Sebelum Ijab Kabul, Ia Disuruh Mandi Kembang di SPBU! Saat Beres Mandi Kejadian Naas Ini yang Malah Dialaminya!

Sudah jatuh tertimpa tangga. Ini yang dialami warga Bojonegoro. Sudah tertipu hingga senilai jutaan rupiah, janji untuk dinikahi secara siri pun tinggal janji. Kisah tragis ini dialami NM (36), perempuan yang beralamat di Desa Ngaglek, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro.

Sponsored Ad

NM ditinggal begitu saja di SPBU Jalan Sunan Drajad, Lamongan, calon suaminya. Padahal korban dijanjikan akan dinikahi siri. Tak hanya itu, korban NM juga kehilangan perhiasan emas yang dipakai senilai Rp 5 juta.

"Kisah ini dimulai dengan perkenalan korban dengan pelaku yang mengaku bernama Rizki Dermawan di dunia maya, yaitu di media sosial," kata Kasubag Humas Polres Lamongan, Kompol Harmudji sata dikonfirmasi, Senin (24/12/2018).

Sponsored Ad

Hingga menjelang nikah siri, jelas dia, keduanya belum pernah sama sekali bertemu. Namun, entah bagaimana korban begitu percaya dengan ucapan pelaku hingga saat diajak bertemu di Terminal Bojonegoro, korban mau-mau saja.

Sponsored Ad

"Korban dan pelaku awalnya bertemu di Terminal Bojonegoro dan kemudian diajak menuju Lamongan menggunakan mobil jenis Avanza warna putih," terangnya.

Dari pengakuan korban kepada polisi, korban bersedia diajak ke Lamongan karena janji diajak berkenalan dengan orang tua pelaku dan seorang kiai untuk langsung menikah secara agama atau nikah siri. Setibanya di Lamongan, lanjut kasubag, pelaku dan korban berhenti di SPBU sambil beristirahat.

Sponsored Ad

"Di tempat ini, korban dan pelaku istirahat. Pelaku meminta korban untuk mandi kembang di SPBU Jalan Sunan Drajad Kelurahan Sidoharjo Lamongan," paparnya.

Namun gelagat tak baik mulai ditunjukkan oleh pelaku saat itu. Sebelum masuk kamar mandi, korban diminta melepas perhiasan yang dpakai dengan alasan saat mandi kembang tidak diperbolehkan memakai perhiasan dan lebih baik dititipkan ke pelaku.

Sponsored Ad

"Setelah mandi, korban hendak kembali ke mobil Avanza yang sebelumnya ditumpangi korban bersama pelaku. Rupanya, mobil itu sudah tidak ada di lokasi hingga akhirnya pelaku tersadar jika sudah ditipu. Akhirnya melaporkan apa yang dialami ke Polres Lamongan," ungkapnya.

Sponsored Ad

Kini, tandas kasubag, polisi sedang menangani kasus yang menimpa NM. "Laporan korban masih dalam lidik petugas,"

Nah makanya kita sebagai manusia perlu sangat waspada pada orang yang tidak kita kenal dekat. Bukan untuk bersuudzon melainkan untuk berjaga-jaga dari hal yang tidak menyenangkan!


Sumber : tribunnews 

Kamu Mungkin Suka