Tetap Waspada, Meski Sudah Sembuh Dari Corrona, Manusia Bisa Kembali Positif Terpapar Corrona!

Baru-baru ini beredar kabar seorang pasien corrona di Jepang terpapar virrus ini sebanyak 2 kali.

Berdasarkan laporan NHK, pasien itu berusia 70 tahunan dan sudah pulang pada 2 Maret lalu. Kamis pekan lalu ia demam tinggi sampai 38 derajat celcius dan kembali masuk RS. Pada Sabtu, ia dinyatakan positif virrus corrona COVID-19.

Sponsored Ad

Kasus serupa pernah terjadi di China. Awal bulan ini, South China Morning Post meaporkan ada lebih dari 100 pasien di kota Tianjin yang dilaporkan kembali mengidap virrus corrona COVID-19 padahal sudah sembuh.

Ada pula 14 persen kasus di provinsi Guandong yang boleh pulang, kemudian masuk RS lagi karena masih mengidap virrus corrona COVID-19. Hal sama terjadi di provinsi Jiangsu dan Sichuan.

Namun, belum ada kepastian bahwa pasien di China tertular dua kali. Pakar kesehatan berkata pengecekan dari RS kurang komprehensif, sehingga pasien dikira sembuh padahal belum.

Sponsored Ad

"Maka itu bukannya orang-orang terkena infeksi kedua, atau infeksinya bertahan kuat, seperti yang dikhawatirkan beberapa orang," ujar pakar virrus Li Ka Shing dari Universitas Hong Kong.

Ia menyebut ada beberapa faktor mengapa hal itu terjadi, mulai dari tesnya tidak berlangsung dengan layak, atau kualitas alat tes yang tidak mumpuni, atau cara sampel dikumpulkan dan disimpan.

Dalam aturan China, ada beberapa ketentuan yang membuat pasien virrus corrona dinyatakan sembuh, yakni suhu badan normal selama tiga hari, tak memiliki masalah pernapasan, keadaan dada membaik dalam CT scan. Mereka juga harus mendapat hasil negatif pada tes PCR selama dua kali berturu-turut, dengan setidaknya jarak satu hari. 

Sponsored Ad

32 warga Kota Palu ditetapkan sebagai Orang Dalam Pamantaun (ODP) oleh Dinas Kesehatan Kota Palu. Status ODP itu diberikan untuk mengantisipasi penyebaran virrus corrona usai mereka pulang dari luar negeri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Huzaimah menyatakan bahwa 32 orang itu saat ini dalam kondisi kesehatan yang normal dan baik. Pihak dinkes menetapkan ODP untuk mengantisipasi puluhan warga itu terjangkit virrus corrona. Apalagi mereka baru saja pulang dari Jepang, salah satu negara yang sedang menghadapi wabbah corrona.

Sponsored Ad

"32 orang itu kami pantau dan observasi sejak empat hari lalu setelah tiba dari Jepang. Tapi kesehatan mereka sampai sekarang masih baik," kata Huzaimah, Sabtu lalu. 

Masa ODP puluhan warga itu sendiri pada Sabtu 14 Maret 2020 telah memasuki hari ke-4 dari 14 hari masa observasi dan pemantauan yang ditetapkan. Selama masa itu mereka hanya dibolehkan keluar rumah dengan alasan penting dengan tetap menggunakan masker.

Mereka juga diminta segera ke puskesmas atau RS jika merasakan gejala yang berkaitan dengan virrus corrona, seperti demam, batuk, dan sesak napas.

Sponsored Ad

"Secara teknis pemantauan ODP dilakukan oleh Puskesmas-puskesmas tempat warga tersebut tinggal," dr. Huzaimah menambahkan.

Pihak Dinkes Palu meminta warga Palu secara umum untuk tidak khawatir dengan adanya warga yang berstatus ODP sebab langkah ini merupakan hal yang normal dilakukan guna mengantipasi penyebaran virrus tersebut.

"Sebenarnya mereka (ODP) itu telah diperiksa dan discreening di bandara Soekarno Hatta, Jakarta dan bandara Palu, hasilnya tidak ada gejala virrus corrona. Tapi observasi di Palu tetap penting untuk pencegahan dan mendapat kepastian," pungkasnya.


Sumber : liputan6 

Kamu Mungkin Suka