Siapa Bilang Punya Anak Gak Bisa Leyeh Manja Lagi? Satu Kalimat Ini Sukses Menyadarkan Banyak Orang

Tanpa disadari setelah memiliki anak, fokus kehidupan akan bergeser. Kebanyakan orang tua pun tidak bisa hidup ‘santai’ dan ‘nyaman’ seperti sebelum punya anak. Untuk bepergian pun tidak bisa langsung pergi begitu saja, namun akan mulai mempertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu. Setelah menjadi orang tua, semakin banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dipikirkan matang-matang, terutama masalah finansial.

Sponsored Ad

Banyak sekali orang tua yang melihat banyak pasangan yang belum memiliki anak saat sering-sering memamerkan liburan atau kegiatan harian yang begitu santai, dalam hati mereka terasa begitu iri. Ada pula yang sampai bersikap nyinyir dan berkata,”Wah, liburan lagi? Duitnya ada banyak ya!” atau “Asyik ya liburan terus, belum punya anak sih.” Mereka tidak sadar bahwa kalimat-kalimat seperti ini tentu saja sangat menyebalkan.

Mantan pembawa acara, Akina membagikan pengalaman pribadinya perihal masalah ini. Akina adalah wanita yang senang sekali bepergian dan mengunjungi berbagai tempat menarik. Akina pun sering pergi bersama teman-temannya yang masih lajang atau sudah menikah, namun belum memiliki anak. Akina mengatakan bahwa pergi dengan orang-orang yang sama-sama belum memiliki anak jauh lebih mudah. Kapanpun ingin pergi tinggal pergi saja. Dan, benar saja begitu kembali bekerja setelah berlibur, pasti ada saja ada yang berkata,”Liburan lagi? Duitnya banyak ya!”

Sponsored Ad

Akina awalnya tidak ingin ambil pusing dengan kata-kata seperti ini, tapi lama-kelamaan ia pun merasa risih dan kalimat ini jelas-jelas bukanlah pujian, melainkan sebuah ledekan. Akina berpendapat bahwa orang-orang yang bisa bersikap seperti itu sebenarnya adalah orang-orang yang berpendidikan dan gaji perbulannya pun cukup tinggi. Hanya saja mereka tidak bisa mengatur waktu sedemikian rupa dan mengatur kehidupan ini dengan seimbang. Bukan karena punya anak berarti hidup seseorang akan menjadi tidak seimbang dan membuat diri tidak memiliki ruang dan waktu pribadi lagi.

Sponsored Ad

Akina mengatakan bahwa semuanya adalah pilihan. Beberapa orang mungkin lebih memilih untuk menggunakan semua anaknya untuk membahagiakan sang anak. Membelikan mainan terus-menerus yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Atau, ada pula yang lebih memilih untuk membeli rumah di komplek elit daripada tinggal di apartemen.

Beberapa orang memilih untuk lebih bisa menikmati hidup, daripada berusaha memperoleh sesuatu hanya untuk ‘terlihat hebat’ di mata orang lain. Sebenarnya uang yang dikeluarkan untuk sekali bepergian pun tidak melulu selalu mahal atau menghamburkan banyak orang. Sekarang ini sudah banyak tempat penginapan yang murah dan nyaman, belum lagi ada pula banyak promo tiket pesawat.

Sponsored Ad

Akina pun berkata,”Aku tidak akan pernah iri atau mengomentari kehidupan orang. Jika ada teman yang memiliki anak, aku tidak akan berkata pada mereka, wah kamu pasti punya banyak uang sehingga memutuskan untuk memiliki momongan!” Sekali lagi, pilihan hidup setiap orang itu berbeda-beda, kita harus menghormati setiap keputusan yang orang lain ambil. Sayangnya di dunia ini lebih banyak orang yang lebih suka menyibukkan diri untuk melihat kehidupan orang lain dibanding fokus pada dirinya sendiri.

Sponsored Ad

Contohnya saat Akina pergi berlibur dengan teman wanita yang baru dikenalnya, teman-teman kantornya berkomentar,”Kok kamu berani sih pergi sama orang yang baru kamu kenal? Aku sih gak mau pergi sama orang asing.” Akina dalam hati berpendapat,”Aku mau pergi sama siapa ya terserah padaku. Aku akan menanggung semua risiko atas semua keputusan yang aku ambil. Untuk apa ia terlalu mengurusku seperti itu?”

Lagipula di dunia ini pun banyak sekali pasangan suami istri yang sudah memiliki anak juga sering kali pergi berlibur bersama-sama. Inti penting dari berlibur adalah menjernihkan pikiran dan mencari hal baru, namun tidak perlu harus pergi berlibur ke luar negeri atau tempat yang mahal-mahal. Kembali lagi, semuanya itu kembali pada pilihan masing-masing dan semuanya harus disesuaikan dengan kemampuan yang ada. Jangan sampai sebenarnya hanya mampu berlibur ke luar kota, tapi memaksakan diri pergi liburan ke Eropa.

Sponsored Ad

Sebenarnya setiap orang pun bisa menikmati hidup dan menjalani hari-hari dengan baik. Kita semua adalah orang biasa, namun tidak semua orang bisa mengubah hal yang biasa menjadi luar biasa, yaitu dengan cara mensyukuri hidup dan mensyukuri apa yang dimiliki. Jangan pernah cemburu atau iri atas kehidupan orang lain. Setiap orang harus membuat keputusan dan membuat pilihan hidup masing-masing. Dengan menghargai diri sendiri, mencintai apa yang dimiliki dan terus bersyukur, setiap orang pasti bisa hidup dengan bahagia~


Sumber: omgtw