Mertua Bawa Banyak Bapao Sampai Berjamur, Waktu Aku Mau Buang, Ternyata di Dalamnya Tersimpan "Benda Ini"!!

Bagaimanapun namanya sama orang tua kita tetap harus menghormati ya!
Sponsored Ad

Aku dan suamiku sudah menikah 6 tahun, kami sudah pacaran sejak kuliah, sampai setelah lulus, aku dan suami sama-sama bekerja. Setelah beberapa tahun, kami mampu membeli rumah, kami juga sudah punya satu anak laki-laki.


Sponsored Ad

Setelah kami menikah, suamiku menjemput ibunya dari desa dan tinggal di rumah. Tapi waktu itu, aku juga tidak begitu suka mertuaku, karena itu aku sering marah-marah, tapi mertua memang selalu mengalah sama aku. Waktu aku hamil, mertua memang menjagaku dengan sangat baik, tapi setiap kali melihat mertua membuat rumah jadi berantakan, aku jadi marah.


Belakangan setelah melahirkan, mertuaku tiba-tiba membereskan barang-barangnya. Waktu itu aku juga melihat sendiri dia pergi dari rumah, tapi aku juga tidak melarangnya. Sebelum pergi, dia memintaku memberi tahu suamiku kalau dia kangen rumah dan ingin pulang sebentar.


Tapi sejak itu, mertua memang tidak kembali lagi ke rumahku, setiap kali suamiku mendatanginya kesana dan memintanya ikut pulang, mertuaku selalu menolak. Tapi karena suamiku memang dari keluarga single parent, selama ini cuma mama mertuaku saja yang membesarkannya, jadi dia khawatir kalau mama mertua sendirian di desa.

Sponsored Ad

Sampai waktu aku hamil anak kedua, mertuaku datang melihatku, kali ini suamiku tidak membiarkan mamanya pulang dan meminta dia tinggal. Mama mertua bawa telur ayam dari desanya dan membawa banyak sekali bapau buatannya kesukaan suamiku. Waktu itu suamiku bilang, kebetulan aku hamil, mamanya bisa sekalian merawatku.


Tapi waktu itu aku tidak suka mertua mau tinggal lagi di rumah, aku bilang sama suamiku kalau sekarang aku hamil, aku mau pulang ke rumahku beberapa waktu. Mertua hanya tersenyum mendengarnya, keesokan harinya waktu suamiku pergi kerja, mertuaku langsung membereskan barangnya dan pulang ke desa. Aku juga tidak melarangnya lagi.


Sponsored Ad

Waktu suamiku pulang, akhirnya kami bertengkar karena hal ini. Kehamilan kedua ini, karena tidak ada mertua, semuanya harus aku yang kerjakan, apalagi suamiku sangat sibuk kerja, aku jadi sedikit kangen mertuaku.


Karena di rumah cuman ada aku dan anakku, kami juga seringnya beli makan di luar, aku juga tidak begitu suka makan bapau, sampai akhirnya bapau yang dibawa mertuaku sudah berjamur. Akhirnya aku dan anakku mau membuangnya, waktu anakku membuangnya ke tempat sampah, ia tiba-tiba menemukan sebuah kantung lainnya. Anakku membawanya padaku, waktu aku buka aku kaget setengah mati. Ternyata di dalamnya ada sejumlah uang yang cukup banyak!


Melihat hal ini, aku sangat menyesal, aku tau perilaku aku sama mertua juga tidak baik, tapi dia malah meninggalkan sejumlah uang untuk kami. Aku benar-benar merasa sangat bersalah! Waktu suamiku pulang, dia juga kaget dan kami langsung pulang ke desa menjemput mertuaku tinggal denganku. Walaupun aku takut akan tetap bertengkar sama mertua, tapi aku tahu dia selalu menyayangi aku..

Sponsored Ad