Mertuaku Melarangku Pergi ke Pemakaman Ibuku Sendiri Hanya Karena Aku Sedang Mengandung 8 Bulan

Beneran gak masuk akal banget deh, kan itu pemakaman mamanya sendiri!
Sponsored Ad

Setelah menikah kira-kira setengah tahun lebih, mertuaku mulai memberikan "kode keras" kepadaku dan suamiku setiap hari. Contohnya ketika kami sarapan pagi, mertuaku akan berkata, "Kapan ya kalian bisa memberikanku seorang cucu untuk aku gendong setiap hari?"


Sponsored Ad

Pada saat itu, aku dan suamiku hanya bisa tertawa dan mengatakan biarkan semuanya berjalan sesuai takdir saja. Mertuaku pun hanya terdiam dan tidak membicarakannya lagi. Tapi pembicaraan ini malah diulang-ulang oleh mertuaku setiap pagi ketika kami sarapan hingga pada satu ketika dia pun marah dan berkata, "Yasudahlah, terserah kalian sajalah. Lakukanlah apa yang ingin kalian lakukan, aku sudah gak perduli lagi!" Kami pun hanya bisa terdiam dan melanjutkan sarapan kami pada waktu itu.

Kemudian tak berapa lama setelah itu, aku tak sengaja melihat ada seorang temanku yang mengupload foto anaknya yang baru saja lahir di sosmed-nya. Setelah melihat beberapa foto anaknya, aku pun mulai membayangkan gimana rasanya jika mempunyai anak yang mukanya mirip denganku dan suamiku. Aku mulai merindukan kehadiran seorang momongan di keluarga kecilku ini. Ketika suamiku pulang, aku pun mendiskusikan hal ini padanya dan dia pun menyetujui untuk memiliki momongan tahun itu juga. Aku sangat bahagia karena dia sangat mengerti perasaanku.

Sponsored Ad

Selang waktu yang tak lama dari pembicaraan kami, aku pun akhirnya hamil. Mertua dan orangtuaku sangat senang mendapatkan kabar bahagia ini. Mereka mulai memberikanku berbagai macam suplemen untukku setiap hari. Ibuku sendiri bahkan merajut sebuah baju kecil untuk anakku. 

Aku pun mengatakan, "Astaga, ini udah jaman kapan ma? Baju kayak gini kan bisa dibeli dimanapun, kenapa mama repot-repot merajutnya sendiri?" Ibuku malah menjawab, "Jangan salah dulu, ini tuh baju dengan merek kasih sayang nenek, kamu gak bisa membelinya dimanapun." Jawaban ibuku ini membuatku sangat terharu karena dia benar-benar menantikan kehadiran cucu pertamanya. 

Sponsored Ad

Tapi ada satu berita mengejutkan yang tak aku sangka, ibuku didiagnosa mengalami penyakit kanker stadium akhir ketika aku mengandung empat bulan. Dokter mengatakan bahwa semuanya sudah terlambat dan kami disuruh untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi hal yang terburuk. Kami sangat kaget menerima berita tersebut. Selama mengandung, aku merasa sangat tertekan mengingat ibuku sedang terbaring lemas di rumah sakit. Dan ketika aku mengandung 8 bulan, pihak rumah sakit menelepon kami dan mengabarkan kami bahwa ibuku telah meninggal dunia. 

Sebagai anak perempuan yang berbakti kepada orangtuanya, aku pun ingin mengantar kepergian ibuku untuk terakhir kalinya di pemakamannya. Tetapi mertuaku malah melarangku dengan segala macam alasan sampai akhirnya dia mengatakan, "Mamamu toh juga udah meninggal, kamu nangis disana juga udah gak ada gunanya, emangnya dia bisa hidup lagi kalau kamu nangis disana? Mendingan kamu di rumah aja, istirahat, supaya anak dalam kandunganmu tetap sehat."

Sponsored Ad

Apa yang dikatakan mertuaku memang ada benarnya, tetapi tetap saja itu pemakaman ibu kandungku sendiri! Aku pun tidak ingin membantah mertuaku dan memutuskan untuk pergi ke pemakaman ibuku dan pada saat itu mertuaku langsung meneriakkanku, "Mamamu itu udah mati! Kalau kamu mau pulang, pulang saja sana! Sekalian aja kamu mati di rumah mamamu, gak usah lagi balik kesini!!" Aku benar-benar sangat emosi mendengar makian mertuaku seperti itu, aku hanya pulang ke rumah untuk menghadiri pemakaman ibuku, kenapa dia harus ngomong sekasar itu?! Aku benar-benar tidak bisa terima.

Aku pun langsung menelepon suamiku sambil menangis. Suamiku mencoba menenangkanku dan mengatakan bahwa dia akan menemaniku untuk pulang ke rumah ibuku. Dia mengatakan bahwa aku memang seharusnya pergi ke pemakaman ibuku untuk mengantarkannya terakhir kali. Aku bersyukur punya seorang suami yang bisa mengerti perasaanku dan mau menemaniku di kondisi sulit seperti ini.

Gimana sobat Cerpen? Menurut kalian, apa yang diomongin oleh mertua wanita ini masuk akal gak sih? Ayo berikan komentarmu di kolom di bawah ini! 

Sponsored Ad