Jika Ingin Bahagia, Wanita Cerdas Tidak Akan Melakukan 4 Hal Ini Demi Seorang Pria!

Banyak yang mengatakan bahwa seorang pria akan jadi sangat berbeda setelah menikah. Banyak tindakan pria menjadi tidak begitu romantis lagi setelah menikah bila dibandingkan dengan masa awal pacaran. Sebenarnya apa yang membuat hal tersebut bisa terjadi? Bisa jadi masalahnya pun dari kamu sendiri!

Perlu diingat bahwa pernikahan adalah situasi di mana kedua belah pihak harus mau saling memberi dan menerima. Baik suami atau istri pun harus sama-sama aktif dan berupaya untuk membuat hubungan agar tetap langgeng.

Sponsored Ad

Dalam sebuah pernikahan, seorang wanita bisa merasa tidak bahagia mungkin saja karena kamu adalah pihak yang selalu memberi dan berkorban. Dengan demikian, pasangan menjadi kebiasaan dan akhirnya malah membuat mereka menjadi terlalu dimanjakan. Apakah kamu masih melakukan 4 hal ini untuk suamimu? Jika iya, tidak aneh kalau kehidupan pernikahanmu tidak berjalan sesuai yang kamu harapkan. Mari kita simak bersama-sama…

1. Kamu terlalu pelit terhadap diri sendiri

Sponsored Ad

Saat suami berselingkuh dan akhirnya mengajukan perceraian, kebanyakan kerabat akan langsung membelamu dan berkata pada suamimu,”Kamu ini tidak tahu diri ya! Istrimu ini kurang baik apa lagi? Ia selalu berhemat, tidak membeli baju mahal, makanan enak selalu untukmu, begitu kamu pulang langsung melayanimu, mengorbankan karir untuk menjaga anak. Tapi, kamu masih saja tidak puas dan mencari wanita lain!”

Sponsored Ad

Kebanyakan wanita selalu memikirkan kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri. Hal ini memang terlihat baik, tapi jangan lupa bahwa bagaimana mungkin orang lain akan mencintaimu saat kamu pun tidak mencintai dirimu sendiri? Seorang pria akan berkata,”Istriku hanya sibuk menabung tapi tidak pernah mengurus dirinya dengan baik. Ia tidak pernah ke salon, setiap hari pakai pakaian butut dan wajahnya tidak cerah sama sekali.”

Maka dari itu, sebagai wanita, kamu pun harus rela mengeluarkan uang untuk dirimu sendiri! Gunakan uang yang diberikan suami untuk mengasah kemampuan diri dan membuat diri menjadi pribadi yang lebih baik, misalnya seperti pergi liburan, membeli alat make up dan lain-lainnya. Kalau tidak, percuma saja kamu menabung begitu banyak uang tapi akhirnya harus dihabiskan suami bersama selingkuhannya.

Sponsored Ad

Banyak wanita menganggap kalau ia selalu menyimpan uang, maka ia pasti akan hidup dengan baik. Namun, kenyataannya tidaklah seperti itu. Sebagai manusia, kamu harus bisa mengatur hidup ini dengan baik. Sekali lagi, jangan melakukan segala sesuatu secara berlebihan. Menabung itu perlu, tapi kamu juga perlu untuk membahagiakan dirimu sendiri! Jangan sampai kamu tidak rela membeli baju baru, makan makanan enak dan menghibur diri, tapi yang ada malah membuat batinmu tersiksa.

Sponsored Ad

Saat batin tersiksa, tanpa disadari hal itu pun akan mempengaruhi pesonamu dan akhirnya membuat suami mencari sosok wanita idaman lain. Ingat! Cintai dulu dirimu sendiri baru orang lain pun akan mencintaimu!

Sponsored Ad

2. Kamu Terlalu rajin

Di zaman modern seperti sekarang ini, tidak sedikit kita melihat banyak wanita selain harus menjadi ibu rumah tangga, tapi juga harus bekerja untuk membantu suami mencari nafkah. Hal ini sebenarnya tidak masalah, tapi saat kamu lelah sepulang bekerja, kamu malah berkata,”Suamiku, apa kamu lelah? Mau makan apa? Aku ambilkan ya!”

