang sempat dialami oleh 450 santri di Dayah Minhajusaalam, Desa Kampung Baru, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Aceh. Beruntung masalah ini segera diatasi oleh Aipda Zulfan Efendi, Bhabinkamtibmas Polsek Penanggalan. Sosok bersahaja ini yang memprakarsai sarana air bersih di pesantren perbatasan tersebut.

Sponsored Ad

Aipda Zulfan tidak asing lagi bagi keluarga besar pesantren ini karena ia seringkali mengunjungi ke pesantren yang telah beroperasi sejak 2009 silam. Bahkan karena rasa peduli Aipda Zulfan yang begitu besar, ia diangkat menjadi bagian pengurus Komisi Sekolah di Minhajussalam. Salah satu ide yang sangat berarti bagi para santri di sana adalah membangun waduk dan bangunan air bersih.

Sponsored Ad

Akhirnya waduk selebar hampir 900 meter persegi dengan kedalaman 3 meter ini menjadi pemasok air bersih utama bagi pesantren asuhan Abuya Khalil tersebut. Sebenarnya, hampir tidak ada yang percaya jika pembangunan waduk dan bangunan air bersih tersebut dikerjakan swadaya karena perlu biaya ratusan juta untuk membangun keduanya.


Beberapa juga menyangka bangunan tersebut merupakan proyek padahal dana yang terkumpul dihasilkan atas bantuan donatur yang digalang oleh Aipda Zulfan. Semoga semakin banyak pengayom masyarakat yang melakukan kebaikan seperti ini.


Sumber : Intisari