Waktu Pulang Ketemu Mama, Dia Berusaha "Tutupin Perut Besarnya", Waktu Ketemu "Ayah dari Anaknya", Aku Marah Sampe Langsung Mutusin Hubungan Keluarga!

Memang susah buat terima, cuman yakin aja kalau setiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua…
Sponsored Ad

Waktu aku SMP, papaku meninggak karena kecelakaan, aku cuman tinggal sama mama. Bertahun-tahun mama hidup begitu irit supaya bisa membesarkan aku sampai lulus kuliah dan bisa bekerja. Tapi waktu aku pulang ke rumah, aku menemukan kenyataan yang sangat keterlaluan!

Sponsored Ad

Aku kuliah di luar kota dan jarang pulang karna gak ada uang. Setelah lulus dan punya uang, aku pengen pulang ke rumah dan temenin mama. Aku udah lama nggak ngobrol sama mama. Waktu aku begitu senengnya sampe rumah, mama malahan sibuk di kamar mandi, kayak takut aku tau sesuatu. Waktu dia keluar, aku langsung ngeliat perut mama yang besar, aku kaget.. Sangat jelas kalau mama lagi hamil!


Aku dengan sedikit emosi bilang, "Udah segini gedenya mama nggak berencana ngomong sama aku?" Aku bukannya gak ngijinin dia menikah lagi, tapi aku tiba-tiba ngerasa emosi. Mama mencoba menjelaskan, dia pengen kasi tau aku, tapi takut aku jadi kepikiran, jadi dia nggak bilang dulu, mama cuman bilang besok "om" itu bakalan datang ke rumah makan. Mama nggak biarin aku tanya lebih banyak lagi, dia langsung masuk ke kamar. Hari itu aku beneran bingung, aku juga nggak bisa bayangin siapa cowok yang jadi bagian keluargaku itu, apa aku harus panggil dia papa gitu ya..


Sponsored Ad

Sampai besok malemnya, ada orang yang datang ke rumah, dengan perasaan campur aduk aku buka pintu, ternyata sekali liat, emosiku langsung sampai ke ubun-ubun! Aku langsung ngebentak, "Kamu kan yang waktu itu tabrak papaku!! Sekarang kamu datang buat ngerayu mamaku!! Dasar bangsat! Pergi kamu! Pergi!!"


Tiba-tiba mama menamparku dengan keras. Seumur-umur mama nggak pernah tampar aku, tapi karena om satu ini dia tampar aku. Mama nangis dan bilang, "Papamu minum-minum sampai mabok terus nyetir sampai celaka, om Budi ini harus kehilangan istri dan anaknya, kamu masih mau gimana lagi? Uang sekolah kamu beberapa tahun ini juga dia yang bantu mama bayar!"


Tapi aku masih emosi dan langsung bilang mama, "Kalau mama mau tetep sama om ini, kita putus hubungan aja!" Aku langsung pergi dari rumah, sejak itu aku belum pernah lagi pulang ke rumah.


Setengah tahun kemudian, om itu sms aku, "Nak, nggak peduli kamu ngakuin aku apa nggak, tapi aku berhutang nyawa sama kalian, aku mau membayarnya dengan nyawaku ini, semoga kamu bersedia. Kami selalu menunggu kamu pulang."


Aku menangis, aku nggak terima, tapi di sisi lain, aku tau aku seharusnya nggak seperti itu. Aku berpikir berminggu-minggu, aku juga nggak mau mamaku selalu sedih karena diriku. Aku akhirnya memutuskan untuk pulang dan melihat 「adik」 kecilku yang belum lama lahir dan meminta maaf sama mamaku. Aku tau aku masih butuh waktu untuk menerima semua ini, tapi aku bilang mama kalau aku akan berusaha untuk itu. Aku berharap mamaku bahagia…