"Aku Pengen Putus Karena Kita Udah Gak Cocok!" Benarkah Cuman Karena Gak Cocok Lagi?

Gak selamanya yang kita pikirin selama ini tuh bener seratus persen loh!
Sponsored Ad

Dengan sekilas aja, kita udah bisa nilai deh mereka cocok atau gak.

Cewek ini udah membulatkan tekadnya untuk meninggalkan rumah pacarnya. Semua barang-barangnya udah di-packing sedemikian rupa dan hanya tinggal satu langkah lagi untuk keluar dari sana.

"Sayang, dalam 3 bulan ini, setiap kali kamu membuatku menangis, aku akan menampung setetes air ke dalam toples ini yang menandakan air mataku. Jika toples ini penuh, aku akan membereskan semua barangku dan keluar dari rumah ini."

Sang cowok merasa heran dengan sikap ceweknya tersebut dan langsung berkata, "Sayang, kenapa kamu gak percaya kalau aku mampu membahagiakanmu? Aku meminta pindah bersamaku supaya aku bisa menjagamu dengan baik. Kenapa kamu malah seperti ini?"

Sang cewek pun menjawab, "Kalau kamu beneran sayang denganku, kamu gak bakalan membuatku sakit hati. Dari sini, kita bisa lihat penyebab aslinya kenapa aku selalu menangis setiap kali bersamamu, aku akan mencatat semuanya."

Sang cowok hanya bisa menatap ceweknya dan berkata, "Baiklah, lakukanlah apa yang kamu inginkan."


Sponsored Ad

Setelah dua bulan berlalu, sang cewek pun menghampiri cowoknya dan berkata, "Lihat toples ini sudah terisi setengah dalam waktu dua bulan ini. Tidakkah kamu lihat kita ada masalah yang perlu kita perbaiki sekarang?"

Sang cowok yang masih sibuk dengan urusannya sendiri tidak terlalu memperhatikan ceweknya tersebut. Dia hanya merasa ini lucu sekali dan mungkin saja ceweknya menambah air ke dalam toples tersebut sehingga dia gampang penuh. Tapi setelah itu, ceweknya tiba-tiba menyodorkan sebuah buku catatan padanya, dan ketika dia melihat isinya, dia pun kaget bukan main melihat isinya.

Ketika cowoknya sedang membaca buku tersebut, sang cewek pun berkata, "Pada hari ketiga setelah kita baikan, kita berantem lagi. Pada waktu itu, kamu menekan pasta gigimu terlalu kuat dan muncrat hingga ke kaca, padahal aku baru membersihkannya. Aku hanya bilang kamu harus lebih hati-hati waktu menekannya, tapi kamu langsung marah-marah…."

Sponsored Ad

Cowoknya pun hanya bisa terdiam mendengar hal itu dan sang cewek pun melanjutkan lagi, "Malam itu, aku sedang dapet. Kamu udah tahu kalau aku lagi dapet, aku bisa megang air dingin, jadinya aku meminta bantuanmu untuk membantuku mencuci baju. Tapi apa? Kamu malah sibuk dengan game-mu dan gak  mau bergerak sama sekali. Jujur, aku sangat kecewa dengan sikapmu hari itu…"

"Ada lagi, waktu itu aku sedang capek banget dan aku cuman pengen tidur sehabis pulang kerja. Tapi kamu malah males mandi, padahal kamu takut aku sensitive terhadap bau. Kamu seolah-olah ga peduli kalau aku lagi capek dan pengen istirahat, kamu malah asik main game. Suara keyboard-mu membuatku susah tidur dan membuatku emosi dan langsung memarahimu egois. Kamu langsung termakan emosimu dan membentakku malam-malam. Gak cuman itu, kamu langsung membanting pintu dan meninggalkanku. Aku ingin mengejarmu, tapi hari sudah malam dan aku gak berani keluar sendirian, terlebih lagi kamu gak bawa hape…"

Pada saat ini, sang cewek sudah mulai berkaca-kaca ketika dia hendak melanjutkan permasalahan yang lainnya dan cowoknya pun memotongnya, "Sudah sayang, jangan diterusin lagi ya…"

Sponsored Ad

Mereka pun diam selama beberapa menit sebelum si cewek memecah keheningan di antara mereka, "Apakah ini tandanya kita itu gak cocok? Kalo begini terus, bagaimana jadinya setelah menikah nanti? Menikah lalu bercerai? Kita sama-sama keras kepala, kita sama sekali gak mau ngalah satu sama lain."

