Wanita Yang Dinikahi Sahabatku Selama 3 Tahun Masih Perawan?! Aku Kaget Setengah Mati Ketika Tahu Penyebabnya…

Errgghh… serem aja….
Sponsored Ad

Aku punya seorang sahabat karib bernama Dino yang kukenal ketika di bangku kuliah. Kami sama-sama berasal dari keluarga tidak mampu, ketika itu semester tiga dan aku tidak punya uang untuk membayar uang kuliah, saat itu Dino memberikan uang kuliahnya untukku sehingga ia hampir saja dikeluarkan karena terlambat bayar uang kuliah. Tak pernah kulupakan bagaimana kami berjuang bersama-sama menimba ilmu serta bekerja mati-matian demi menyelesaikan kuliah. 

Sponsored Ad

Setelah lulus kami mendapat pekerjaan yang cukup baik, namun karena saat itu kami baru saja mulai bekerja maka kami memutuskan untuk menyewa satu rumah dan tinggal bersama demi menghemat pengeluaran. Sebagai seorang pria, Dino tergolong cekatan dan terampil mengerjakan pekerjaan rumah. Ia bisa masak, cuci baju, dan rumah kami selalu rapih dan bersih hingga terkadang aku suka bercanda mengatakan, "Gue nikah sama lu aja deh Din! Abis lu hebat banget ngurus rumah… hahahaa!" Setiap kali aku bercanda demikian, Dino selalu memandangku dengan pandangan aneh yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata.

 

Setahun kemudian aku bertemu dengan istriku. Ketika masa kuliah aku terlalu miskin untuk punya pacar dan setelah berpacaran dengan istriku barulah aku tahu bahwa hidup jauh lebih indah jika kita bersama dengan orang yang kita cintai. Oleh sebab itu tak lama kami pacaran, akupun memutuskan untuk menikah dengannya. Ketika Dino tahu bahwa aku masih belum punya cukup uang untuk membayar uang muka pembelian rumah, ia langsung meminjamkan uangnya tanpa aku minta. Aku dan istriku amat berterima kasih padanya, kami bekerja keras agar bisa segera mengembalikan uang pinjaman tersebut serta membalas budi baik Dino.

 

Disaat pernikahan kami menginjak tahun ke 5, Dino masih belum juga menikah. Ketika itu kantorku kebetulan kedatangan seorang pegawai baru yang cukup cantik bernama Rina. Aku dan istriku memutuskan untuk mengenalkan Rina dengan Dino dan tak disangka Rina sangat menyukai Dino. Dino tidak komentar apapun mengenai Rina, namun ia juga tidak menolak untuk berpacaran dengan Rina hingga satu tahun kemudian merekapun menikah. Setelah menikah aku, istriku, Rina dan Dino kerap kali pergi dan makan bersama. Terkadang jika Rina terlihat muram, aku pasti langsung menyuruh Dino untuk menghampiri Rina dan menghiburnya.

Sponsored Ad

Suatu hari ketika aku dan Rina menghadiri pesta pernikahan salah satu staff kami tanpa pasangan kami karena pestanya berada di luar kota. Malam itu Rina minum cukup banyak alkohol dan ketika aku lihat Rina sudah mabuk berat, aku langsung membawanya naik ke mobil untuk mengantarnya pulang. Sepanjang jalan ia terus menerus bicara hal yang aku tidak mengerti. Ia berkata, 」Aku udah anggep mas seperti kakaku sendiri… tak kusangka mas malah menjerumuskanku! Hidupku begitu pahit sekarang…"Ketika aku bertanya mendetail kepada Rini apa maksud perkataannya, Rini menjadi marah besar dan berteriak,"Mas kenapa jodohin aku sama Dino?! Tiga tahun aku menikah, aku masih perawan!!"

 

Setelah kejadian malam itu akupun mengajak Dino keluar untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Aku sengaja memesan alkohol agar kami bisa lebih relax ngobrol. Ketika itu aku kira ia memliliki penyakit sehingga tidak dapat melakukan hubungan sexual sehingga aku memberikan kartu nama seorang dokter ahli, namun Dino marah besar, ia merobek kartu nama tersebut dan berkata,"Aku bukan tidak bisa! Aku tidak mau!" Setelah berkata demikian ia terus menerus minum alkohol, setelah cukup mabuk ia memberitahuku apa maksud perkataanya tersebut… Ternyata Dino selama ini menyukaiku! Ia tidak tertarik sedikitpun pada wanita, ia sudah berusaha untuk mencintai Rini, namun tetap saja tidak bisa…

 

Aku kaget setengah mati mendengar pernyataan Dino! Hampir saja aku kabur meninggalkan dia disana sendiri dalam keadaan mabuk, tetapi ada akhirnya aku tetap mengantarnya pulang ke rumah. Ketika Rini membuka pintu, aku langsung menyerakan Dino padanya tanpa bicara satu patah katapun. Sejak kejadian hari itu sudah sebulan aku tidak pernah bertemu Dino dan ia juga tidak pernah menghubungiku lagi. Apa yang seharusnya aku lakukan? 

Sponsored Ad