Otak Bayi Ini Ada Diluar Tempurung Kepala, Namun Sang Ibu Bersikeras Melahirkannya. Tak Disangka Benda Ini Berhasil Membuatnya Bertahan Hidup!

Keajaiban dunia kedokteran nih…
Sponsored Ad

Sepasang suami istri di Ohio bernama Dustin dan Sierra menikah pada umur 21 tahun dan dikaruniai seorang anak yang sehat. Namun demikian, saat memeriksa kandungannya yang kedua di umur 22 minggu, dokter berkata bahwa anak keduanya mengidap encephalocele  (kelainan pada otak dimana otak berada di luar tempurung kepala). Dokterpun menyarankan agar Sierra menggugurkan kandungannya. 

Sponsored Ad

Dustin dan Sierra pada mulanya menyetujui saran dokter, namun malam harinya ketika hendak tidur, Sierra merasakan tendangan dari dalam perutnya. Sierra merasa anak dalam kandungannya memiliki semangat hidup yang kuat sehingga ia tidak tega menggugurkannya. Akhirnya Sierra memutuskan untuk melahirkan bayinya, namun ia juga tidak berharap terlalu banyak. Ia bahkan tidak membeli perlengkapan bayi apapun kecuali sebuah pakaian bayi. 

Bertepatan pada hari raya Haloweeen, Sierra melahirkan seorang anak lelaki yang diberi nama Bentley. Dokter mengijinkan Sierra dan Dustin untuk melewati malam terakhir bersama Bentley, namun tak disangka hingga keesokan harinya Bentley masih bertahan hidup!

Sponsored Ad

Saat itulah Dustin dan Sierra merasa ada masih ada harapan bagi Bentley. Mereka membawa Bentley pergi ke tiga rumah sakit berbeda, tetapi tidak ada satupun dokter yang memiliki pengalaman mengobati kelainan yang diderita Bentley. Bentleypun sempat mengalami infeksi sehingga harus masuk rumah sakit sebanyak dua sampai tiga kali, namun ia tetap bertahan hidup. 

Hingga suatu hari Dustin dan Sierra melihat di internet bahwa di Boston ada seorang dokter bernama John Meara yang pernah menangani kasus encephalocele. Dustin dan Sierrapun segera membawa Bentley kesana untuk diobati. 

Sponsored Ad

Setelah diperiksa, dokter Meara memutuskan untuk melakukan operasi dengan membelah tulang tempurung Bentley menjadi beberapa bagian dan kemudian disambung dengan tulang tempurung buatan. Dengan bantuan dokter lainnya, dokter Meara menggunakan printer 3 dimensi untuk mencetak bagian tulang tempurung otak yang kurang dan mempelajari proses operasi yang hendak dilakukan. 

Operasi Bentley berjalan lancar. Salah seorang perawat berkata bahwa printer tiga dimensi ini menjadi kunci penting keberhasilan operasi tersebut. 

▼Berikut adalah video wawancara Dustin dan Sierra mengenai proses pengobatan Bentley. 

Walaupun operasi berjalan lancar, namun hal ini tidak menjamin otak Bentley dapat tumbuh sempurna. Bentley mungkin bisa mengalami gangguan pada penglihatan karena ada bagian otak yang harus dipotong oleh dokter dan bagian tersebut berhubungan dengan penglihatan.Anak yang mengidap encephalocele sebagian besar otaknya tidak dapat tumbuh sempurna sehingga mengalami gangguan intelektual ataupun gangguan lainnya. Namun demikian, kabar baiknya adalah Bentley bisa bertahan hidup dan pulang ke rumah bersama ayah ibunya. Yuk sama-sama doakan agar Bentley bisa tumbuh sehat sempurna!

Sponsored Ad