Ternyata "Gini" Cara Bikin "Permen Jeli" Kesukaan Kamu! Bakalan Mikir Seribu Kali Buat Makan Lagi Setelah Liat Ini!!

Idihh… kok geli geli gitu yah..
Sponsored Ad

Selama ini kamu pasti pernah makan permen kenyal (gummy sweets) yang begitu manis dan kenyal saat dikunyah. Sensasi memakannya memang menyenangkan, apalagi baunya yang beragam seperti buah-buahan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa permen yang dimakan dalam jumlah banyak itu gak baik untuk gigimu, tapi karena indera yang dirangsang adalah perasa manis, tanpa sadar kamu akan sudah menghabiskan berbungkus-bungkus.

Sponsored Ad

Alina Kneepkens, seorang pembuat film asal Belgia mempublikasi film pendek buatannya yang menunjukkan cara permen dibuat dari awal hingga produk akhirnya. Kamu akan berpikir ulang untuk memakannya lagi setelah melihat tahap demi tahap prosesnya. Secara teori memang kita tahu bahwa gelatin digunakan untuk membuat permen jeli/kenyal dan itu datangnya dari bagian tubuh hewan. Masalahnya adalah bagian tubuh yang mana? Dan hewan apa yang digunakan?


Sponsored Ad

Sebuah permen kenyal/jeli yang lezat bertabur gula, dikemas dengan menarik dan siap didistribusikan. Namun ketika prosesnya diputar secara terbalik, kita akan melihat beberapa hal mengejutkan, seperti: bagaimana zat buatan ditambahkan ke larutannya, bagaimana gelatin dicampurkan dan bagaimana cara mereka membuat gelatin.


Gelatin adalah protein yang diambil dari kolagen. Kolagen tersebut ditemukan di bagian tendon, ligamen dan jaringan kulit dari hewan. Seperti digambarkan di dalam video, semuanya gak disangka bisa terlihat begitu menurunkan selera. Apalagi setelah mengetahui hewan apa saja yang memungkinkan untuk digunakan.


Sponsored Ad

Proses pembuatan gelatin memang terlihat menjijikkan, namun bersyukurlah bahwa gak semua permen kenyal/jeli dibuat dari gelatin. Ada beberapa bahan pengganti nabati seperti halnya agar yang diambil dari tumbuhan ganggang. Jika video pembuatan "gelatin" nabati tersebut ditunjukkan, beberapa orang tetap menganggapnya menjijikkan.

Jadi, bagaimana? Masih selera menikmati manisnya permen kenyal/jelimu?


Sumber : IDNtimes

Sponsored Ad