Sang cowok pun melihat bahwa isi pertengkaran mereka selama ini cuma disebabkan oleh masalah kecil. Setelah melihat semua isi catatan pacarnya, cowok ini baru menyadari bahwa ceweknya itu orang yang sangat memperhatikan detail setiap masalah, sedangkan dirinya gak terlalu memperdulikan hal seperti itu. Tapi seringkali wanita itu senang membicarakan segala sesuatunya, termasuk hal sekecil apapun. Dari sanalah, cowok ini mulai merasa sedih karena sudah pernah menyakiti orang yang disayanginya. Dia merasa kecewa akan dirinya sendiri karena dia gak bisa menjaga hati pacarnya.

Pada saat itulah, dia menyadari bahwa setiap kali berantem, mereka akan saling mencari bukti bahwa mereka tidak mencintai satu sama lain dan ini bener-bener mengancam hubungan mereka. Ditambah lagi, mereka sering membawa masalah pribadi mereka ke dalam hubungan mereka dan itulah yang membuat hubungan mereka semakin buruk.

Sang cowok pun akhirnya angkat bicara, "Sayang, kamu jangan sedih lagi ya. Kita pergi jalan-jalan yuk sekarang."

Sponsored Ad

Ternyata tempat yang dibawa oleh cowoknya ini adalah tempat pertama kali mereka berkencan. Disinilah mereka mulai mengenang masa-masa dimana mereka baru berpacaran dan semuanya terlihat sangat indah dulunya.

Cowoknya pun mulai bertanya, "Kamu pernah berpikir bahwa kita bakalan bercerai kalau kita menikah ya, sayang? Aku rasa kita bukan gak cocok lagi, lihat sekarang, hubungan kita baik-baik saja dan semuanya terlihat indah, bukan? Tapi kenapa waktu kita kembali ke rumah, kita berubah?"

Sang cewek pun hanya bisa terdiam dan menatap cowoknya.

Cowoknya pun mulai berkata lagi, "Kita terlalu sering terfokus pada masalah kita dan akhirnya malah membuat masalah itu semakin besar. Kita pun sering mencari bukti bahwa kita gak saling sayang satu sama lain dan akhirnya malah membuat nyalahin satu sama lain. Inilah yang sebenernya membuat kita semakin jauh, sayang."

Ceweknya pun merasa apa yang dikatakan cowoknya ini benar dan dia merasa dia kurang memperhatikan bagian ini. Dia merasa dia kurang mengerti perasaan cowoknya ketika cowoknya capek ataupun sedang banyak pikiran dan kalau saja dia bisa mengerti sedikit saja beban cowoknya ini, semuanya gak akan jadi separah ini.

"Sayang, kita masih punya waktu satu bulan kan? Kalau dalam waktu satu bulan ini, toples tadi gak terisi penuh, maukah kamu menikah denganku?" ungkap sang cowok sambil menatap mata ceweknya dalam-dalam. 

Ceweknya pun langsung melompat ke pelukannya sambil tertawa bahagia bersamanya. 

Mereka pun pada akhirnya menikah dan hidup bahagia hingga sekarang. Mereka sudah jarang sekali berantem karena hal-hal sepele. Suaminya pasti akan langsung minta maaf jika dia gak sengaja membuat istrinya marah, dan begitu juga sebaliknya. Mereka mulai mengerti bahwa inti dari sebuah hubungan bukanlah hanya masalah cocok atau tidak, tapi bagaimana mereka bisa menghargai dan menyayangi satu sama lain.

Gimana sobat Cerpen? Cerita mereka berdua bener-bener menginspirasi banget ya! Jangan pernah menuntut pacarmu untuk menjadi orang lain, tapi sayangilah dia dengan sepenuh hatimu ya!

Sponsored Ad