Gadis Kecil Berusia 17 Tahun Ini Menemukan Rahasia Besar yang Mengundang Perhatian Presiden dan Tentara Negara di Bawah Kasur Tempat Tidurnya!

Ternyata penemuannya ini keren banget!!
Sponsored Ad

Kamar anak-anak ABG tampaknya akan cukup normal dan menyenangkan kalau berisi mainan dan benda-benda koleksi lainnya. Tapi Sobat Cerpen, kamar anak perempuan ini ternyata tidak berisi benda-benda seperti itu, melainkan banyak botol-botol berwarna hijau di bagian bawah tempat tidurnya.

Sponsored Ad

Inilah kamar sekaligus laboratorium dari Sara Volz yang berusia 7 tahun.

Inilah tempat dimana anak muda ini mengubah ganggang hijau menjadi sumber bahan bakar!

Sara sejak kecil sudah memiliki keingintahuan yang besar terhadap perubahan-perubahan dan keunikan yang ada pada makhluk hidup dan alam semesta.

Seiring dengan pertumbuhan usianya, kesenangannya akan kimia mulai bertambah dan semakin mendalam.

Sponsored Ad

Perubahan-perubahan kimia dari yang paling sederhana sampai yang kompleks tidak pernah lari dari hadapannya.

Bahkan tabel periodik pun dibawanya berjalan kemana-mana!

Di usianya yang ke-13, yang gadis kecil ini pedulikan bukanlah bagaimana caranya dia berdandan, tetapi sumber daya yang ada di alam kita ini, yang ternyata dipicu oleh gurunya, "Ganggang hijau adalah salah 1 sumber berharga yang bisa terus dikembang biakkan. Sekarang ini teknologi untuk memaksimalkan ganggang hijau menjadi bahan bakar, hanya saja biaya produksinya cukup mahal."

Sponsored Ad

Dia ingin tahu bagaimana caranya ganggang hijau memberikan energi dan bagaimana caranya tumbuhan-tumbuhan ini berubah menjadi energi yang dunia butuhkan.

Gadis kecil ini membawa pertanyaan-pertanyaan yang muncul ke laboratorium para ahli tetapi tidak ada seorang pun yang benar-benar mempedulikannya.

Awalnya mereka tidak percaya gadis kecil ini ingin memikirkan pertanyaan yang sesulit ini.

Gadis kecil ini merasa kecewa. Akhirnya ia bertekad untuk membangun sebuah laboratorium kecil pribadi di kamarnya. Untung baik gadis kecil ini memiliki orangtua yang setia mendukungnya.

Sponsored Ad

Akhirnya ia pun mulai meneliti hal ini.

Demi meneliti dan menjaga tanaman-tanamannya, ia bahkan rela mengatur waktu hidupnya sama seperti ketika tanaman-tanaman ini mulai beraktivitas.

Setelah kekecewaan dan kegagalan yang berulang kali, gadis ini akhirnya menemukan kesimpulan, Setiap ganggang memiliki kemampuan untuk menghasilkan kadar minyak yang berbeda bahkan dibawah keadaan dan lingkungan pemeliharaan yang sama.

Ia kemudian berpikir, "Kalau manusia berhasil mengembang biakkan jenis ganggang yang mampu menghasilkan minyak dalam jumlah banyak, bukankah biaya pengembang biakan bisa ditekan sebesar-besarnya?"

Setelah ia menemukan hal ini, gadis ini memulai pengembang biakkan ganggang yang lebih kuat di laboratoriumnya!

Namun kegagalan demi kegagalan terus terjadi.

Setelah beribu-ribu percobaan, gadis ini menemukan satu hal, Sethoxydim, sebuah zat yang sering digunakan sebagai obat pembunuh rumput liar ternyata sanggup membunuh ganggang yang lemah dan membuat ganggang yang lebih kuat dan diinginkan bertahan hidup.

Penemuan ini membuatnya melangkah 1 langkah lebih dekat kepada keberhasilan!

Setelah mencoba berkali-kali, gadis ini akhirnya berhasil mengembang biakkan ganggang yang kuat, bahkan mampu "memproduksi" sel ganggang yang kuat tersebut, sehingga menurunkan biaya produksi minyak. Setelah dihitung, produksi 1 tabung minyak dari ganggang dengan produksi minyak pada umumnya menghemat biaya sebanyak 2 USD.

Penelitian ini akhirnya dikenal dan dihargai luar biasa dalam ajang Intel Science Talent Search sebagai juara pertama dan gadis ini mendapat uang hadiah sebesar 100,000 USD (sekitar 1 milyar rupiah).

Universitas ternama di Amerika, MIT bahkan mengundangnya untuk belajar di MIT tanpa melalui ujian masuk dan seleksi apapun.

Tidak hanya itu, penelitiannya ini berhasil mengundang perhatian pasukan tentara Amerika karena hal ini berpengaruh dalam sumber energy dan keamanan negara.

Presiden Obama sempat bercanda ketika gadis ini mempresentasikan hasil penelitiannya, "Gadis muda ini dibawah Kasur tempat tidurnya berhasil menemukan sesuatu yang besar. Keren juga ya."

Gadis ini kemudian menjawab, "Saya hanya berharap generasi selanjutnya yang tinggal di Amerika tidak perlu mengerjakan penelitiannya dibawah kasur tempat tidur dan bisa diberikan bantuan yang pantas." Setelah ia selesai berkata, tepuk tangan memenuhi ruangan presentasi tersebut…

Sponsored Ad