Memang, istri mempunyai kewajiban untuk melayani suami. Tapi, sekali lagi hubungan yang sehat adalah saat keduanya mempunyai proporsi dan derajat yang sama. Jika seorang wanita terlalu rajin dan membuat diri terlihat seolah-olah seperti ‘pelayan’, jangan salahkan suami jika ia akhirnya memperlakukanmu seenaknya dan ia menjadi sosok pemalas.

Sponsored Ad

Sebagai pasangan suami istri, masing-masing harus mau saling membantu. Cinta sejati adalah suatu kondisi di mana hidup ini bisa menjadi semakin mudah karena dijalankan oleh dua orang, bukannya membuat hidup malah semakin rumit. Terkadang, seorang wanita pun harus memperlihatkan sisi lemahnya, dengan demikian baru bisa menarik pria untuk melindungimu dan membuatnya semakin peduli padamu.

3. Semuanya kamu yang mengatur

Saat masih berpacaran, kebanyakan wanita akan mendapat perlakukan bak seorang putri. Sedangkan begitu menikah, wanita berubah menjadi sosok yang berbeda. Sebagai ibu rumah tangga, wanita harus bisa mengurus berbagai hal, mulai dari pekerjaan rumah, mengurus suami, menjaga anak, memperhatikan mertua dan ada pula yang juga mengatur keuangan keluarga.

Sponsored Ad

Semua hal ini kamu pikul sendiri tanpa bantuan dari suami. Selain itu, terkadang kamu juga jadi suka mengambil keputusan sendiri tanpa berdiskusi bersama suami. Misalkan, agar anak memiliki banyak kemampuan, kamu mendaftarkan anak ke berbagai kelas, seperti piano, memasak, science dan lain-lainnya. Kamu menggunakan alasan demi kebaikan anak, namun kamu tidak benar-benar tahu apa yang sebenarnya anak inginkan, dan belum tentu suamimu setuju, tapi kamu merasa bahwa kamulah yang harus mengatur semuanya.

Sponsored Ad

Saat semua hal akan terselesaikan dengan baik dan semuanya diatur olehmu, suami lama kelamaan akan berpikir bahwa dirinya tidak memiliki peranan apa-apa dalam keluarga. Tanpa disadari, kamu telah menyakiti harga dirinya sebagai seorang kepala keluarga dan akhirnya membuat dia kehilangan hati terhadap keluarga ini.

4. Selalu memaafkan semua kesalahannya

Banyak orang mengatakan bahwa cinta itu buta. Saat seseorang sudah sangat mencintai seseorang, mereka seolah-olah sering kali kehilangan akal sehatnya dan menjadi rela melakukan apa saja asalkan bisa bersama dengan orang yang dicintai. Walau pasangan melakukan kesalahan berkali-kali dan menyakitimu, tapi kamu tetap akan sabar dan memaafkannya.

Jika kamu terus seperti ini, lama-kelamaan pasangan tidak akan menghormatimu lagi, bahkan akan merasa bahwa kamu adalah wanita tidak berguna. Maka dari itu, sebagai seorang wanita, jangan selalu merasa takut atau merasa lemah dihadapan suami. Kamu pun harus memiliki prinsip dan memperlihatkan kemampuanmu, jangan sampai ia berani mengulangi kesalahan yang sama padamu.

Pada intinya, membangun bahtera rumah tangga adalah tugas dari 2 orang, yaitu suami dan istri. Keduanya harus sama-sama saling mencintai, saling peduli dan saling menghormati. Masing-masing pihak pun harus bisa menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik-baik, jangan sampai ada yang keluar dari jalur. Dengan demikian, kehidupanmu baru bisa terus bahagia dan hubungan tetap langgeng sampai maut memisahkan.


Sumber: Dmadvanced